
Arga dan Puspa telah selesai di rias, mereka menuju ruang resepsi. Mc membuka acara setelah kedua mempelai berdiri di pelaminan
Semua tamu yang hadir memuji keserasian Arga dan Puspa, Bapak Puspa sampai menitikkan air mata saat Mc menyebut nama keduanya
Tidak lama kemudian Andre datang bersama Yuli, mereka di sambut dan di minta mengisi daftar hadir, setelah itu mereka di persilahkan duduk di kursi yang telah di sediakan.
Yuli terpesona melihat dekorasinya dan ia juga terkesima melihat pengantinnya.
"Cantik sekali" gumamnya
"Siapa?" tanya Andre
"Puspa sangat cantik dan anggun, aku jadi ingin berfoto dengannya"
Andre tersenyum tipis.
Datang petugas yang menyuguhkan minuman untuk mereka
"Terima kasih" ucap Yuli dan Andre
Yuli meminumnya perlahan dan ia langsung menyukainya
"Enak" pujinya
"Mau nambah?" tanya Andre
"Kau ini..." Yuli menyikut perut Andre pelan
Setelah 15 menit berlalu, para tamu di persilahkan menikmati makanan yang telah di sediakan
Puspa merasa lelah, kepalanya terasa berat jadi ia memijit pelipisnya pelan. Arga yang melihat hal tersebut lalu membawa Puspa ke ruang make-up
"Eh?? Kok kesini? Belum waktunya ganti pakaian" Mua yang menangani Puspa terkejut
"Dia kelelahan" ucap Arga, ia meminta agar aksesoris di kepala Puspa dilepas dulu
Puspa merasa lega setelahnya, ia juga langsung bersandar di kursi agar dirinya merasa rilex
Setelah Beberapa menit Puspa sudah merasa baikan dan meminta agar aksesorisnya kembali di pasang
Elisa hanya duduk di pojok ruangan sambil menyantap kue dan sesekali menghela nafas saat melihat pelaminan
***
Memasuki sesi foto-foto, semua tamu di perbolehkan berfoto bersama pengantin. Yuli sudah tidak sabar akan hal tersebut, seketika ia melupakan bahwa dirinya pernah tidak menyukai Puspa karena cemburu
"Lihat itu, dia cantik sekali huhu" ucap Yuli sambil di gandeng Andre
"Tapi pengantin Prianya masih kalah tampan denganku"
"Dasaaarr"
Elisa berdiri di tengah pengantin dan berpose sesuai arahan fotografer. Setelah selesai, Yuli langsung menarik Andre menuju pelaminan untuk berfoto padahal Andre masih mengunyah kuenya
Setelah sampai di depan Yuli langsung menyalami Arga dan Puspa dan memberikan amplop
"Selamat, yaaaaa.. Kau cantik sekali. Aku sampai pangling" puji Yuli sambil cupika-cupiki dengan Puspa
__ADS_1
Puspa yang mendapat pujian tersebut tersipu malu.
"Terima kasih, yaa. Kamu juga sangat cantik"
"Ee... Selamat, ya" ucap Andre sambil menyalami Arga dan Puspa
"Terima kasih"
"Terima kasih, Dokter" Puspa tersenyum
Walau masih terasa sedikit sakit, namun Andre merasa ini tidak sesakit dulu.
"Terima kasih kalian telah menyempatkan waktu untuk hadir di pernikahan kami" sambil tersenyum
Mereka mengatur posisi lalu menghadap ke arah kamera. Elisa yang melihat itu langsung membuang muka, matanya berkaca-kaca
Ia benci untuk mengakui bahwa Puspa memang lebih cantik dan lebih beruntung darinya.
"Kenapa bukan aku?" gumamnya. Elisa meninggalkan ruang resepsi diam-diam, ia menuju kamar Arga yang di tandai rangkaian bunga di pintunya
Elisa celingak-celinguk memastikan tidak ada orang. Perlahan ia membuka pintu
'Ceklek'
Elisa menelan ludah melihat isi kamarnya, aroma harum semerbak bunga memenuhi isi ruangan tersebut, Elisa menutup kembali pintunya
Elisa menyentuh setiap barang di dalamnya dan membayangkan dirinya lah yang berada di posisi Puspa
Elisa membuka lemari dan melihat ada beberapa baju baru untuk Puspa, bahkan ada baju Dinas yang telah di siapkan Mama Arga
Elisa mengambil Lingeri tersebut dan muncul ide buruk, ia menarik baju itu. Dengan sekali tarikan yang keras membuat baju itu tidak lagi sempurna.
