Pantaskah Aku Untukmu

Pantaskah Aku Untukmu
Dinner II


__ADS_3

Puspa menelan ludahnya.


"Ilham... Kau-"


"Diam dan nikmati saja." Ucap Ilham lirih


Puspa gemetaran terlebih hembusan nafas hangat Ilham menyapu wajahnya.


"Jangan gila, atau aku akan teriak." Ancam Puspa


"Lakukan saja." Ilham menyeringai.


"Pergi!!!"


***


"Pergi!!!"


"Hei, Puspa, kau kenapa? bangunlah." Ilham seketika menghentikan mobilnya dan menepuk-nepuk pipi Puspa pelan


Puspa membuka matanya. Puspa mengatur nafasnya, seketika ia agak menghindar saat tangan Ilham berada di pipinya.


Ilham menautkan alisnya.


"Hey, kenapa?" Tanya Ilham lembut sembari menarik tangannya dari wajah Puspa. Ia mengambil tisu lalu menyodorkan pada Puspa.


"Lap dulu keringatmu." Ilham tersenyum.


Puspa menerima tisu itu dengan perasaan sedikit takut. Ternyata hanya mimpi, Puspa lega. Puspa menggeliat geli kalau sampai itu benar-benar terjadi.


"Kamu ketiduran.. Sebentar lagi kita sampai di lokasi kok." Puspa hanya diam dan menatap Ilham sekilas.


Ilham memaklumi sikap Puspa, sehabis mimpi buruk atau setelah mengalami hal yang menegangkan tentunya orang tersebut cenderung diam.


"Kamu pasti kelelahan ya, Betulkan posisi dudukmu.. Kita lanjut ya" Ilham tersenyum lembut ke arah Puspa.


Puspa hanya diam.


☘☘☘


Mereka pun sampai di lokasi dinner malam ini. Ilham membuka pintu untuk Puspa. Puspa turun dengan kaki yang lemas. Hampir saja Puspa terjatuh, Ilham lekas menahan tubuh Puspa


"Kamu kenapa? capek ya?" Puspa mengangguk.


"Baiklah aku gendong saja ya ke dalam. Heheheh... Pasti tambah romantis kan." Ilham tersenyum lebar


Namun Puspa malah menggelengkan kepalanya tanda menolak tawaran Ilham


"Aku bisa jalan sendiri." Ucap Puspa.

__ADS_1


Puspa menarik tubuhnya dari Ilham.


"Ini sudah jam berapa ya?" Gumam Puspa. Ia merogoh tas nya dan tidak menemukan apa yang ia cari.


"Hp ku. " Puspa agak panik


"Eh, Hp? Kau letakkan dimana tadi?" Tanya Ilham sambil menutup pintu mobil.


"Aiiissshh aku meninggalkannya di rumah." Puspa makin tidak nyaman disini.


"Emmm, yasudah kita makan dulu ya. Hp nya di dalam rumah kan?"


Puspa hanya mengangguk.


"Jangan lama-lama ya."


"Eh, belum makan sudah kasih kode ingin pulang. Hahahah"


"Ayolah Ilham. Aku tidak tau, tapi aku merasa kurang nyaman." Puspa kesal


"Kalau begitu kita cari tempat lain, ya?" Tawar Ilham


"Tidak perlu. Disini saja. Ayo masuk " Puspa menarik tangan Ilham.


☘☘☘


"Ayo pilih menu yang kamu sukai." Ilham tersenyum lebar


Tiba-tiba Puspa teringat Arga yang pernah mengajaknya ke cafe dan memesankan susu untuknya. Puspa menyukai susu itu dan kebetulan di cafe ini juga menyediakan menu susu tersebut.


"Susu yang ini sama cake" Ilham mengangguk


"Yang lain?" Tanya Ilham


"Tidak.. Aku mau itu saja.. Susunya enak loh" Ucap Puspa tersenyum.


Ilham lega bisa melihat Puspa tersenyum lagi.


"Oh iya? Baiklah aku juga akan pesan menu yang sama denganmu" Ucap Ilham senang.


Puspa menganggukkan kepalanya pelan.


***


Usai membayar tagihan, Ilham menggandeng tangan Puspa menuju keluar cafe. Puspa sedikit berontak, Ilham yang menyadari itupun langsung melepas genggaman tangannya.


"Emmm langsung pulang ya." Puspa tersenyum


"Masih jam 9, mau jalan-jalan sebentar tidak?" Ilham berharap Puspa mengiyakan ajakannya tersebut. Ilham merasa malam ini acara dinnernya tidak sesuai ekspetasinya.

__ADS_1


"Tidak deh... Aku lelah"


Nampak raut kekecewaan di wajah Ilham


"Baiklah... Huffttt"


"Maaf , ya." Puspa merasaa bersalah, tapi ia tidak bisa membohongi dirinya sendiri. Ia kurang nyaman dan ingin cepat pulang.


"Iya, tidak masalah. Lain kali kita dinner lagi ya?" Ilham memelas


Puspa menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Eeemmm.... Lihat sikon ya. Heheh... Ayo pulang"


"Huufftt baiklah, kuharap kau akan mengiyakan ajakanku" Ucap Ilham dengan nada sedih.


Puspa menggigit bibir bawahnya karena merasa sungkan


☘☘☘


"Oh iya, susu yang tadi benar-benar enak ya, berbeda dari susu lainnya" Ilham membuka pembicaraan. Karena semenjak tadi, sunyi menemani mereka berdua.


"Iya... Mangkanya aku pesan itu saja. Aku juga tidak lapar tadi"


"Kenapa tidak bilang kalau kau tidak lapar tadi?" Ilham menghela nafas.


"Heheheh tidak apa-apa. Aku juga sempat bingung tadi saat melihat menu-menu di cafe tadi. Lalu aku teringat Tuan Muda pernah memesan susu yang sama tadi." Puspa bercerita seperti tanpa beban


"Maksudnya?"


"Ya Tuan Muda pernah mengajakku ke cafe dan memesankan aku susu yang sama seperti tadi. Karena hari itu aku sedang datang bulan, jadi hanya di pesankan susu itu sebagai pengganti es ku yang ia jatukan." Jawab Puspa enteng.


Puspa tidak menyadari perubahan raut wajah Ilham yang sudah memerah menahan amarah. Puspa tersenyum-senyum sambil memandangi jalan raya dari jendela mobil.


Ilham menambah kecepatan mobilnya. Ia menggenggam setir mobil dengan tekanan yang kuat.


Puspa yang merasakan mobilnya melaju lebih cepat sedikit panik, apalagi Ilham menyalip kendaraan di depannya dengan cepat.


"Ilham hati-hati.. Kalau kecelakaan bagaimana?" Tegur Puspa


Ilham tidak menjawab. Puspa terkejut melihat Ilham yang mengeratkan genggaman di setirnya.


"Ilham kau kenapa?" Panik Puspa. Ia menyentuh tangan Ilham, seketika genggaman Ilham di setir mulai melonggar.


"Aku takut." Lirih Puspa...


Ilham mengusap wajah dengan tangan kirinya.


"Huufft maafkan aku." Ilham menghela nafas, ia kemudian mengelus rambut Puspa.

__ADS_1


Puspa masih terheran-heran


__ADS_2