
Hari ini Rasya di ijinkan pulang oleh doctor setelah melakukan pemeriksaan menyeluruh. doctor menyarankan Rasya untuk sementara di jauhkan dengan orang orang yang menurut doctor akan memicu emotional atau traumatic pada diri Rasya . kedua orang tua Rasyapun memahami akan hal itu dan mereka memutuskan untuk sementara mama Rasya menemani Rasya di apartment Rasya sedangkan papa Rasya harus kembali karena tidak bisa meninggalkan pekerjaannya dalam waktu yang lama.
beberapa hari Rasya berada di apartmentnya,sedangkan Alvin sedang mencoba mencari bukti bukti kuat untuk menangkap dalang dari semua ini.
"Sya.... bolehkah mama bertanya sesuatu? "
" iya ma.... ada apa? " tanya Rasya ketika sedang menonton serial drama korea kesukaannya yang di bintangi Lee min ho.
"maafkan mama sya mungkin pertanyaan mama sedikit membuat kamu merasa sedih dan takut. sudah 1 minggu ini keadaanmu semakin membaik dan lebih tenang. mungkin saatnya mama menjelaskan sedikit kekeliruan disini."
"maksud mama? " tanya Rasya sedikit bingung dan menatap manik mama yang sedikit rasa khawatir terlihat jelas di wajah mamanya itu.
" ini tentang kejadian itu" ucap mama Rasya sambil menggenggam tangan Rasya untuk mendengarkan mamanya sebelum emotionalnya membuncah.
beberapa detik kemudian mama Rasya mengeluarkan ponsel miliknya dan menunjukkan sebuah video rekaman... dari awal dimana George dan anak buahnya terlibat disitu sampai kejadian di mana orang suruhan George membawa Alvin ke kamar itu. Rasya pun memperhatikan setiap video yang ada dalam handphone milik mamanya dan sedikit menatap mamanya untuk mendapat penjelasan.
"kamu tau... Alvin berusaha mengontrol obat perangs***g yang sudah di minumnya. memang sangat sulit untuknya menahan hal itu. tapi pada akhirnya memang dia berhasil dan tidak menodai mu sya" ucap mama penuh kehati-hatian dan membelai rambut Rasya perlahan. Rasya pun menunduk dan memikirkan semua itu. membuat Rasya merasa bersalah dan sedikit merasa benci pada Alvin karena biar bagaimanapun dia melihat bagian gunung kembar jumbo miliknya membuat dia merasa malu.
__ADS_1
"maafkanlah nak Alvin, anak mama sayang.mama ingin kamu menjalin pertemanan dengan Alvin, dengan begitu mama dan papa di indonesia juga akan merasa tenang karena Alvin menjagamu. dia sendiri yang mengatakan untuk menebus segala kesalahan yang sudah dia lakukan. Alvin akan menjadi bodyguard mu sampai kamu lulus nak. "ucap mama Rasya sedikit berbohong.
" apaaaa... bodyguard? no mom, i dont want! " ucap Rasya lantang.
lalu dengan mata berkaca-kaca mama Rasya totalitas action infront Rasya.
" mama mohon nak.... mama akan sedih dan menangis sepanjang malam karena memikirkan dirimu. biarkan nak Alvin menjagamu.karena besok mama harus kembali ke indonesia. kali ini dengarkan mama! mama tidak mau mendengar apapun alasanmu. kali ini... mama mohon kamu benar benar paham.semua ini demi kebaikanmu nak" ucap mama Rasya sedih dan berlalu meninggalkan Rasya begitu saja membuat Rasya menyesal telah membuat ibunya bersedih.
Pagi hari yang cerah di negara Singapura. seperti biasa Rasya akan bangun pagi dan membuat sarapan untuk mamanya dan untuk dirinya sendiri. terlihat mama Rasya yang membawa koper besar dan sudah rapi.
"ma.... jadi mama beneran pulang hari ini? " tanya Rasya yang di angguki oleh mama Rasya.
