
"Kau adalah sahabatku satu-satunya, orang yang ku percayai. Katakanlah jika aku ada salah" Andre melepas pelukannya,
'Sahabat, ya?'
"Tidak, lupakan saja. Aku minta maaf padamu" ucap Yuli dengan lirih
"Pasti ada sesuatu yang tidak ku mengerti"
"Tidak, tidak ada yang harus di perjelas, karena memang dari awal sudah jelas, sangat jelas. Pergilah, aku ingin sendirian untuk saat ini"
Yuli berdiri di ikuti Andre
"Yuli, katakan dengan jelas! Aku tidak mengerti, kau berbicara seperti itu seakan-akan itu adalah kode sesuatu"
"Sudah ku bilang lupakan saja, Andre!"
"Aku tidak mengerti kenapa kau tidak pernah memahami apa yang ku ucapkan? Tidakkah ada 1 kalimat saja yang menyentuh hatimu? Aku tau! Aku tau ini memang salahku. Salahku sepenuhnya, hiksss. Aku juga tidak tau kenapa kenapa aku bisa berada di posisi saat ini, Andre. Aku bimbang, ketika aku mencintai seseorang tapi fisikku tidak baik-baik saja! Aku mencintainya, terus saja mencintai setiap harinya pada orang yang bahkan tidak peka sedikitpun! Aku juga lelah seperti ini, terlebih saat ia menaruh hati pada gadis lain saat itulah aku semakin merasa terpuruk"
"Kau tidak pernah mengatakan siapa yang kau suka, Yuli. Kau hanya mengatakan 'laki-laki itu', "
"Aaarrgghh!!! Lupakan saja, Andre!. Membicarakan hal ini tidak akan ada ujungnya"
"Ada, ketika kau terbuka dan memberi tahu siapa yang kau maksud"
"Cukup, aku sudah lelah. Aku memutuskan untuk membuang perasaan bodoh ini, perasaan yang membuatku tersiksa. Ya, akan ku lepaskan, selamanya"
"Bahkan kau pun tidak mengerti" imbuh Yuli, ia berjalan meninggalkan Andre
"Aku jadi semakin bingung" gumam Andre yang melihat punggung Yuli semakin menjauh
***
Yuli berdiri dihadapan cermin, ia memandangi pantulan dirinya
Sekelebat ingatan malam itu membuatnya sesak, Yuli tidak melihat jelas Pria itu tetapi ia akhirnya sadar bahwa dia telah melakulan hal yang tidak seharusnya
"Miris" gumam Yuli, ia mengasihani dirinya sendiri,
"Gagal menjaga diri, dan tidak bisa bersama dengan orang yang dicintai"
Yuli menyentuh perut datarnya, ia bersyukur karena ia tidak sampai hamil, ia juga tidak mengerti kenapa sampai tidak hamil
🍀🍀🍀
pukul 00:01
10 Desember 20xx
Puspa yang masih terjaga langsung berdiri di dekat jendela
"Selamat ulang tahun, Tuan" ucap Puspa dengan menyentuh dadanya
Puspa memandangi langit yang dipenuhi bintang malam ini, pria yang menyebalkan sekaligus yang ia sayang pada malam ini telah berusia 22 tahun.
__ADS_1
"Kalau begitu berarti dia kuliah di usia 18 tahun. Huuffttt bahkan aku tidak mampu sepertinya"
"Emmmm, sekarang aku kebingungan memilih hadiah untuknya" Puspa kembali ke ranjangnya, ia memangku wajahnya sambil berfikir hadiah yang cocok dengan Arga
"Hhhhhhh hadiahnya harus mewah, bukan?" Puspa mengerucutkan bibirnya
"Baju? Sepatu? Huuwaaaaaaa itu akan menguras habis dompetku!"
"Oke, sederhana tapi mewah, tapi apa?"
"Ckck, susahnya dekat dengan orang kaya ya seperti ini" Puspa memukul pelan kasurnya
Puspa merebahkan dirinya sambil menatap langit-langit kamar
"Jam tangan?"
"Setelan jas?"
"Haaiiihhh bahkan otakku terasa buntu disaat seperti ini"
"Traktiran makan malam yang mewah? Tidak, sekali makan bisa habis isi dompetku"
"Jalan-jalan? Tidak juga"
"Adakah yang bisa membantuku??????!!!"
🍀🍀🍀🍀🍀
Ke esokan paginya, Puspa bergegas untuk ke koto bahan kue, setelah semalaman berfikir dengan keras ia akan membuatkan Arga Kue Tart dan kado semampunya
Sesampainya di toko bahan kue, Puspa kebingungan. Dengan bantuan karyawan, Puspa mendapatkan semua bahan. Tidak lupa ia juga membeli aksesoris untuk kuenya.
