Pantaskah Aku Untukmu

Pantaskah Aku Untukmu
Istri


__ADS_3

22:00


🍀🍀🍀


Puspa menjatuhkan dirinya di ranjangnya. Setelah Arga pulang.


Puspa memejamkan matanya.


"Baiklah... Aku menurutimu. Jaga dirimu baik-baik. Jangan lupa telfon aku setelah kartumu di aktifkan ya." Puspa teringat permintaan Ilham.


Ia bangkit dari duduknya dan mulai mengurusi Hp barunya.


1 jam berlalu.


"Baiklah. Besok akan ku telfon dia" Puspa membetulkan selimutnya.


"Ini gara-gara kau"


"Sebenarnya salahku apa ya pada Tuan Muda dan Ilham. Kurasa aku tidak melakukan kesalahaan" Gumam Puspa sambil matanya terpejam.


🍀🍀🍀🍀


"Baru pulang?" Mama Arga yang kebetulan datang dari dapur


"Ya. " Arga merenggangkan ototnya dan melangkah menuju kamarnya


"Dari mana?"


"Suatu tempat" Jawab Arga sambil berjalan mendahului Mama nya


"Cih... " Mama Arga berdecih kesal.


Arga merebahkan dirinya di sofa


"Kenapa dia bersikap seolah-seolah tidak punya salah padaku? Tidak mungkin di bar aku salah lihat. Apalagi salah orang. Tidak. Itu pasti Puspa." Arga menutup wajahnya menggunakan lengan kirinya


"Apa dia juga tidak sadar saat melakukan itu?" Arga makin pusing.


Rahangnya kembali mengeras saat ia mengingat Ilham mencium kening Puspa.


Tapi lama-kelamaan tubuhnya melemas.


"Apa yang terjadi? Tidak mungkin kan aku cemburu pada laki-laki itu? Toh Puspa bukan siapa-siapaku"


"Tapi aku tidak suka laki-laki itu" Arga duduk. Menyisir rambutnya menggunakan jari-jarinya.


"Apa Puspa dan aku benar-benar melakukan itu?" Sekilas muncul ingatan saat di bar.

__ADS_1


Saat Arga merasa sedikit frustasi karena Puspa memilih pergi dari rumah ini. Hilngga ia melakukan hal konyol dengan main-main ke bar. Hingga ia melihat sosok Puspa.


"Aarrghhh entahlah. Persetan dengan itu. Aku lelah". Arga melepaskan pakaiannya dan masuk ke kamar mandi.


🍀🍀🍀


Ilham termenung. Hingga sentuhan Ibunya mengejutkannya.


"Ah Ibu.. "


"Apa yang kamu fikirkan? jangan terlalu banyak fikiran . Nanti kamu malah makin sakut dan tidak sembuh-sembuh. Ibu kan jadi sungkan sama anak muda yang bayarin Rs nya" Ucap Ibu Ilham mengelus tangan putranya itu


"Ilham mikirin Puspa, Bu" Ilham menunduk


"Puspa sekarang sudah tumbuh menjadi gadis yang cantik ya. Dulu pas masih ingusan dia sudah cantik. Apalagi sekarang" Puji Ibu Ilham.


"Ibu suka Puspa?"Tanya Ilham


"Tentu saja. Dia gadis yang baik dan sopan. Siapa yang tidak suka pada gadis seperti itu, hah" Ibu Ilham tersenyum. Begitupun Ilham tersenyum lebar


"Bu.. Ilham mau ngomong jujur. Boleh kan?"


"Pertanyaan konyol. Tentu sangat boleh" Tersenyum


Ilham menatap Ibunya serius


'DEG '


"Ilham.. Apa yang kamu bicarakan?" Ibu Ilham terkejut. Ada sedikit amarah


"Kenapa Bu? Bukankan Ibu juga suka padanya?" Ilham menautkan alisnya.


"Ilham. Dia sudah menikah loh. Kamu ini yang benar saja naksir pada istri orang" Ibu Ilham cemas.


"Menikah? Puspa masih lajang, Bu. Ibu jangan mengada-ngada"


"Mengada-ada apanya. Suaminya sendiri yang mengakuinya" Mata Ilham membulat.


"Si-siapa suaminya?"


"Ya yang membayar biaya pengobatan kamu ini, Nak. Anak muda itu"


"Ha? Siapa yang menanggung biayaku, Bu?" Ilham bergetar


"Laki-laki yang datang bersama Puspa. Masa kamu tidau tau? Dia mengaku telah memukulimu jadi dia mau bertanggung jawab atas biaya pengobatan kamu"


"Diaa." Ilham mengepalkan tangannya.

__ADS_1


Flash Back On


Puspa meminta pada Arga untuk menjenguk Ilham yang ada di Rs. Bagaimanapun itu ulah Arga. Dengan berat hati Arga mau menurutinya. Pada awalnya ia menolak, karena dengan menanggung biaya pengobatan Ilham pun dirasa cukup tanpa harus menjenguknya.


Setelah perdebatan yang singkat Arga memilih mengalah dan menuruti keinginan Puspa.


Saat sampai di Rs mereka bertemu dengan Ibu Ilham yang seorang diri ada disana tanpa sanak keluarga lainnya.


Yah Puspa dan Ibu Ilham mengobrol karena sudah bertahun-tahun lamanya tidak bertemu. Arga berterus terang bahwa dialah yang telah menghajar Ilham sampai babak belur. Arga berjanji melunasi biaya pengobatan Ilham samapi ia pulih dan pulang dari Rs.


"Puspa. Ambilkan dompetku di mobil"


"Hmmm iyaa deh" Puspa menuju mobil dengan langkah malas.


Setelah Puspa tidak terlihat, Ibu Ilham bertanya


"Nak. Apapun yang kamu lakukan pasti anakku telah berbuat salah. " Ibu Ilham punya Insting kuat tentang itu.


"Hmm. Tentu Bi. Aku tidak akan menghajar orang tanpa sebab"


Arga duduk dengan bersidekap


"Maafkan Putraku ya. Dan terima kasih telah bertanggung jawab."


"Sama-sama , Bi. Aku tidak suka istriku di dekati pria lain"


"Istri? Ya tuhan.. Mohon maaf atas kelancangan putraku " Ibu Ilham malu jika sampai Ilham berani macam-macam pada istri orang


"Hmmm" Arga memutar mata bosan.


"Siapa istrimu, Nak. " Tanya Ibu Ilham.


"Itu dia" Dengan isyarat matanya, Arga menunjuk Puspa yang baru masuk melewati Pintu.


"Jadi, Dia istrimu?" Ibu Ilham terkejut. Gadis kecil yang dulu sering bermain dengan putranya, Kini telah menjadi istri orang lain.


"Ada apa?" Puspa merasa dirinya menjadi pusat perhatian


"Tidak." Arga meraih dompet di tangan Puspa. Ia mengambil beberapa lembar uang cash dan menyerahkan pada Ibu Ilham.


Flash Back Off


"Ibu. Mereka bukan suami istri" Ilham tidak terima


"Sebaiknya kamu istirahat, Nak. Kamu harus pulih. Ibu tidak mau kamu kenapa-napa. Kamu alasan Ibu untuk tetap hidup" Ibu Ilham menitikkan air matanya.


"Maaf membuat Ibu sedih" Ilham menghapus air mata Ibunya menggunakan jarinya.

__ADS_1


__ADS_2