" tapi ma... Rasya.. "
" stttttt.. mama tidak mau mendengar apapun, mama pergi dulu ya nak.. taxi mama sudah menunggu di luar" sambil membelai pipi Rasya, mamanya mencium pipi Rasya dan meninggalkan Rasya yang kemudian di buntuti Rasya sampai ke depan apartment dimana taxi yang di pesan mama nya sudah menunggu di loby. Rasya pun memutuskan untuk kembali ke apartmentnya.dan segera bersiap siap untuk pergi ke kampus karena sudah seminggu Rasya tidak masuk mengikuti beberapa mata kuliah. sudah tentu Rasya tertinggal jauh dengan teman teman kuliahnya.
sesampainya di kampus.banyak pasang mata menatap Rasya dengan tatapan yang sulit diartikan. dengan sedikit bingung Rasya melihat sekelilingnya dan beberapa mahasiswa dan mahasiswi di sana seperti berbisik. dengan perasaan yang tak menentu Rasya pun mengabaikan tatapan teman teman dan hanya langsung menunduk dan berjalan menuju ruang kelasnya. sampai di depan kelas seseorang laki-laki dengan tinggi 170 cm menatap Rasya dengan amarah dan sengaja menubruk lengan Rasya dengan keras yang hampir membuat Rasya terjatuh akan tetapi tertahan dengan seseorang yang tepat berada di belakangnya dan menahan tubuh Rasya agar tidak tumbang.
__ADS_1
dengan tatapan smirk George melihat Rasya dan laki-laki itu.
"disgusting " ucap George lirih tepat di telinga Rasya membuat Rasya melebarkan matanya dan melotot ke arah George. ingin Rasya mencakar wajah George saat itu juga akan tetapi di tahan oleh Alvin yang sedari tadi menatap George dengan tatapan membunuh.
dengan langkah tegap... Alvin mendekati George dan berbisik sesuatu padanya.
"dont touch her, dont hurt her. once u do that to her.i will make sure your father headquarters will be leveled to the ground. "(jangan menyentuhnya, jangan melukainya. sekali saja kamu melakukan itu kepadanya. aku akan pastikan markas besar ayahmu akan rata dengan tanah.)
mendengar ucapan Alvin kini giliran George melebarkan matanya dan menatap Alvin dengan penuh tanya. dengan sikap natural Alvin merangkul pundak George dan menunjukkan sebuah video dimana semua kejadian yang terjadi padanya telah terekam dan dia semakin melebarkan matanya ketika salah satu markas yang berada di wilayah perbatasan Singapura dan negara M terjadi ledakan besar yang membuat semua anggotanya mati mengenaskan.
"this is nothing George, just remember that! dont try to play me. or you will regret! take good care of my words, you dont know who i am! "(ini bukan apa apa George, hanya ingat itu! jangan coba coba bermain denganku atau kamu akan menyesal! camkan baik baik ucapanku, kamu tidak tau siapa aku!" kemudian alvin menyudahi ucapannya dengan menepuk pundak George dengan keras dan menyuruhnya untuk segera duduk akan tetapi George tidak menanggapinya dan meninggalkan kelas sedang Rasya benar benar tertunduk dan tidak ingin menatap wajah Alvin intents yang membuat Alvin menatap Rasya dengan senyum yang tak terlihat. tiba-tiba sebuah buku tebal menimpuk kepalanya.
"awwww.... " Rasya meringis kesakitan dan menatap sang pelaku yang menipuknya dengan buku tebal.
"apa kamu akan terus mematung di situ nona Rasya?" tanya Alvin dengan senyum manisnya
dengan cemberut dan menghentakkan kakinya Rasya memanyunkan bibir 5 centi yang membuat Alvin tersenyum samar. Rasyapun duduk dan mengikuti mata kuliah yang Alvin terangkan dengan konsentrasi penuh tanpa melibatkan persaan benci dengan sang dosen. hehehe..
__ADS_1
hi... readers... please donk dukung author dan kasih masukan buat novel perdana ini bisa menciptakan novel novel berikutnya yang tak kalah seru... hari ini 1 bab dulu yah... see u tomorrow...