Pantaskah Aku Untukmu

Pantaskah Aku Untukmu
Firasat Tidak Enak


__ADS_3

Karena kelelahan, Arga pun tertidur di samping Adik Puspa.


🍀🍀🍀


Puspa berkacak pinggang dan bingung mau memasak apa karena tadi pagi ia juga tidak pergi berbelanja


Puspa melihat ke rak dekat piring dan melihat ada beberapa butir telur


"Masak telur?" gumam Puspa


"Tapi ini akan memakan waktu yang lama" Puspa memanaskan air, menunggu airnya panas Puspa mengambil 5 butir telur dan mencucinya. Setelah airnya dirasa hampir mendidih, Puspa memasukkan telur ke dalamnya. Sembari menunggu si telur matang, Puspa menyiapkan bumbunya


Puspa sedikit ragu saat melihat racikan bumbu di cobek


"Apa ini akan enak, ya?"


Ia pun langsung menguleknya dan berharap rasanya akan enak. Selesai mengulek bumbu, ia masih harus menunggu telurnya matang. Karena bosan ada di dapur, Puspa pergi ke kamar untuk melihat Adiknya


Saat akan membuka pintu ternyata pintunya di kunci dari dalam


"Eh kok di kunci?"


"Jaga Adikku ya, jangan di apa-apakan. Awas kalau sampai dia menangis" ucap Puspa dari luar pintu kamarnya


Tidak ada jawaban dari dalam dan tidak terdengar suara adiknya juga. Puspa kembali ke dapur.


Setelah beberapa menit telur yang di rebus pun matang, Puspa mengupas kulitnya dan menyiramnya dengan air bersih, ia pun langsung memasukkannya ke dalam bumbu yang sudah ia masak.


Walaupun masaknya di malam hari tapi Puspa tetap saja berkeringat. Puspa mengaduknya perlahan dan mengoreksi rasa. Puspa mengangguk saat merasakan bumbunya sudah pas dan hanya sedikit pedas, ia juga menambahkan kecap manis


"Baiklah, ini pas" Puspa mengecilkan api dan menyiapkan nasi di meja makan


Tidak lama kemudian air di masakannya sudah menyusut, Puspa menuangkannya ke dalam mangkuk dan menghirup aromanya


"Hoho, aku sudah mulai pandai memasak ternyata" ucapnya sambil membawanya ke meja makan


Puspa pergi ke kamarnya lagi untuk memanggil Arga


"Arga, makanannya sudah siap" panggil Puspa


Tidak ada sahutan


"Arga..."


"Kok tidak ada sahutan dari dalam?" Puspa mulai berfikir aneh-aneh


'Tok tok'


"Arga... Kau dengar tidak?" panggil Puspa dengan suara agak keras namun tetap tidak ada sahutan


Adik Puspa merengek dan Arga masih tidak mendengarnya


Puspa yang khawatir langsung berlari ke luar rumah dan melihatnya dari jendela, ia mendapati Arga yang tertidur pulas di samping Adiknya yang mulai menangis


"Haduuhh"


"Tuk tuk"


Puspa mengetuk kaca jendela namun Arga masih belum mendengarnya, ia meraba pakaiannya dan ternyata Hp miliknya ada di kasurnya


Saat membalikkan badan ada tetangga yang mengendarai motor lewat di rumah Puspa, mereka saling menatap. Puspa mengigit bibirnya dan memiliki firasat tidak enak, ia pun segera masuk ke dalam rumah dan mengetuk pintu kamar


"Arga... Bangun!" panggil Puspa sambil mengetuk pintu


"Oeeeeekkk"


Tangisan Adiknya semakin keras dan hal itu membangunkan Arga, Arga mengedipkan matanya beberapa kali dan mengumpulkan nyawanya


Ia tersadar dan langsung bangun, ia panik saat melihat Adik Puspa menangis dan Puspa dari luar juga memanggilnya


"Iya" sahut Arga

__ADS_1


"Cepat bangun"


"Hm"


'Ceklek'


Pintu kamar terbuka, Puspa membulatkan mata saat melihat Arga yang membuka pintu dan sambil menggendong Adik Puspa yang menangis


"Kyaaaa kenapa kau menggendongnya. Apa kau pelan-pelan saat mengangkatnya tadi? Duh" Puspa mengambil alih Adiknya dari gendongan Arga


"Tidak ada yang patah" jawab Arga dengan entengnya dan menguap


"Yah susunya belum ku buat yang baru" ucap Puspa saat melihat botol susunya kosong


"Biar aku saja" Arga mengambil botol susu yang kosong dan mengambil susu formulanya


