Pantaskah Aku Untukmu

Pantaskah Aku Untukmu
6. PERGI


__ADS_3

 


Hari itu langit tampak sangat muram, bendera kuning terpasang di rumah Joy richardo. semua kerabat, saudara, relasi kantor dan beberapa tetangga mulai berdatangan ke rumah duka untuk mengucapkan bela sungkawa. Alvin terdiam memperhatikan peti yang tertutup rapat tanpa berkedip. Rasa sedih, marah, kehilangan bercampur menjadi satu bahkan dia sendiri tidak bertenaga atau untuk menangispun dia tak sanggup. kini saudara kembar yang selama ini di sayanginya harus meninggalkan dia untuk selamanya.


Alvinpun berjalan mendekati peti mati kakaknya... dalam pesan terakhir nya Alvin ingat kalau kakaknya meminta dia untuk selalu menjaga Rasya.


"akan gue lakuin buat loe kak, gue harap loe tenang di alam sana. "


mama Alvin tak kuasa menahan tangis, beliau terus menitikkan air matanya tanpa henti seolah tak percaya bahwa anaknya telah pergi untuk selamanya setelah semua yang sudah di lakukan agar membuat anaknya kembali sehat namun sia-sia karena pada akhirnya tuhan berkehendak lain pada putranya.

__ADS_1


Begitu sulit rasanya... rasa sedih yang tertahan kini dengan mudahnya mengalir membasahi pipi Alvin yang berdiri di depan gundukan tanah yang basah dan penuh bunga dan batu nisan yang bertengger di sana dengan tulisan "Aldo joyrichardo".


"kak, gue janji.. gue akan selalu jagain Rasya dengan baik. apapun yang terjadi gue nggak akan pernah tinggalin dia sekalipun dia benci gue. " ucap Alvin di depan makam sang kakak. Dan akhirnya dia beranjak pergi meninggalkan pemakaman di balut kesedihan yang mendalam.


Malam itu tampak hujan lebat mengguyur singapura, suara guntur bersahutan membuat rasya tidur semakin nyenyak. semakin dalam dia tertidur dalam sebuah mimpi yang panjang. Dia berpakaian seperti akan menikah dengan seorang pria. dan disampingnya berjalan seorang laki-laki yang tak begitu jelas wajahnya seperti ia kenal namun dia benar-benar tak bisa mengenali wajah itu dalam mimpi... laki-laki itu terlihat tersenyum dan seketika Rasya seolah yakin... dia


"alvin..." ucap rasya lirih


"Alvin... " ucap ku lirih tak mengerti

__ADS_1


apa yang sebenarnya terjadi? kenapa gue mimpi tentang dia. aghhhhhhhhhh kenapa seperti ini, gue harap ini cuma bunga tidur.


keesokan harinya Rasya peegi ke kampus barunya. tak banyak yang di lakukan kecuali tugas dari para dosen yang begitu banyak dan menumpuk membuat Rasya sangat sibuk.


"aghhh, nyebelin banget siih. belum-belum udah banyak tugas kaya gini.! gimana mau pergi jalan-jalan kalau seperti ini! " umpat Rasya dalam hati ketika jam mata kuliahnya selesai. dia buru-buru keluar kampusnya berjalan menyusuri jalan. tak terlalu lama untuk sampai di apartment rasya karena dia mendapat lokasi tempat tinggal yang strategies di sekitar kampus. tak terasa hari berganti hari, bulan berganti bulan dan tahunpun berganti tahun...


{3 tahun kemudian}


to be continue next episode guys....

__ADS_1


 


__ADS_2