
Tidak terasa sudah jam 20:30 dan Adik Puspa masih belum tidur, Puspa menemaninya di kamar sedangkan Arga ada di ruang tamu.
"Apa kita benar-benar tidak bisa keluar?" tanya Arga yang ikut ke kamar Puspa
"Maaf, ya. Kita keluarnya kapan-kapan saja. Aku takut kalau Adikku akan menangis nantinya"
"Hmmm"
Tiba-tiba Arga dan Puspa dibuat penasaran dengan suara seperti kentut
"Adikmu buang angin?" tanya Arga
Puspa menghendikkan bahu tanda ia juga tidak tau.
Suara itu terdengar lagi, Puspa mendekatkan telinganya ke atas perut Adiknya dan benar saja sumber suaranya berasal dari sana
"Apa buang air ya?" tanya Puspa pada dirinya sendiri
"Cek saja"
"Iya tau" Puspa langsung membuka pampres Adiknya dan tekejut saat Adiknya buang air besar. Ini adalah pertama kalinya ia mengetahui kalau Adiknya ini berjenis kelamin laki-laki
"Kecil" ledek Arga
"Apa siiiihhhhhh"
"Benar juga sih, 'burungnya' Adikku masih sangat mungil"
"Aaiisshshh apa sih aku ini?" batin Puspa saat melihat ***** Adiknya
Karena ia masih mengkonsumsi susu, jadi ee'nya tidak mengeluarkan bau yang tidak sedap
"Haduh, ini cara bersihinnya bagaimana?" Puspa mulai bingung lagi
"Jangan tanya kepadaku" Arga duduk di samping Adik Puspa dan menoel-noel pipinya. Kini Adik Puspa tidak lagi rewel, Arga perlahan menggenggam tangan mungil itu dan menyelipkan jari telunjuknya di antara telapak tangan Adik Puspa
Arga tersenyum tipis saat jari telunjuknya di genggam erat oleh tangan mungil nan halus itu. Arga mendekatkan wajahnya ke wajah Adik Puspa, ia dapat merasakan aroma hembusan nafas Adik Puspa yang menenangkan
Puspa memegang kedua kaki adiknya dan mencoba mengangkatnya
"Duh, apa tidak berceceran ya"
Kaki Adik Puspa aktif dan seperti akan menendang Puspa.
"Diam dulu ya kakinya" pinta Puspa
"Dia tidak akan mendengarmu"
"Kau ini" Puspa menyipitkan matanya
"Lihat tutorial saja di internet" saran Arga yang masih mengelus-elus tangan Adik Puspa
"Huuffttt internet lagi. Kenapa kau tidak mau membantuku saja?"
"Pakai saja Hp ku"
"Haa??"
"Kau bisa memakai Hp ku untuk membuka Google atau semacamnya, anggap saja itu bentuk bantuan"
Mendengar penjelasan Arga, Puspa mengambil bantal di samping Adiknya dan melemparnya ke Arga namun berhasil di tangkis
"Jangan membuatku kesal ya" Puspa memperingati Arga
"Hati-hati, takut bantalnya mengenai Adikmu"
Puspa memukul pelan jidatnya. Tak ingin berdebat, ia pun mengambil Hp miliknya dan mengakses internet.
Puspa mengetik "Tutorial mengganti Popok bayi yang Pup" . Arga terkekeh pelan melihat Puspa yang benar-benar mencari tutorial di internet
Beberapa detik kemudian Puspa menemukan tutorialnya, ia pun langsung mengikutinya. Puspa pergi ke kamar mandi untuk cuci tangan, setelah itu ia mengeluarkan barang-barang dalam tas yang diberikan Bapaknya. Ia mengambil popok yang baru.
Puspa menarik nafas dalam-dalam dan berusaha tidak panik, karena Google menyarankan agar tidak panik
Arga memandangi Puspa yang gugup sambil membersihkan Pupnya. Setelah selesai, Puspa mengambil popok baru dan ternyata Arga sudah mengangkat kaki Adiknya
"Eh?"
"Cepat"
__ADS_1
Puspa mengangguk. Beberapa menit kemudian pemasangan popok pun selesai. Puspa memasukkan popok yang sudah kotor ke dalam kantong plastik.
"Buatkan makanan" titah Arga
"Bisakah kau meminta bukan menyuruh?"
"Hm"
"Heeeeuuuhh. Tadi pagi aku sudah masak. Masih belum habis, kita makan itu saja?"
"Masakkan yang baru"
"Mie Instan?"
Arga menggeleng
"Telur?"
"Terserah saja"
"Baiklah, jangan komplain nanti setelah ku masakkan sesuatu. Tolong jaga Adikku, ya. Jangan mengganggunya"
"Oke" singkat saja
****
Arga menikmati masakan Puspa
"Kau juga makanlah"
Puspa menggeleng.
"Aku tidak lapar, dan aku juga sedang menggendong Adikku" tolak Puspa
Arga hanya diam dan melanjutkan makan malamnya. Setelah selesai ia mengulurkan kedua tangannya, Puspa tentu kebingungan
"Minta di gendong juga?" tanya Puspa dengan polosnya
"Bo*doh, berikan bayi itu padaku. Aku yang akan menggendongnya"
Puspa mengernyitkan dahi
Arga terdiam..