"Ini bagaimana?" tanya Arga


Puspa pun menuntun Arga untuk membuatkan susu Adiknya, tangis Adiknya semakin kencang


"Begini?" tanya Arga sambil menuangkan air


"Iya"


Setelah selesai Puspa menyodorkan dot ke Adiknya dan Adiknya tidak menolaknya. Puspa dan Arga lega saat Adiknya tidak menangis lagi


"Huuffttt... Kenapa di kunci sih pintunya?" tanya Puspa dengan wajah cemberut


Arga tidak memberitahu alasannya


"Tidak tau" jawab Arga lalu ia duduk


"Tidak pakai sayur?" tanya Arga yang melihat hanya ada telur kecap dan nasi hangat


"Aku tidak pergi belanja tadi pagi, hanya ada itu"


Arga tidak menjawab, ia langsung mengambil nasi dan telurnya


Puspa memicingkan mata


"Itu sudah sangat sangat sangat sedikit rasa pedasnya"


Arga tidak menjawab, ia melanjutkan makannya. Puspa pergi ke ruang tamu dan meninggalkan Arga makan sendirian, Arga tidak menyukai hal tersebut


Ia langsung berdiri dan menarik Puspa untuk menemaninya makan


"Aku hanya pergi ke ruang tamu, Arga. Nanti kalau sudah selesai bilang saja padaku" Puspa menolak karena suasana hatinya sedang tidak baik


"Tidak" Arga bersikeras agar Puspa ada di dekatnya


"Ckk"


Arga menaikkan alisnya karena Puspa seperti menolak untuk berada di dekatnya


"Kenapa menghindariku?" tanya Arga dengan nada kesal


"Bukan begitu. Lanjutkan makan malammu dulu"


"Jawab yang benar"


Puspa merasa mulai kesal


"Aku tidak apa-apa" mata Puspa berkaca-kaca


Melihat hal itu membuat nafsu makan Arga hilang. Arga menarik tubuh Puspa agar berhadapan dengannya


"Jangan begitu, aku sedang menggendong Adikku"


"Katakan ada apa?"


Puspa menunduk, tidak berani menatap mata Arga, Puspa merasa tubuhnya panas dingin

__ADS_1


"Katakan"


"Tidak ada apa-apa. Lanjutkan makan-"


"Katakan"


"Baru saja tetanggaku lewat di depan rumah, kami saling menatap. Pasti tidak lama lagi Pak Rt akan kemari" dengan suara pelan dan gemetar


Arga yang mengerti langsung melepaskan tangannya dari bahu Puspa, ia kembali makan dan seolah tidak terjadi apapun


Puspa yang melihatnya ikut bingung


"Kenapa kau sesantai ini?" tanya Puspa yang duduk di hadapan Arga


Arga tidak menjawab, ia mengambilkan nasi juga untuk Puspa


"Makanlah"


"Aku tidak lapar" tolak Puspa


"Makan"


Puspa menghela nafas


"Iya nanti"


"Kau fikir aku punya empat tangan? Sudah tau kalau aku sedang menggendong dan memegangi botol susu, malah di suruh makan" batin Puspa


Setelah meneguk segelas air, Arga duduk disamping Puspa dan menyendok nasi


"Eh? Tidak nambah?" tanya Puspa


Arga tidak menjawab, ia menyodorkan sesendok nasi dan telur pada Puspa


"Nanti aku makan sendiri"


"Buka mulutmu"


Puspa menghela nafas dan menuruti perkataan Arga, Arga menyuapi Puspa sampai nasi di piringnya habis


"Kurang?" tanya Arga


Puspa menggeleng, Arga menuangkan air di gelas dan menyodorkan ke Puspa lagi. Puspa tersipu lalu meminumnya


"Maaf merepotkanmu" ucap Puspa


Arga tidak menjawabnya, ia berdiri dan membawa piring kotor ke dapur, Puspa yang sungkan langsung mengikuti Arga


"Sudah sudah, letakkan saja disitu. Biar aku yang mencucinya"


"Dimana rumah tetanggamu itu?" tanya Arga dengan serius, Puspa terkesiap


"Tidak boleh! Kau tidak boleh lagi melakukan sesuatu yang berbahaya"


"Katakan atau akan ku cari sendiri"


Puspa mulai panik.


"Tidak tidak tidak"


Arga menghela nafas kasar, ia langsung bergegas keluar rumah. Puspa mengejarnya dan berusaha menahannya


"Arga ku mohon jangan melakukan-"


"Akan ku cari orang itu"


'Dddrrrrrtttt' Saat akan melangkah keluar dari rumah Puspa ada yang menelfonnya


"Siapa?" tanya Puspa


"Mama"

__ADS_1


__ADS_2