Pantaskah Aku Untukmu

Pantaskah Aku Untukmu
Hiasannya Jelek


__ADS_3

Jam menunjukkan pukul 09:30


Puspa mengikat rambutnya lalu mengirim pesan pada Arga untuk mengirimkan shareloc kantor tempatnya bekerja


Arga : "Apa ada masalah?"


"Tidak, nanti akan kutitipkan sesuatu pada satpam sana"


Puspa langsung berjalan ke dapur untuk mengambil kue dan nasi kuning untuk Arga. Dengan kue yang tidak terlalu besar, Puspa tidak terlalu kerepotan membawanya.


Ia langsung keluar rumah dan mendapati kang gojek sudah menunggu diluar rumah.


"Mari mbak saya bantu pakai helm"


"Eh? Tidak usah, Pak"


Puspa meletakkan bawaannya diatas motor dan memakai helm


"Berangkat, Pak"


"Siap, mbak!"


Di sepanjang perjalanan Puspa senyum-senyum sendiri, ia membayangkan terkejutnya Arga saat diberi kejutan ini.


"Dia pasti akan komplain karena hiasan kuenya tidak bagus, hahaha"


"Hmmm lumayan jauh, ya" ucap Puspa


"Iya, mbak. 5 menit lagi sampai"


"Okeeee!" balas Puspa dengan semangat.


"Nanti berhenti di pinggir jalan saja"


"Siap, mbak"


Puspa tidak sabar memberikan hasil masaknya hari ini,


🍀🍀🍀


"Kuharap dia tidak membuat masalah" gumam Arga.


Arga jadi penasaran apa yang akan dititipkan pada satpam. Tak tahan dengan rasa penasarannya , Arga memutuskan akan turun dan melihatnya sendiri.


***


Puspa menyodorkan ongkosnya. Ia memandangi gedung tinggi didepannya itu dengan rasa kagum


"Waaahhh ini milik Tuan Besar? Hebat" gumam Puspa


Puspa merasa ada yang mengawasinya, ia celingak-celinguk dan tidak melihat siapapun kecuali kendaraan yang berlalu lalang


Puspa menyebrang jalan dan berjalan dengan langkah kecil,


"Permisi, mbak. Ada yang bisa saya bantu?" tanya Satpam


"Saya mau titip ini untuk Tuan Arga"


Puspa menyerahkan kotak bawaannya


"Baik, ini dari siapa?"


"Bilang saja dari... Emmm dari..."


"Aku siapanya ya? Teman? tidak. Bawahan? bisa jadi"


"Mbak?" panggil Satpam karena Puspa melamun


"Eh!"


"Bilang saja ini dari... Bekas pembantunya" ucap Puspa dengan berat hati


"Baik," Satpam yang masih berusia 30 tahunan itu sedikit terpesona akan kecantikan Puspa


"Terima kasih" ucap Puspa tersenyum,


Arga menaikkan alisnya, ia bingung kenapa Puspa menitipkan kotak-kotak itu


Sebelum Satpam itu masuk, Arga keluar terlebih dahulu dan mengambil alih kotak dari Puspa


"Ini dari bekas pembantu anda, Tuan"


"Dia kekasihku" Arga masuk kedalam dan membuat Satpam tadi terkejut


"Pupus sudah harapan, hahah" ucap Satpam dengan suara pelan

__ADS_1


***


"Puspa..." Elisa yang sedari tadi mengawasi Puspa sedikit merasa tersaingi


Elisa menepis perasaan itu, ia kembali bersembunyi dibalik pohon yang agak besar


"Hmmmm aku merasa sedang di awasi, tapi siapa?" Puspa berkacak pinggang


Mengabaikan itu, Puspa berharap Arga akan menyukai kue dan nasi kuning buatannya


Puspa menepuk jidatnya,


"Harusnya aku juga bawa nasi kuning untuk Elisa"


***


Puspa setengah berlari dan masuk ke dalam rumah, ia membuka tudung saji dan segera mengambil kotak bekal makanan


"Masih cukup untuk Elisa" Puspa tersenyum sambil menyiapkannya


"Aku akan minta komentar tentang rasa nasi kuningnya, heheh"


Tersisa 1 centong nasi kuning, Puspa mengambil piring dan melahapnya


Puspa bergegas ke rumah Elisa. Saat akan menutup pintu, Bapak Puspa datang


"Eh? Bapak?"


"Assalamualaikum, nak"


"Wa'alaikum salam, Pak. Kenapa tidak bilang mau kesini?"


"Apa Bapak butuh izin untuk datang kesini?"


"Yaaa tidak juga, sih. Ayo masuk dulu"


Puspa masuk ke dapur untuk membatalkan nasi kuning yang akan diberikan pada Elisa


"Maaf, El. Lain kali saja ya ku buatkan heheh" gumam Puspa


Saat akan menumpahkan nasi kuningnya dari kotak bekal makanan, tangan Puspa ditahan


"Bapak?"


"Apa itu untuk temanmu?"


