Pantaskah Aku Untukmu

Pantaskah Aku Untukmu
Jangan Terlalu Akrab


__ADS_3

Arga memandu Puspa untuk dudu di sofa yang ada di ruangan tersebut, dengan rasa sungkan Puspa terpaksa menuruti Arga


"Kenapa duduk di sini?"


"Akan sia-sia ada sofa disini jika kita memilih berdiri di dekat pasien"


Puspa memicingkan mata


"Aku sungkan" bisik Puspa


"Hm"


***


Malam semakin larut, Puspa baru selesai mengganti popok adiknya lagi, ia lega karena malam ini Adiknya tidak rewel dan tertidur pulas


Sesekali Arga menggantikan Puspa menggendong Adiknya, Papa Arga pun sudah tertidur di sofa empuk. Puspa juga sudah mulai mengantuk karena ia kurang tidur


"Tidurlah di sebelah Papa"


Puspa menggeleng


"Tidak, setelah ini giliranku menggendong Adikku. Maaf sudah merepotkanmu"


"Atau antar aku pulang saja, kemungkinan Adikku besok sudah akan di jemput, aku akan menjenguk Mamamu besok"


"Tidak" tolak Arga


"Aku masih ingin menggendongnya" batin Arga


"Kenapa tidak boleh? Ya sudah, kalau begitu aku pulang sendiri saja" Puspa mengulurkan tangannya meminta Arga menyerahkan Adiknya


Arga akhirnya mengalah


"Hm, ayo"


Puspa tersenyum, ia sudah tidak sabar lagi bertemu dengan pulau kapuknya


"Terima kasih, hihi"

__ADS_1


Arga keluar dari ruangan di ikuti Puspa, Mama Arga yang ternyata belum tidur hanya melirik sekilas dan mereka berdua sudah keluar ruangan


Di parkiran mereka berpapasan dengan Andre yang terlihat lemas


"Dokter" sapa Puspa ramah


Andre hanya mengangguk dan tersenyum tipis, ia lalu masuk ke mobil dan pergi dari parkiran, ia sekilas melihat di kaca spion Arga dan Puspa berjalan ke arah mobil mewah


"Jangan terlalu akrab" Arga memindahkan Adiknya ke gendongan Puspa lalu membukakan pintu mobil


"Kenapa? Apa ada yang salah? Aku hanya menyapanya karena dia adalah Dokter yang menanganiku kan?"


"Hm" Arga masuk ke dalam mobil dan menutup pintunya dengan keras dan membuat Adik Puspa terkejut dan bangun dari tidurnya


Puspa terkejut akan sikap Arga


"Arga..."


"Hm" Arga memasang sabuk pengaman dan menyalakan mobilnya


Puspa menenangkan adiknya dan berusaha menidurkannya kembali. Di sepanjang perjalanan mereka saling diam


***


Yuli menghela nafas. Beberapa menit menunggu namun tidak ada yang keluar dari rumah Andre, Yuli pun memutuskan akan kembali lagi kesini besok pagi.


"Ya, aku juga harus mandi sih" Yuli pergi dari kediaman Andre


***


Puspa melihat kiri kanan dan memastikan tidak ada yang melihat kepulangannya, ia takut jika tetangga melihat mereka berdua maka akan timbul gosip tidak sedap


Puspa turun dari mobil


"Terima kasih" ucap Puspa, Arga menutup pintu mobil kembali, ia juga langsung masuk ke dalam mobil


"Eh, tidak masuk dulu?" tawar Puspa.


"Aku pergi" Arga langsung melajukan mobilnya

__ADS_1


Puspa yang melihat tingkah Arga seperti itu semakin kebingungan


"Kali ini salahku apa?" tanya Puspa pada dirinya sendiri


Disisi lain tidak lama setelah Yuli pergi dari rumahnya, Andre pun sudah sampai di rumahnya dan langsung membuka gerbang. Ia langsung menuju kamarnya dengan langkah malas


Sesekali ia mengusap kasar wajahnya dan tidak habis fikir akan hidupnya yang mulai rumit


Andre mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi, ia menatap pantulan dirinya di cermin


"Kurasa aku tidak kalah dari laki-laki itu, tapi kenapa Puspa sama sekali tidak melihatku"


"Apa yang dia lihat darinya!"


Andre membasuh wajahnya lalu menatap pantulan dirinya di cermin lagi


Yang Andre rasakan ia tidak kalah dari Arga baik dari segi ekonomi maupun segi fisik, ia hanya kalah soal tingginya yang mana Arga sedikit lebih tinggi darinya


Ia kesal karena Yuli telah meninggalkannya dan di tambah Puspa yang terlihat seperti pasangan Arga. Andre ingin berteriak,


"Sial! Kenapa aku tidak mengungkapkannya dari dulu?! Sial, Sial!" Andre memukul tembok kamar mandi


🍀🍀🍀


Keesokan paginya


Puspa menghubungi Arga


"Hm, Apa?" dengan suara serak khas bangun tidur


"Halo, maaf apa aku mengganggumu? Kau baru bangun?" Puspa melirik jam yang menunjukkan pukul 7 pagi


"Ya"


"Ya sudah, nanti ku telfon lagi saja. Ja-"


'tut tut tut' telfonnya terputus


Puspa semakin kebingungan melihat Arga yang seperti ini, tapi dia tetap berpositif thingking bahwa Arga masih belum bangun sepenuhnya

__ADS_1


"Hmm, mungkin dia belum sadar betul"


__ADS_2