Pantaskah Aku Untukmu

Pantaskah Aku Untukmu
Aku Akan Melamarmu


__ADS_3

"Tuan Muda turunkan aku. Kita hampir sampai di ruangan Ilham. Aku mau mencuci buahnya" Puspa panik campur malu.


"Haruskah ku solasi mulutmu agar bisa diam?"


Puspa memutar mata bosan.


"Menyebalkan"


Puspa menggigit lengan Arga saat mereka sampai di depan pintu. Arga sedikit meringis lalu menurunkan Puspa.


"Haahhh kenapa tidak terfikirkan cara seperti ini dari tadi" Gumam Puspa.


"Kau.. Berani menggigitku" Arga menatap tajam Puspa.


"Maaf.. Tapi itu harus ku lakukan. Wkwkkw"


Ibu Ilham yang mendengar keributan dari luar pun membuka pintu.


Arga dan Puspa terkejut.


"Eh Nak Puspa.. " Sapa Ibu Ilham.


Ia juga tersenyum pada Arga.


Puspa tersenyum dan mencium punggung tangan Ibu Ilham. Arga sedikit tidak suka


"Ayo masuk-masuk." Ibu Ilham mengajak Puspa dan Arga


"Eh Puspa" Ilham yang tadinya hampir terlelap jadi terbangun.


"Selamat pagi.." Puspa tersenyum dan mendekat pada Ilham.


Pandangan Ilham dan Arga beradu.


"Nak, duduk sini" Ibu Ilham menyuruh Arga duduk. Arga pun menurut. Ia duduk dan matanya terus mengawasi Puspa dan Ilham


"Pagi juga.. Wah pagi-pagi sudah datang. Apa ini merepotkanmu" Ilham senang


"Sangat merepotkan" Gumam Arga

__ADS_1


"Ah tentu tidak.. Bagaimana kondisimu? Apa sudah membaik?" Tanya Puspa.


Arga mendengus sebal. Ketika Arga sakit dulu Puspa tidak berbicara selembut ini.


"Bisa melihatmu itu membuatku lebih baik." Ilham tersenyum. Puspa tersipu malu.


"Haha. Kau gombal ya. Selama beberapa tahun ini berapa gadis yang bisa kau pikat dengan gombalanmu?" Puspa mengambil kursi untuk duduk di samping Ilham.


"Ahahah tidak. Kau terlalu berfikir yang tidak tidak. Aku hanya memikirkanmu saja" Ilham tersenyum dan Puspa sudah blushing


"Ehehe. Kau ini pandai mengacak-acak hati. Wkwk. Aku membawakanmu buah-buahan. Jangan lupa dimakan ya." Puspa tersenyum


"Tentu. Mana mungkin aku tidak memakan bawaan kekasih hatiku"


"Ilham...." Ibu Ilham memperingati Ilham.


Ilham hanya memutar mata bosan.


"Maafkan Ilham ya , Nak. Dia hanya bercanda pada istrimu" Ucap Ibu Ilham saat melihat raut wajah Arga yang tidak enak.


"Hm" Arga mengepalkan tangannya


Puspa mengatur nafas dan memasang wajah tenang.


"Jika kau buru-buru silahkan pulang dulu." Ilham tersenyum saat Puspa mengatakan itu.


"Kau-"


"Eemm Nak, Jangan buru-buru. Duduklah dulu. Kalian pasti lelah kan" Ibu Ilham tersenyum


"Hm. Oke jika itu maumu" Arga mengabaikan Ibu Ilham dan keluar ruangan.


Nampak raut wajah Puspa kecewa. Entah mengapa tapi ia seperti merasa sedikit bersalah.


Ilham tersenyum. Sedangkan Ibu Ilham merasa sungkan atas kejadian ini.


"Puspa.. Sebaiknya susul suamimu" Saran Ibu Ilham


Puspa membulatkan matanya.

__ADS_1


"Suami?!. Aku belum menikah, Bi."


Ibu Ilham terkejut.


"Tapi dia kemarin mengatakan bahwa kamu istrinya."


"Ha? Laki-laki tadi?"


Ibu Ilham mengangguk


"Dia bekas majikan Puspa. Bukan suami. Lagi pula, Puspa tidak mungkin jadi istrinya. Membayangkan saja sudah tidak pantas" Puspa menunduk.


"Eh.. Jadi.."


"Puspa... Kenapa kau sampai berfikir sejauh itu? Kan ada aku" Ilham meraih tangan Puspa.


Puspa menatap Ilham yang tersenyum.


"Setelah semuanya beres, aku akan melamarmu" Ucap Ilham mantap. Ibu Ilham tersenyum.


"Ibu tinggal ke toilet dulu ya. Kalian ngobrol saja" Ilham dan Puspa mengangguk.


Setelah Ibu Ilham keluar ruangan, Puspa menarik tangannya dari genggaman Ilham.


"Eee.. Anu.." Puspa kikuk


"Kita saling mencintai kan?!. Dulu kita saat masih kecil kita bejanji akan menikah. Aku akan menepatinya, Puspa"


Puspa bingung harus menjawab apa.


Saat bertemu dengan Ilham kemarin, Puspa sangat bahagia. Tapi kenapa hari ini hatinya seperti ragu.


"Emmm Ilham. Kurasa aku harus pulang. Aku belum bersih-bersih. Hehehe" Puspa menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Eh. Kenapa begitu.. Baru juga duduk sebentar" Ilham sedikit kecewa.


"Besok aku akan kesini lagi kok. Aku pulang ya. Assalamualaikum" Puspa meraih tas nya dan langsung keluar ruangan.


Ilham menatap Punggung Puspa yang sudah menghilang di balik pintu.

__ADS_1


"Kenapa?" Gumam Ilham.


__ADS_2