"Kalau begitu jangan dibatalkan. Bapak kesini hanya ingin bertemu denganmu. Bapak merindukanmu dan juga rumah ini"


"Tapi Bapak harus mencicipinya"


"Tidak, masakan Puteri Bapak pasti lezat" Bapak Puspa mengusap rambut Puspa


"Adikmu sebentar lagi akan lahir, Bapak harap kamu mau menerimanya"


"Yah kalau adikku sih tidak bersalah, yang salah kan Bapak sama Rina itu"


"Iya Bapak tau, jadi kamu jangan sungkan untuk berkunjung ya"


"Puspa tidak sudi menginjakkan kaki dirumah wanita itu. Dan jangan sampai wanita itu menginjakkan kaki dirumah ini"


"Aku hanya menerima adikku, bukan hubungan kalian. Sampai kapanpun itu" Puspa menutup kembali kotak bekal makanan


"Bagaimana kalau kami bercerai?" tanya Bapak Puspa


"Bapak berniat merusak kehidupan adikku?" tanya balik Puspa


"Bapak ingin kita hidup bersama lagi"


"Aku bisa menerima keberadaan Bapak dan adikku, tapi tidak dengan perempuan itu. Tapi, teerserah Bapak mau cerai atau bagaimana"


****


Arga tersenyum tipis saat membuka kotak dari Puspa, Arga membaca kartu ucapan yang ada di sebelah kue tart


"Hiasannya jelek, tulisannya juga jelek" cibir Arga tapi di sertai senyum


Arga memotong kuenya dan memakannya sedikit


"Terlalu manis, kau benar-benar payah" cibir Arga lagi,


Meski begitu Arga tetap memakannya dengan perasaan yang berbunga-bunga.


"Ehem"


Arga melihat siapa yang masuk tanpa mengetuk pintu

__ADS_1


"Papa, apa ada masalah?"


"Wah wah, kue dari siapa itu?" Papa Arga mengabaikan pertanyaan Putranya dan malah bertanya kue yang sedang disantap Arga


"Dari Puspa. Katakan, kenapa Papa kesini?"


"Hohooo Puspa, ya. Perusahaan ini milik Papa loh, jadi Papa bisa datang kapanpun"


"Hm"


Arga menutup kembali kotak berisikan kue tart dari Puspa.


"Tidak mau berbagi dengan Papa?"


"Hanya aku yang boleh memakannya, Papa dan Mama pun tidak boleh. Aku tidak akan membaginya pada kalian" Ia pun tidak berinisiatif untuk berbagi dengan keluarganya


"Dasar" Papa Arga menggeleng kepalanya, ia mengerti saat ini Putranya sedang berada di fase yang namanya 'Jatuh Cinta'


"Tapi... Ya sudahlah" Arga memotong kuenya sedikit dan di sodorkan pada Papanya


"Ini saja, jangan nambah" Arga menutup kembali kotak kuenya


Papa Arga terkekeh dan memakan kuenya


"Enak, apa dia membuatnya sendiri atau beli?"


"Dilihat dari hiasannya, dia membuatnya sendiri. Rasanya juga kacau" jawab Arga dengan wajah datar


Papa Arga ingin tertawa keras saat melihat tingkah Putra semata wayangnya ini.


🍀🍀🍀


"Eh? Elisa tidak di rumah ya"


"Iya, Nak Puspa"


"Ya sudah, saya titip ini ya, Pak"


"Siaaaapp, buat Pak Tono ada gak nih?"


"Heheh sayangnya hanya cukup untuk Elisa" Puspa memang sudah akrab dengan pekerja di rumah Elisa


"Yaaahhhh kecewa, nih"


"Hahaha Pak Tono minta Istrinya saja untuk membuatkan nasi kuning"


"Masih LDR"


"Minta dikirim fotonya saja, hihi"


"Bisa saja kau ini. Kalau begitu hanya Istri Pak Tono yang kenyang"


"Kan sayang istri, harus rela hanya bisa melihat fotonya, hihi"


"Dasaaar perempuan"


Setelah bergurau dengan Pak Tono, Puspa pulang dengan jalan kaki.


"Hhhhh salahku juga tadi tidak mengabari Elisa terlebih dahulu" gumam Puspa


****


Elisa memandangi kotak makanan dari Puspa


"Apa ini yang diberikan pada Arga tadi, ya?"


"Huuffttt apa yang telah ku lakukan? Aku diam-diam menyakiti sahabatku sendiri" Elisa menyentuh dadanya


"Tapi aku sudah berusaha untuk menghilangkan perasaan ini dan hasilnnya kian hari semakin besar saja"


"Puspa, maaf"


Elisa menyuapkan nasi ke dalam mulutnya dengan perasaan sakit.


"Kalau kau tau perasaanku pada Arga, kau pasti akan sangat kecewa padaku, Puspa"


Elisa mengunyah nasi kuningnya dengan disertai rasa sakit dan seakan-akan tidak mampu memakannya


"Aku tidak tau harus bagaimana lagi agar aku bisa menghilangkan perasaan ini"


Saat makanannya ditelah, tenggorokannya agak nyeri.


"Walaupun kau tidak pernah mengatakan kepadaku bahwa kau mencintai Arga, tapi dari perlakuanmu terhadapnya membuatku mengerti bahwa kau mencintainya. Kau hanya bersembunyi di balik kata-kata 'dia menyebalkan' "


"Rasanya lezat, tapi kenapa terasa sakit saat ku telan" Elisa menitikkan air matanya

__ADS_1


"Maafkan aku, Puspa. Aku sudah berusaha menghapus perasaan ini dengan beberapa cara. Tapi hasilnya aku semakin ingin memiliki Arga. Aku egois, ya?"


__ADS_2