Pantaskah Aku Untukmu

Pantaskah Aku Untukmu
Kucing Jalanan


__ADS_3

Puspa memandangi punggung Arga yang sudha menghilang di balik mobil lainnya. Ia menoleh ke bawah dan mengingat kejadian beberapa bulan lalu saat Pop ice-nya jatuh di taman.


"Terulang lagi ya" Puspa memuputi wadah Es-nya yang jatuh. Beberapa pengunjung lainnya yang berlalu lalang memandangi Puspa dengan pandangan jijik.


"Dasar miskin"


"Hooh. Jorok."


"Sudahlah. Mungkin dia tidak punya uang lagi untuk membeli es lagi."


"Wkkwkwk"


Puspa memejamkan matanya, mengabaikan bisik-bisik yang mencubit hatinya.


"Memang nasibku" Puspa membuangnya ke tempat sampah. Ia juga bingung harus kemana sekarang. Fikirannya tiba-tiba seperti kebingungan.


Matanya menyapu area parkir, seolah mencari sesosok mahluk yang berarti baginya.


"Huffftt.. Untuk apa berharap. Lebih baik pulang" Puspa memutar-balik badannya. Membuang nafas dengan kasar.


"Berhenti bergantung padanya. Aku bisa sendiri!" Ucap Puspa mantap. Ia berjalan menuju ke tepi jalan untuk menunggu angkot melintas.


Ia haus, tapi sisa uangnya cukup untuk angkot. Itupun jika harganya tidak naik.


Puspa berkacak pinggang dan mulai jengkel karena sudah 10 menit ia berdiri tapi 1 angkot pun tidak lewat di depannya.


"Ini supir angkotnya malas semua ya. Apa mereka tidak mau uang?!." Omel Puspa. Puspa berjalan pelan di atas trotoar dan juga di bawah terik sinar matahari


***


Disisi lain Arga juga ikut jengkel. Tujuan ia menghalangi Puspa makan es adalah untuk kebaikannya sendiri. Bukannya terima kasih, malah umpatan yang ia dapat.


"Dasar betina tidak tau diri!" Arga menendang ban mobilnya


"Dimana dia? Apa dia menungguku untuk membujuknya? payah."


5 menit,


Puspa tidak kunjung muncul. Arga memutar bola matanya bosan. Ia akhirnya mengalah dan berjalan ke tempat Puspa tadi.


"Eh, kemana dia?"


"Apa dia sudah pulang? Berani ya tidak izin padaku". Arga langsung berjalan ke mobilnya .

__ADS_1


***


🍀🍀🍀


"Huufftt ... Hari sial. " Puspa duduk di trotoar yang ada naungan dari pohon. Ia menendang-nendang aspal.


"Aku seperti pengemis, duduk disini. Aku haus" Puspa ingin menangis rasanya.


"Aku itu sedang halangan, mood ku mudah kacau. Kenapa dia suka membuatku marah. Apa faedahnya dia hidup jika hanya untuk membuat aku naik pitam" Puspa memukul lututnya.


"Dasar tidak berguna." Puspa menggembungkan pipinya.


Arga tersenyum tipis saat melihat orang yang di cari sedang duduk di trotoar jalan. Ia menepikan mobilnya.


Puspa mendongakkan kepala saat ada orang yang turun dari mobil.


"Tuan?"


"Beraninya kau tidak pamit padaku" Arga memasukkan tangannya ke dalam saku celana.


"Emm. Aku kan sudah bukan babumu. Aku bisa pergi sesukaku"


"Sekali lagi kau menjawab ucapanku, ku lempar kau ke laut"


"Atas dasar apa Tuan berani melakukan itu?" Puspa memicingkan matanya


"Atas dasar aku pernah menolongmu hingga kau punya uang" Jawab Arga enteng dan bangga


Puspa melongo.


Arga langsung menarik tangan Puspa dan menyeretnya masuk ke mobil


"Tidak bisakah kau lembut sedikit pada perempuan?" Puspa menyilangkan tangannya di depan dada


"Pasang sabuk pengaman"


"Kenapa mengelak dari pertanyaanku?" Puspa menautkan alisnya


"Kenapa betina itu sangat banyak bicara? mentang-mentang mereka punya 2 mulut, lalu mereka bisa berbicara terus menerus sesuka hati mereka tanpa menggunakan otak?" Arga mengatur nafasnya.


Puspa terkejut. Kenapa pria di depannya ini mengatakan hal itu. 2 mulut, Tentu mulut atas dan mulut bawah.


"Hilih.. Baru saja kau mengoceh seperti perempuan" Puspa menahan tawanya

__ADS_1


"Masa bodo" Arga memasang wajah datar walau sebenarnya ia malu.


Puspa memasang sabuk pengamannya.


"Lets go!!" Seru Puspa.


"Apa sih" Arga menjitak kepala Puspa.


"Aawwhhhh.. " Puspa mengelus kepalanya yang sedikit nyeri


"Jangan seperti anak kecil." Ucap Arga.


Puspa memanyunkan bibirnya. Ingin rasanya ia mejitak balik kepala Arga.


"Tidak usah mengumpat di dalam hati" Sindir Arga


"Huuftt aku tidak tau kenapa ada jenis manusia sepertimu di dunia ini" Ucap Puspa geram


"Aku juga tidak tau kenapa ada jenis manusia yang menyebalkan sepertimu. " Balas Arga


"Idih. Plagiat"


"Berani melawanku?" Arga menautkan alisnya.


"Sudahlah ayo cepat. Aku ingin cepat sampai di rumah. Aku kehausan." Puspa cemberut. Pria disampingnya ini memang tidak bisa peka sedikitpun.


"Tuh di got mungkin ada air" Ucap Arga asal


"Kau kira aku apa?" Puspa melotot lagi.


"Kucing jalanan"


Puspa melongo


"Dasar gilaaaaaaaa!!!"Teriakan Puspa membuat telingan Arga sedikit sakit.


"Suaramu lebih seram daripada kuntilanak" Ledek Arga


Puspa menggertakkan giginya...


"Kenapa? tidak terima?" Ucap Arga


"Hufftt... Tidak masalah. Meladenimu hanya membuang tenaga dan membuatku kehilangan kecantikanku yang uwow"

__ADS_1


"Dasar aneh. Over PD"


__ADS_2