Pantaskah Aku Untukmu

Pantaskah Aku Untukmu
Perasaan Aneh


__ADS_3

2 pembantu lainnya heran akan kalimat yang Bi Ina lontarkan barusan. Jelas mereka tau kalau itu masakan Puspa bukan Bi Ina


"Ee Bi-"


"Kamu ini Ina! Berapa lama kau bekerja disini? 1 hari?" Bentak Mama Arga menyela omongan Puspa


"Maaf Nyonya, saya lupa dan kurang fokus." Bi Ina menunduk


"Kalau sampai Putraku kenapa-napa, kau yang bertanggung jawab, Ina" Imbuh Papa Arga


"Baik Tuan... Maaf sekali lagi" Bi Ina menunduk


***


"Pedas sekali... Ya ampun" Arga mencuci mukanya dan juga berkumur-kumur. Mengontrol nafasnya yang tersenggal sambil membuka mulut dan membiarkan ludahnya mengalir dengan sendirinya karena itu akan meredakan rasa pedas di mulutnya


Setelah di rasa reda, Arga langsung menuju meja makan.


"Sudah sudah. Arga tidak apa-apa kok."


"Sayang.. Kamu tidak kenapa-napa kan.." Mama Arga khawatir. Sekilas Arga menatap Puspa dan mendapati pandangan Puspa yang gusar


"Bi, lain kali hati-hati"


"Baik" Jawab serentak


🍀🍀🍀


"Oh ya ampun hari ini penuh kesialan... Sudah jam segini.. Pasti guru sudah masuk dan gerbang di tutup.." Puspa menyelendang tas nya terburu-buru


***

__ADS_1


07:30


"Ohh astaga benar kan yang ku duga. Gerbang sudah tutup.. Aahh bagaimana ini.."Puspa panik saat mendapati gerbang sudah di tutup


"Pak Satpam buka gerbangnya" Panggil Puspa sambil menggedor gerbang


"Maaf sesuai peraturan gerbang sudah harus di tutup. " Ucap satpam di balik celah-celah gerbang


"Hikssss" Puspa berjongkok di dekat gerbang.. Ia memukul kepalanya pelan


'Tin tin'


Sebuah mobil membunyikan klakson, satpam langsung membuka gerbang. Tidak menyia-nyiakan kesempatan, Puspa menyelinap masuk.


"Eehhh kamu sudah telat tidak boleh masuk" Teriak satpam


"Maaafff" Puspa berlari kencang


"Biarkan dia masuk" Ucap seseorang dari dalam mobil yang ternyata adalah Arga


"Lain kali jika dia terlambat lagi, biarkan dia masuk. Faham "


"Faham Tuan."


"Kurasa ada yang aneh dengan diriku." Bathin Arga


Ia memandang gadis itu yang berlari di tangga


(Adegan memandang ini di slow mo. Bayangin ya)


Saat Puspa berlari, hembusan angin membuat rambutnya berantakan dan Puspa merapikannya. Mimik wajah yang panik dan bekas air mata.

__ADS_1


Walau jaraknya jauh, Arga merasa ia memandang wajah polos itu secara dekat.


"Tuan Muda"


Arga terkejut dan tersadar dari halunya itu


"Tuan Besar meminta kita pulang. Beliau yang akan memeriksa datanya sendiri nanti dan kemari."


"Hm " Arga langsung masuk ke dalam mobil. Di dalam mobil ia masih tidak habis fikir.. Apa yang sebenarnya terjadi.


Arga mengusap kasar wajahnya.


Ia teringat kembali wajah Puspa saat panik tadi.. Dan bagaimana angin membuat rambutnya berantakan dan Puspa merapikannya..


"Mata itu... Menarik" Gumamnya


Lagi-lagi Arga tersadar.


"Apa sih" Arga mengacak-acak rambutnya.


Supir yang menyetir menautkan alisnya karena majikannya ini berbicara sendiri dari tadi.


*Untuk adegan larinya Puspa, anggaplah ini di syuting ya... Yang hanya memfokuskan pada mimik wajah.. Aku rasa adegan Dada Puspa yang mental-mental saat berlari tidak perlu di tulis ya😂 Bisa di bayangin sendiri*


****


"Maaf" Puspa ngos-ngosan dengan keringat mengalir dari dahinya. Ia mengontrol nafasnya.


Guru dan para siswa lainnya memusatkan padangan pada penampilan Puspa yang agak kurang rapi


"Telat, Berdiri di depan kelas 1 jam" Titah Gurunya

__ADS_1


Puspa memanyunkan bibirnya.. Ia tahu pasti akan dapat hukuman.


Tapi tidak apa-apa.. Setidaknya ia tidak melewatkan mata pelajaran hari ini


__ADS_2