Pantaskah Aku Untukmu

Pantaskah Aku Untukmu
Flashback Off


__ADS_3

Puspa : "Baiklah, mau bertanya apa?"


Arga : "Tidak. Aku hanya becanda."


Puspa menghela nafas lega,


Puspa : "Ha ha ha. " Puspa tertawa garing


Arga : "Apa kau ingat sesuatu yang terjadi pada kita malam itu?"


Puspa terdiam. Memutar ingatannya untuk mengingat kejadian-kejadian sebelumnya.


Puspa :" Banyak sesuatu yang terjadi padaku. Tapi kalau malam hari, kurasa tidak ada." Jawab Puspa dengan enteng


Arga membulatkan matanya. Tidak mungkin ia salah lihat malam itu.


Arga :"Jangan berbohong. Aku tidak suka kebohongan"


Puspa : "Semua orang tidak suka akan kebohongan. Aku berkata jujur. Kita tidak pernah bertemu pada malam hari setelah aku pergi dari rumahmu" Puspa mendengus sebal


Arga : "Jangan memancing emosiku. Jawab dengan jujur"


Puspa kebingungan. Di sisi lain Arga merasakan tubuhnya panas dingin. Tapi Arga tetap bersikukuh bahwa malam itu perempuan yang tidur bersamanya adalah Puspa.


Arga : "Dengar, aku tidak mau jawaban yang seperti itu. Langsung to the point"


Puspa melotot ke arah Hp nya


Puspa : " Apa yang kau bicarakan Tuan? pertanyaanmu konyol sekali"


Arga : "Konyol katamu? Ini masalah serius Puspa. Bagaimana jika kau hamil?"


"Uhhuukk" Puspa tersedak ludahnya sendiri


Puspa : "Hamil apa yang kau maksud Tuan? Aku benar-benar bingung"


Puspa semakin kebingungan.

__ADS_1


Arga : "Puspa jangan pura-pura lupa. Kita telah melakukan hubungan intim pada malam itu ketika aku mabuk. Dan aku tidak memakai pengaman karena kejadian itu di luar dugaan. Tidak menutup kemungkinan kau hamil." Arga memejamkan matanya setelah mengucapkan unek-uneknya.


Wajah Puspa memerah karena amarah.


"Apa yang kau bicarakan? Tidur bersamamu? Kau anggap aku wanita macam apa? aku tidak pernah melakukan itu denganmu Tuan. Meski kau bayar 1 M pun aku tidak akan mau. Aku tidak serendah itu. Setelah pergi dari rumahmu, aku tidak keluar malam."


Puspa menahan sesak di dadanya. Buliran cairan bening menetes dari sudut matanya.


"Puspa tidak perlu menutupi itu. Jelas-jelas yang ku lihat adalah dirimu. Jangan sok suci begitu. Bukankah bagus karena aku sudah mengakui dan aku akan bertanggung jawab" Arga juga mulai emosi dan menganggap Puspa berbohong.


"Hiks. Aku membencimu. Kau anggap aku perempuan apa. Kau menganggapku sudah tidur bersamamu, bahkan kau mengatakan aku berbohong"


"Puspa, kalau kau berbohong, aku tidak akan menghubungimu dan aku tidak akan bertanggung jawab" Ancam Arga


"Terserah . Aku tidak akan mati jika kau tidak menghubungiku. Kau fikir aku akan mengejar-ngejarmu? tidak. Aku juga tidak akan menghubungimu" Puspa mengusap air mata di pipinya.


"Baik, jangan hubungi aku" Arga mencoba mengancam Puspa yang di rasa akan berhasil membuat Puspa mengaku.


"Oke. Aku tidak akan menghubungimu lagi. Bye"


Tut tut tut


"Tidur apa yang dia maksud. Hikss... Aku bukan perempuan seperti itu.. Hikss.." Puspa memeluk Lututnya..


Di sisi lain, Arga membanting Hp nya ke kasur. Ia menendang sofa di kamarnya.


"Perempuan Gilaa!!!" Umpat Arga


FlashBack Off.


(Yang bingung kenapa Arga seperti itu, baca episode 54, dengan judul '**Mabuk')


🌺🌺🌺**


Puspa melayani pelanggan dengan sedikit murung, sampai-sampai ia tidak sengaja menjatuhkan minuman milik pelanggan


"Maaf-maaf... Saya tidak sengaja" Puspa segera memunguti pecahan gelas. Sedangkan si pelanggan terus mengumpat Puspa.

__ADS_1


Mendengar suara keributan di pemilik warung datang menghampiri.


"Aduh Puspa.. Jangan kau bersihkan begitu. Ambil sapu. Nanti tanganmu terluka."


Puspa tersenyum tipis. Padahal tadi ia berfikir bos nya ini akan marah, tetapi nyatanya tidak.


"Baik, Bu. Maaf" Puspa langsung ke belakang untuk mengambil sapu.


****


"Kamu kenapa?"


Puspa yang sedang membersihkan meja hanya menggelengkan kepala.


"Saya tidak apa-apa kok. Oh iya, hari ini lembur kah?" Puspa tersenyum


"Tidak. Itu teman-temanmu sudah pulang. Hanya kau yang setiap hari membantuku untuk beres-beres. Tapi kau juga selalu menolak uang bonus"


"Ahaha.. Tidak masalah. Daripada di rumah saya berdiam diri." Puspa kembali mengelap meja dan menaikkan kursi ke atas meja.


Setitik air mata mengalir dari sudut mata Puspa. Mau tidak mau ia merindukan Arga. Dan menyesali perkataannya. Tapi Arga juga melarang Puspa untuk menghubunginya. Ia serba salah.


"Baiklah, sepertinya kesehatanmu sedikit terganggu. Ku beri keringanan, besok tidak masalah kalau kau datang telat" Ucap Pemilik warung


Puspa mengangguk.


"Terima kasih, Bu" Ucap Puspa ramah.


🌺🌺🌺


"Argaaaaa, sayang sini..." Panggil Mama Arga dari luar kamar


Arga yang baru mandi pun berdecak sebal


"Ada apa?" Tanya Arga sambil mengenakan pakaian.


"Ada deh.. Kamu turun ke bawah dulu ya. Ada kejutan." Ucap Mama Arga dengan girangnya

__ADS_1


"Hm" Arga memutar matanya, bosan


__ADS_2