
.
Bi Ina panik... Ia segera berlari menuju dapur dan mengambil segelas air. Kemudian Bi Ina menyipratkan air itu menggunakan tangannya ke wajah Puspa. Masih saja tidak ada reaksi.
Bi Ina segera menemui Mama Arga untuk minta izin.
'Tok tok tok'
Mama Arga bangun dengan amarah yang belum reda. Ia membuka pintu dan mendapati Bi Ina dengan tubuh gemetar dan wajah Khawatir.
"Ada apa?"
"Nyonya.. Saya izin mau pergi keluar"
"Ke?"
"Puspa tidak sadarkan diri Nyonya. Saya sudah mencoba banyak hal tapi belum bisa di sadarkan. Saya mau membawanya ke rumah sakit?"
Mama Arga terdiam.
"Tidak boleh" Mama Arga langsung masuk ke kamar.
"Tapi.. Nyonyaa... "
Arga yang mendengar kebisingan dari kamar Mamanya pun bangun.
"Ada apa Bi?" Tanya Arga yang masih dalam kondisi mengantuk
"Puspa pingsan Tuan Muda.. Tapi Nyonya tidak mengizinkan saya membawanya ke Rumah sakit." Bi Ina gelisah
"Aiihhh Mama.. Ayo kita bawa ke Rumah sakit Bi. Sekarang dimana dia?"
"Dikamarnya, Tuan Muda." Arga dan Bi Ina berlari menuju kamar Puspa.
***
__ADS_1
"Puspa bangun. Hey.." Arga menepuk pipi Puspa tapi tidak ada reaksi sama sekali.. Akhirnya Arga menggendong Puspa dan membawanya ke mobil di ikuti Bi Ina.
Puspa di tidurkan di pangkuan Bi Ina, sedangkan Arga yang menyetir.
Dia tidak sadar kalau dia hanya memakai celana pendek dan kaos lengan pendek juga tipis.
🍀🍀🍀
Arga mondar mandir sambil menunggu dokter yang masih memeriksa Puspa.. Bi Ina datang membawa 1 botol air mineral.
"Tuan Muda minum ini dulu supaya agak tenang" Arga meneguk air itu.
"Tuan Muda sangat khawatir pada Puspa ya?"Tanya Bi Ina. Ia sangat penasaran karena perubahan sikap Arga.
Arga menghentikan langkahnya..
Benar.. Apa dia sangat khawatir pada gadis itu?
Arga duduk dan mengusap wajahnya. Ia juga tidak mengerti apa yang terjadi pada dirinya.
Bi Ina mengernyitkan dahinya.
"Maaf.." Bi Ina rasa ini bukan waktu yang tepat untuk menanyakan hal ini.
Beberapa menit kemudian Dokter datang dan meminta Arga atau Bi Ina ikut ke ruangan Dokter.
***
"Eengghhh dimana aku?" Puspa membuka matanya perlahan.
"Sudah bangun?" Puspa mencari asal suara.
"Eh Tuan Muda. Maaf.." Puspa berusaha duduk namun di cegah oleh Arga.
"Tidak perlu. Istirahatlah.. Bi Ina akan menemanimu disini." Arga melangkahkan kakinya keluar ruangan Puspa.
__ADS_1
"Eh.. Tuan ..." Arga tidak menggubris panggilan Puspa.
"Emmm Bi.."
"Akhirnya kamu sadar.. Sudah jam 6 pagi.. Tuan Muda semalaman menemanimu disini" Bi Ina mengelus kepala Puspa.
"Ha? semalaman? Apa yang terjadi pada Puspa?"
"Kamu pingsan.. Kamu terlalu stres dan banyak fikiran di tambah makan yang tidak rutin serta dehidrasi."
"Tentu saja.. Tuan Muda selalu menyuruhku ini itu sampai makan dengan benar pun kadang aku lupakan" Gumam pelan Puspa.
"Eheheh iya kah.. Maaf merepotkan kalian.." Puspa menggenggam tangan Bi Ina.
"Tidaak.. Setelah ini kamu harus makan dengan benar loh.." Puspa mengangguk.
"Tapi.. Nyonya?"
Bi Ina yang tadinya senyum, berubah murung.
"Kenapa?" Puspa heran melihat perubahan raut wajah Bi Ina.
"Tidak apa-apa kok.. Kamu istirahat saja ya sayang. Aku akan memanggil dokter kalau kamu sudah sadar." Bi Ina tersenyum lalu keluar dari ruangan Puspa.
"Aneh.. Kok seperti di tutupi.. Huffttt aku takut Bi Ina mendapat masalah karena aku.. Nyonya pasti bisa murka. Aku harus cepat-cepat keluar dari sini" Puspa takut jika sampai di pecat oleh Mama Arga.
Ya mengingat semalam Puspa sudah di beri peringatan oleh Mama Arga, tidak menutup kemungkinan ia bisa murka karena Puspa ada di Rumah sakit karena Puspa sendiri bekerja di sana masih 1 bulan lebih.
Puspa menghela nafas...
"Kehidupan.. Aku tidak bisa menebak alurnya. Aku tidak tau kapan aku bisa hidup bahagia seperti orang lain. Sampai saat ini aku hidup dalam kesedihan terus menerus" Tidak terasa bulir bening keluar dari ujung mata Puspa.
🍀🍀🍀
"Huufftt.. Mungkin aku terlalu berlebihan memerintah gadis itu.." Arga menatap dirinya di cermin .. Ia baru selesai mandi dan masih mengenakan handuk di pinggangnya.
__ADS_1