Pantaskah Aku Untukmu

Pantaskah Aku Untukmu
Dokter Tampan


__ADS_3

🍀🍀🍀


Usai memeriksa Puspa, Dokter itu pun langsung keluar ruangan. Ia memandangi pintu yang telah ia tutup.


Sebuah senyum manis terukir dengan jelas.


"Ehm!" seorang perempuan berdehem dan menyentuh pundak sang Dokter


"Astaga!! Yuli!" gadis bernama Yuli itu hanya tersenyum


"Hehe, maaf ya. Lagipula tumben sekali kau bertingkah seperti ini. Eeemmmm memangnya pasiennya laki-laki atau perempuan?" Yuli memasang wajah imut supaya sang Dokter mau memberitahukan siapa pasien yang telah mencuri perhatiannya itu


"Rahasia, haha. Kau kesini ada perlu?" Dokter dan Yuli pun berjalan meninggalkan kamar rawat Puspa


"Yaaaa ada perlu, sih. Tapi aku takut tidak begitu penting untukmu"


"Katakan saja, jangan membuatku penasaran" Dokter itu jadi ikut penasaran akan informasi yang akan di sampaikan oleh temannya, Yuli


"Emmm sebenarnya kabar ini ku sampaikan dari beberapa bulan lalu sih, hanya saja aku gugup"


"Apa kau mau menikah?" tebak sang Dokter. Yuli langsung memukul lengan Dokter itu


Mereka menjadi pusat perhatian para pengunjung lainnya.


"Bukan, aku sudah bilang kan? Aku mencintai laki-laki yang bahkan dia tidak menyadarinya walau sering bersamaku" ucap Yuli


"Bisa saja dia sudah peka dan melamarmu" Dokter itu masuk ke ruang pribadinya dan di ikuti Yuli


"Tidak, dia masih belum menyadarinya. Dan dia..." Yuli menggantung kalimatnya


Dokter membuka pintu, mereka pun masuk. Yuli duduk di sofa di ruangan itu. Sang Dokter juga ikut duduk


"Dan dia??" tanya Dokter


"Dan dia, mungkin sekarang sudah memiliki calon untuk mengisi hatinya. Dan tentunya itu bukan aku"


"Ck, malang nasibmu. Cobalah buka hati untuk orang lain, bisa kan?"


Yuli menggelengkan kepalanya


"Aku hanya menginginkan dia" Yuli menundukkan kepalanya

__ADS_1


"Hmmm. Kau menyiksa dirimu sendiri, Nyonya Yuli"


Yuli mengangkat kepalanya


"Maukah kau membantuku untuk menyembuhkan luka ini, Dokter Andre yang tampan?"


"Hahahha, iya nanti ku operasi"


"Dasar. Hihihi"


Setelah beberapa detik tertawa, Dokter yang bernama Andre itu mengingat tentang kabar yang akan di sampaikan Yuli


"Oh ya, kabar apa yang kau bicarakan tadi?"


"Anu, itu. Skripsiku berhasil. Hehehe dan aku akan di Wisuda beberapa bulan lagi"


"Akhirnyaaaaa. Akhirnya kau tidak menjadi Mahasiswa abadi, Yuli" Dokter Andre juga ikut senang, karena Yuli bisa lulus juga


"Apa sih? Aku hanya telat 1 tahun saja"


"Tapi kau tertinggal dengan teman seangkatanmu"


"Baiklah, ini kabar yang menyenangkan. Sepulang kerja nanti, aku traktir"


Yuli membulatkan matanya


"Serius? Di traktir Dokter ya? Awas minta patungan" Andre mengangguk.


"Aku ke belakang dulu" Dokter Andre meninggalkan Yuli sendirian.


Senyum Yuli yang tadi merekah perlahan memudar. Ia meremas dadanya, manahan sakit


"Kenapa kau tidak peka? Ck" lirih Yuli


"Tapi..."


"Walaupun kau peka, kau akan membenciku setelah tau apa yang telah terjadi padaku" imbuh Yuli


***


Di sisi lain,

__ADS_1


Arga tengah menikmati minumannya di sebuah Cafe yang tidak ramai.


"Perasaan ini membuatku tersiksa. Aku tidak tau apakah aku mencintainya atau hanya sekedar kagum atau bagaimana. Menyusahkan" Arga memejamkan mata dan bersandar di kursi


🍀🍀🍀


Keesokan paginya,


'Tok tok tok'


"Tuan Muda" panggil Bi Ina dari luar kamar Arga


"Enggghhh" Arga membuka matanya sedikit, ia melirik jam yang menunjukkan pukul 8 pagi


"Ada apa?" sahut Arga dengan suara serak dan pelan. Tentunya Bi Ina tidak mendengarnya


"Tuan Muda, Nyonya Besar menunggu anda untuk sarapan"


"Hmm? Sarapan? Apakah peraturan keluarga ini sudah berubah?" Arga membenamkan wajahnya di bantal


Bi Ina langsung turun dari lantai 2 tempat kamar Arga. Ia merasa Arga tidak ingin di ganggu


"Maaf, Nyonya. Tuan Muda sepertinya kelelahan"


"Hmm pasti dia semalam menemani gadis itu di Rumah Sakit" Mama Arga menghela nafas


"Ya sudah, bereskan makanannya" Mama Arga beranjak pergi meninggalkan ruang makan


"Baik, Nyonya" Bi Ina mengangguk


"Gadis? Siapa yang di maksud Nyonya, ya? Apa Tuan Muda dekat dengan gadis lain selain Puspa?" bathin Bi Ina


Mama Arga mengira Arga pulang tengah malam karena menemani Puspa di Rumah Sakit, tetapi kenyataannya adalah Arga berdiam diri di cafe sampai tengah malam


Arga merasa lelah sekali. Tiba-tiba Arga mengingat malam saat ia mabuk dan melakukan hubungan in*tim. Arga membuka matanya dan merasakan hatinya kacau balau


"Aarrghhhhh siapa sih perempuan itu kalau bukan Puspa!" gumam Arga


"Ck! Sial" Arga tidak bisa tenang mengingat hal itu. Yang ia takutkan adalah perempuan itu hamil, mengingat Arga tidak memakai pengaman saat itu.


"Menyusahkan" umpat Arga

__ADS_1


__ADS_2