
Beberapa menit kemudian sebuah mobil datang. Turunlah seorang laki-laki berpakaian supir.
Ia membawa payung dari mobil.
"Tuan Muda, Maaf lama" Ucapnya ramah
"Hmm. Hp ku drop, telfonkan bengkel membawa mobil sialan itu" Arga menunjuk mobilnya dengan isyarat mata
Supir itu mengangguk. Arga membuka payung itu. Ia melangkah perlahan
Sedangkan Puspa miris tak ada tawaran sama sekali
"Ikutlah bersamaku" Arga menoleh sekilas
"Ha?" Puspa meyakinkan dirinya
"Nona, mari ikut bersama kami. Nona akan di antar pulang". Supir itu tersenyum
Hati Puspa berbunga.. Ia tak menolak itu.
Puspa berdiri di samping Arga di naungan 1 payung. Tapi Arga justru mendorong pelan Puspa
"Apa sih"
"Nanti kalau aku basah, mobilmu juga basah" Ucap Puspa menunduk dengan rasa bersalah algi karena lancang.
"Payungi aku dari belakang" Titah Arga. Puspa terkejut
"Kau fikir aku babu mu? sombong sekali"
Puspa menunduk. Ia memayungi Arga sampai masuk ke mobil.
πππ
Tak ada yang bersuara di dalam mobil. Puspa memandang tetsan hujan dari dalam mobil.
"Pasti sangat nikmat hujan begini makan mie. Wawww" Gumamnya
"Apa?" Arga mendengar sesuaty
"Ee tidak.."
"Panggil aku Tuan Muda. Mengerti?" Puspa terkejut lagi namun ia harus mengiyakan itu
__ADS_1
"Baik Tuan Muda"
"Bagus.." Arga tersenyum tipis
"Bolehkan aku membogemnya?"
"Belok arah mana Nona?" Tanya supir
" Kanan pak ada pertigaan belok kiri" Jawab Puspa.
"Tuan Muda, untuk masalah di taman, saya minta maaf." Puspa merasa malu
"Hm"
"Saya tau saya salah.. Tolong di maafkan ya"
"Hm"
"Ya ampunnn ganteng-ganteng sombong"
"Tuan memafkan saya?"
Arga mengunci bibir Puspa menggunakan jari telunjuknya
"Maaf Tuan." Puspa menyadari jantungnya kali ini sangat aneh. Detakan jantung nya yang cepat membuat wajah ayunya merona.
Arga sendiri tak habis fikir kenapa ia bisa mengotori tangannya itu dengan menyentuh gadis di depannya ini.
Sedangkan si supir tersenyum tipis melihat adegan itu. Berharap Tuan Mudanya itu bisa menjadi pribadi yang lebih hangat lagi.
Puspa mengatur nafasnya..
"Kenapa? bahagia di sentuh pria setampan aku" Bangga Arga
"Pd" Puspa langsung menutup mulutnya memggunakan jarinya
"Upsss maaff"
"Sok" Arga kesal
πππ
Mereka telah sampai di rumah Puspa. Mobil itu berhenti di halaman.. Hujan mulai reda.
__ADS_1
Puspa keluar dari mobil sambil menutupi kepalanya menggunakan jari-jarinya
"Terima kasih.. Silahkan mampir dulu" Tawar Puspa
Arga mengangguk dan turun dari mobil. Entah kenapa seperti ada maghnet di kaki Arga untuk.masuk ke dalam.
Arga memandang rumah itu.. Rumah yang sederhana dan bagi Arga itu rumah sampah saja.
Arga masuk ke dalam rumah Puspa dan di ikuti supirnya
"Silahkan masuk" Puspa membukakan pintu
"Duduk saja dulu ya... Saya buatkan minum.. Tapi hanya ada teh... Bagaimana?"
"Hm" Arga mendudukkan dirinya di kursi
Supir mengangguk
Puspa meletakkan tas nya di meja makan dan langsung menuju dapue untuk memanaskan air
Mata Arga terus berkeliaran memperhatikan ruangan itu
"Cocoknya gudang " Ucapnya
***
Puspa datang membawa 2 gelas teh hangat.. Ia mengeluarkan 1 toples kerupuk dan menyuguhkannya.
"Maaf.. Hanya ada ini" Puspa tersenyum getir
"Hm" Arga menyeruput teh itu
"Manisnya pas" Bathin Arga
"Terima kasih Nona" Ucap supir itu
Puspa ikut duduk.
"Sendirian di rumah?" Tanya Arga dingin
"Iya.. Ibu dan adikku baru saja meninggal beberapa hari lalu.. Dan Bapak sibuk kerja"
"Aku hanya bertanya jawab saja iya atau tidak. Aku tidak meminta penjelasan"
__ADS_1
"Ya ampun serba salahπ"