"Emm, bawa ke kamar saja"
"Nanti rewel kalau tidak di gendong. Dia juga belum tidur"
Arga nampak berfikir, setelah berfikir agak lama ia pun mengambil piring baru dan mengambil 2 centong nasi beserta lauknya. Puspa bertanya-tanya apa yang akan Arga lakukan
Ia menarik kursi dan meletakkannya di samping Puspa
"Hadap kesini" ucap Arga
"Kenapa?"
"Hm, lakukan saja apa yang ku perintahkan"
"Hmmmmmm baiklah Tuan Muda" Puspa menggeser posisi kursi dan berhadapan dengan Arga
Arga dengan kaku menyendok nasi dan lauk lalu menyodorkannya ke depan mulut Puspa. Puspa tersipu malu dan tidak tau harus bagaimana
"Buka mulutmu"
Puspa menurut, satu suapan nasi pun mendarat dalam mulut Puspa. Arga menyuapi Puspa yang menggendong Adiknya sampai nasi di piringnya habis
"Ehem! Apa kurang?" tanya Arga
Puspa tidak menjawab, ia hanya menggeleng. Arga meletakkan piring dan mengambil segelas air
"Minum" sambil menyodorkan ke mulut Puspa
Puspa meneguk habis air 1 gelas tersebut.
"Anu.... Terima kasih"
"Hm" Arga berdiri lalu menumpuk piring kotor lalu membawanya ke dapur
"Eh! Biarkan saja disitu. Biar aku yang mengurusnya" Puspa merasa sungkan
__ADS_1
"Tidak, biar aku saja. Dengan begini kau punya hutang budi padaku"
Puspa melongo mendengar ucapan Arga
"Yang benar saja"
****
22:00
"Arga, sudah jam 10" Puspa duduk di kursi yang ada di sebelah Arga
"Mengusirku?"
"Tidak, bukan begitu. Hanya saja..."
"Aku mengerti. Apa kau bisa mengurus adikmu sendirian?"
"Jangan meremehkanku ya" Puspa memicingkan mata
"Kau mengganti popoknya saja sudah seperti memutus kabel bom"
"Y-Ya itu kan wajar. Ini pertama kalinya bagiku mengurus bayi selain mendiang Adikku, karena aku sudah lupa juga"
"Hmm, baiklah. Aku akan meminta Bi Ina untuk membantumu"
"Aku menolak. Dia sudah kelelahan bekerja di rumah besarmu itu, jangan menambah pekerjannya"
"Hm, hubungi aku nanti jika terjadi sesuatu" Arga berdiri dan Puspa ikut berdiri
"Mau pulang?"
"Ke Planet lain"
"Jangan ngelawak, ya" Puspa menahan tawa
Arga hanya menghela nafas. Arga mendekat dan berdiri di depan Puspa. Mata mereka saling bertemu
Arga tidak berkata apa-apa, ia langsung mencium kening Puspa dan mengelus pipinya
"Eh?" Puspa loading
Arga berjalan keluar pintu namun langkahnya terhenti saat Puspa menarik jari tangan Arga
"Ada apa?" dengan nada datar
"Anu, terima kasih atas bantuannya. Maaf merepotkamu" ucap Puspa sambil menundukkan kepala
Arga berbalik dan memeluk Puspa, Puspa merasa nyaman dan membalas pelukan Arga
"Kau... Belum mandi ya" bisik Arga
Puspa melepas pelukannya dan memukul lengan Arga
"Kau juga bau, pasti belum mandi" sambil menahan malu
Arga tersenyum tipis dan mengelus kepala Puspa
"Aku pulang" pamit Arga dan Puspa tidak menanggapinya karena masih malu akibat perkataan Arga
***
Puspa sudah mulai mengantuk, ia berbaring di samping Adiknya yang sudah tidur.
"Kau tidak bersalah, jadi kau tetap Adikku" ucapnya pelan. Puspa mengelus wajah halus Adiknya dan merasa gemas
"Oke, kita tidur yaaa. Selamat malam"
Puspa memejamkan matanya dan berharap bisa tidur pulas.
Waktu terus berjalan, jam menunjukkan pukul 00:02. Puspa tertidur pulas di samping Adiknya
"Ooeeeeeeekkkkk Oeeeeekkk"
"Hhhaaaahh!" Puspa terkejut, ia terbangun lalu mengucek matanya. Puspa mengambil Hp dan melihat jam baru 00:02
"Yaaahhh kok nangissss" Puspa menepuk pelan tubuh Adiknya. Adiknya kembali tenang saat Puspa menggendongnya
"Hoooaaaaammmm" rasa kantuk Puspa benar-benar kuat. Tapi saat Puspa meletakkan Adiknya di ranjang, Adiknya malah menangis kembali. Alhasil ia harus menggendong Adiknya terus sambil menahan kantuk
__ADS_1
"Aaahhh tidak semulus yang ku kira" lirih Puspa