
Puspa duduk sembari menunggu kedatangan Arga, jam terus berputar dan sudah mulai sore
"Apa dia benar-benar pulang?" gumam Puspa
"*Y*aaahh sebaiknya aku mandi dan bersiap ke pasar" Puspa berjalan menuju kamarnya untuk mengambil handuk.
' Ceklek ' Puspa terdiam saat mendapati Arga yang tengah tertidur hingga mendengkur
"Ku kira pulang. Dia bahkan tidak izin padaku untuk tidur di kamarku" Puspa berjalan ke kamarnya dengan menjinjit supaya tidak menganggu tidur Arga
Puspa mengalungkan handuk di lehernya, ia berhenti disamping Arga.
Di pandanginya wajah Arga yang tertidur pulas disertai dengkuran
"Terima kasih" ucap Puspa lirih, ia tersenyum saat memandangi wajah Arga
"Aku lebih suka melihatmu dalam keadaan tidur begini" Puspa lebih mendekatkan kepalanya untuk memandangi Arga dalam jarak dekat
Tiba-tiba Arga mengerjapkan matanya, Puspa sontak terkejut. Ia langsung berjalan meninggalkan kamarnya
Arga membuka matanya perlahan, di lihatnya dari jendela hari sudah mulai sore
"Hmmmm" bukannya bangun, Arga malah semakin menyamankan posisi tidurnya.
"Puspa! Bangunkan aku 5 menit lagi" ucap Arga dengan suara serak parau dan sangat pelan yang tentunya tidak di dengar oleh Puspa
Puspa langsung membersihkan dirinya di kamar mandi, ia merasa lega karena ia bisa pergi dari kamarnya sebelum Arga membuka mata
Puspa mengguyur air ke seluruh tubuhnya, ia mengingat saat ia masih bekerja di rumah Arga. Kejadian itu sangat memalukan bagi Puspa. Saat air shower membasahi dirinya dan Arga memberi pakaian untuk Puspa.
"Ckck, pasti dia sudah melihat dalamanku" wajah Puspa memerah mengingat hal tersebut
🍀🍀🍀
Usai mandi Puspa masih berdiam diri di kamar mandi
__ADS_1
"Oke, sekarang bagaimana caranya aku ganti baju?" Puspa benar-benar lupa, ia hanya membawa handuk dari kamarnya tapi tidak dengan pakaian ganti
"Jika aku masuk ke dalam, tidak! Memalukan. Tapi kalau aku hanya disini, aku kedinginan" Puspa berjongkok dan menyalahkan dirinya sendiri
"Haaiihhh kenapa aku bisa sebodoh itu. Aaarrgghhh Tuan! Lagipula kenapa kau tidur dikamarku!" Puspa meremas rambutnya
Lelah berjongkok, Puspa berdiri lagi. Ia mengambil air di gayung dan menyiramkannya di lantai sedikit demi sedikit. Bosan dengan itu, Puspa berjongkok lagi
. . . .
"Terus saja begini!" Puspa berdiri lagi dan mondar mandir. Rambut Puspa sudah mulai mengering dan kakinya mulai keriput karena terkena air terus menerus
"Apa dia belum bangun?" gumam Puspa.
Puspa akhirnya tidak tahan, ia nekad keluar dari kamar mandi dan menuju kamarnya
'Ceklek' Puspa membuka pintu kamarnya
Dan bersamaan dengan itu Arga juga duduk di ranjang dan menghadap ke arah pintu
Sejenak mereka sama-sama terdiam karena terkejut. Puspa tersadar.
Arga menelan ludah saat melihat Puspa hanya mengenakan handuk. Ia memejamkan matanya dan menenangkan dirinya
"Bodoh!" ucap Arga pada Puspa.
Arga langsung mengambil seperangkat pakaian Puspa lengkap.
"Cih, 2 kali aku harus mengalami ini" Bathin Arga
Wajah Arga sedikit memanas saat mengambil seperangkat pakaian Puspa. Malu dan gugup tercampur aduk dalam dirinya
Arga langsung membuka pintu dan mencari Puspa. Arga mengikuti jejak kaki Puspa yang basah di lantai dan berakhir di kamar mandi
"Pakaianmu" ucap Arga dan langsung berjalan menuju ruang makan
__ADS_1
Puspa membuka sedikit pintu kamar mandi, ia celingak celinguk dan menemukan pakaiannya yang diletakkan di lantai
"Kan kotor ih" Puspa mengambil pakaiannya dan masuk lagi ke kamar mandi
"2 kali!!!" Puspa merasa sangat malu untuk bertemu Arga lagi.
"Tenang Puspa, tenang. Ini ketidaksengajaan." Puspa menarik nafas dalam-dalam.
Setelah dirasa cukup tenang, Puspa keluar dari kamar mandi. Puspa berhenti saat ada di pintu dapur dan mendapati Arga sudah duduk di meja makan
"Tenang Puspa, tenang. Ucapkan terima kasih." Puspa meyakinkan dirinya
"Hiisss tetap saja memalukan" imbuhnya.
Puspa berjalan dengan langkah kecil, ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"Anu, itu. Tuan, aku terima kasih, maksudnya aku mengucapkan terima kasih atas bantuanmu tadi" Puspa grogi,
"Hm, ambilkan piring. Aku sudah lapar"
"Baik" Puspa langsung mengambil piring dan meletakannya di hadapan Arga. Saat meletakkan piring pun rasanya sangat susah karena tubuhnya yang terus bergetar
"Makanlah juga, setelah ini aku langsung ke kantor" Arga meneguk air di gelas
"Tapi, Tuan-"
"Makanlah. Aku akan menganggap kau berhutang jika tidak makan makanan ini"
"Mulai lagi, menyebalkan" ucap Puspa lirih.
Puspa mengambil piring untuknya dan duduk di depan bagian depan dan menghadap Arga
"Dompet dan Hp mu ada padaku. Besok ku berikan" Arga melahap makanannya dengan lahap karena sudah lapar dari tadi
"Iya, Tuan. Terima kasih"
__ADS_1
Puspa mengambil nasi, tapi centongnya terasa berat karena masih grogi mengingat hal tadi
"Sungguh memalukan. Dosaku semakin banyak gara-gara kecerobohanku tadi " bathin Puspa