Usai berurusan dengan bahan kue, Puspa langsung menuju mall, ia mencari kado dengan harga yang tidak terlalu menguras dompetnya.
"Puspa!"
Ia terkejut saat ada seseorang yang memanggilnya, Puspa menoleh
"Dokter? Selamat pagi" ucap Puspa dengan senyumannya
"Hhhhh senyumannya, tolong" bathin Andr**e
"Lama tidak berjumpa, pagi-pagi sudah disini?" tanya Andre
"Heheh, iya. Ada sesuatu yang penting. Dokter sendiri sedang apa disini?"
"Aku mencari sesuatu untuk sahabatku, yaahh bagaimana ya, mungkin dengan hadiah ini aku akan mampu membujuknya" Dokter Andre
"Ooohhh, baiklah kalau begitu, saya duluan" pamit Puspa
"Kenapa tidak kita cari bersama-sama saja? Kebetulan kau juga perempuan, jadi aku akan membutuhkan bantuanmu untuk memilihkan barangnya"
"Kumohon jangan menolaknya" bathin Andre. Ini adalah momen langka bisa bertemu dengan Puspa setelah sekitar 2 bulan lamanya
__ADS_1
Puspa berfikir tentang usulan Andre
"Benar juga, aku juga akan meminta bantuannya tentang hadiah untuk si menyebalkan itu" bathin Puspa
"Baiklah, Dokter. Sepertinya saya juga akan membutuhkan bantuan anda" Puspa tersenyum
Andre mengajak Puspa untuk melihat tas, sepatu dan meminta pendapatnya, begitupun juga dengan Puspa yang meminta pendapat Andre untuk jam tangan Arga
"Itu jam tangan laki-laki? Untuk siapa?" Andre penasaran
"Untuk orang yang menyebalkan, Dokter" jawab Puspa sambil tersenyum. Senyuman yang mampu memikat Andre
"Eeee anu, apa untuk suamimu?" Andre gugup
"Hihihi, saya belum menikah. Oh iya, terimakasih coklatnya, Dokter. Saya berencana akan menggantinya nanti"
"Tidak perlu, sungguh. Anggap saja itu tanda pertemanan kita yang benar-benar serius"
"Ha? Pertemanan yang serius?" Puspa bingung
"Tidak, tidak. Bukan itu maksudnya. Maksudnya ya itu, apa sih" Andre juga ikut kebingungan untuk menjelaskan maksudnya. Seketika suasana menjadi garing
"Hahaha, baikla-baiklah jangan di ambil pusing" Puspa tertawa
"Nah iya, iya, itu jangan diambil pusing" Andre menggaruk kepalanya yang tidak gatal
Mereka telah berhasil membeli barang-barang yang mereka inginkan, Andre memberanikan diri untuk mengajak Puspa mencari makan. Puspa menolaknya karena harus menyelesaikan kue untuk Arga
"Eee mungkin kita bisa lanjut mengobrol samb cari makan"
"Maaf sekali, Dokter. Saya harus segera pulang dan menyelesaikan ini untuk Tuan"
"Tuan?" tanya Andre
Puspa mengangguk sambil diselingi senyum.
"Terimakasih atas bantuannya tadi, Dokter. Saya pergi dulu. Semoga sahabat Dokter menyukai hadiahnya" Puspa sedikit membungkukkan badan dan meninggalkan Andre
"Kalau tidak salah, apakah Tuan yang dia maksud itu pria yang menemaninya di Rumah Sakit saat itu? Apa hubungan mereka, ya?" Andre mulai tidak tenang
***
Puspa menyodorkan uang ongkos pada Gojek, ia buru-buru ingin menyelesaikan pekerjaannya ini.
"Cepat, cepat! Jam 10" Puspa tergesa-gesa
Puspa mengenakan mulai mencampurkan bahan-bahan kuenya, ia berharap kue buatannya akan berhasil walau hanya bermodal dari youtube saja, apalagi dirinya tidak pandai dalam hal ini
Setelah semua bahan tercampur, adonan kue dituangkan ke loyang.
Tidak hanya membuat kue, Puspa juga akan membuat nasi kuning untuk Arga. Puspa berasa dikejar waktu yang terus berlalu. Ia berusaha optimis akan masakan yang dadakan seperti ini
🍀🍀🍀
__ADS_1
Makasih banyak dukungannya ya😁😁😁 Maaf kalau banyak typo, alur garing, dan lama up😅😅😅