"Astaga! Apa yang ku lakukan?!" Elisa langsung memasukkan kembali ke lemari
Elisa kembali melihat-lihat isi kamar Arga
"Kenapa bukan aku?" Elisa berdiri di meja rias khusus yang disiapkan untuk Puspa
Elisa menyentuh mejanya dan juga cerminnya
"Ehem!"
"Hah!" Elisa terkejut, ia langsung memutar kepala menoleh ke arah sumber suara
"Sedang apa?" tanya Bi Ina tidak suka
"A-Anu, tadi aku disuruh MUA untuk mengambil baju ganti untuk Puspa"
"Bajunya Puspa belum ada disini semua, disana hanya ada baju baru yang belum keluar dari bungkusnya"
"Aaa iya-iya" Elisa langsung membuka lemari dan mengambil acak pakaian untuk Puspa
"Sudah" Elisa menunjukkan pakaian yang ia ambil
"Biar aku saja" Bi Ina meminta baju itu
"Eee tidak-tidak, aku yang sudah di tugaskan jadi aku harus bertanggung jawab" Elisa langsung keluar dari kamar Arga namun di tahan Bi Ina
__ADS_1
"Jangan membuat masalah" Bi Ina langsung merebut paksa pakaian di tangan Elisa
"Hei, kamu itu hanya pembantu, ya. Jangan belagu" Elisa mengambil kembali pakaian itu lalu melangkah pergi
Lagi-lagi Bi Ina menahannya dengan tiba-tiba menarik tangan Elisa, Elisa tidak suka dan langsung menghempaskannya
"Apa sih!"
"Kamu jangan macam-macam, kalau mau berbohong jangan padaku. Puspa akan membencimu jika ia tau apa yang kau lakukan. Tuan Muda juga tidak akan mengampunimu"
"Memangnya apa yang ku lakukan? Aku hanya mengambilkan pakaian untuknya"
Bi Ina mulai hilang kesabaran, ia langsung merebut paksa pakaian itu dan menyuruh Elisa pergi
"Pergilah, jangan mengacau disini"
"Apa sih, kurang ajar sekali" Elisa menyerahkan pakaian itu dengan kesal, ia pun langsung kembali ke lantai 1 dan berpamitan pada Puspa
"Puspa, aku pulang dulu"
"Kenapa buru-buru? Eeemmmm aku tau, kau pasti sangat lelah ya"
"Bukan begitu, aku ada urusan lain. Daaaah" Elisa melambaikan tangan dan berjalan ke pintu keluar
Karena teelalu cepat jalannya, Elisa tidak sengaja menginjak dress panjangnya sampai hampir terjatuh dan menabrak Yuli
"Aaww" Yuli merasakan nyeri di bagian perut bawah kirinya karena tersenggol siku Elisa
Andre melotot, ia langsung mengelusnya. Elisa merasa sangat malu, sampai ia susah berdiri
Andre membantu Elisa berdiri dengan cara menarik kedua lengannya dari belakang
"Maaf, maaf. Aku tidak sengaja" ucap Elisa pada Andre dan Yuli
"Iya tidak apa-apa. Apa kakimu sakit?" tanya Yuli
Elisa menggeleng lalu berjalan keluar dengan emnyembunyikan wajahnya di balik rambutnya
Setelah Elisa keluar, raut cemas dan khawatir di wajah Yuli berubah menjadi kecemburuan. Yuli membuang muka pada Andre dan kembali ke kursinya
"Ckck" Andre berdecak, ia lalu menyusul Yuli dan duduk di sampingnya
Yuli tetap buang muka
"Padahal aku bisa membantunya berdiri, tuh" sindir Yuli
Andre terkekeh lalu mencubit pelan pipi Yuli
"Tidak perlu cemburu seperti itu"
Yuli melepas tangan Andre dan memutar matanya
"Dasar. Mentang-mentang dia cantik"
Andre mendekatkan wajahnya ke telingan Yuli
"Nanti kamu cepat tua kalau marah-marah seperti ini"
__ADS_1
Mendengar itu Yuli langsung mencubit paha Andre dan kembali membuang muka sambil menahan malu