
*Pernikahan Di Atas Kertas*
Pagi hari, sinar mentari memberikan kehangatan tersendiri untuk Nasyila. Sinar mentari masuk ke celah-celah jendela kamar, membuat Nasyila terbangun dari tidur indahnya. Nasyila langsung mencuci muka, lalu membereskan tempat tidur dan pergi ke kamar mandi membersihkan diri.
Di kamar utama, Kenzo sudah rapi dengan kemeja santainya. Ia berdiri di depan cermin, memastikan bahwa ia sudah tampan bahkan setampan aktor Korea Cha Eun Woo😍
Aku memang tampan sejak lahir, bukan?? Kenzo bertanya-tanya pada dirinya sendiri, dan memastikan bahwa ia benar-benar tampan.
Tiba-tiba Nasyila mengetuk pintu kamar utama, sontak membuat Kenzo melompat dari tempat tidur menghampiri asal suara.
Dengan memasang tampang setampan mungkin, Kenzo membuka pintu kamar dengan sumringah. Tentunya ia dengan percaya diri memperlihatkan deretan gigi putih bersihnya di depan wanita penebus hutang yang tidak lain adalah istrinya sendiri, Nasyila Anastasya binti Aditya Syahab.
"Selamat pagi tuan muda" ucap Nasyila canggung.
"He'em" sahut Kenzo malas.
"Maaf tuan, apa saya boleh bekerja kembali?" tanya Nasyila.
"Memangnya kau mau kerja apa?" tanya Kenzo meremehkan.
"Kembali bekerja di kantor" jawab Nasyila jujur.
"Apa kau meragukan kekayaan seorang Kenzo Reinaldi?!" tanya Kenzo dengan nada marah.
"Tidak, bukan begitu maksud saya tuan" jawab Nasyila.
"Tidak akan aku izinkan" ucap Kenzo semena-mena.
__ADS_1
"Tapi saya tidak punya uang, dan saya juga punya kebutuhan tuan" ucap Nasyila memelas.
"Jangan membantah! ambil itu" ucap Kenzo melemparkan sebuah kartu kredit tak terbatas nilainya.
Lagi-lagi aku diperlakukan dengan buruk, bahkan sangat buruk! apakah ini suatu penghinaan? bathin Nasyila menelan saliva bersusah payah.
"Maaf tuan, saya tidak pantas menerima ini semua terlalu berlebihan" ucap Nasyila.
"Sudahlah jangan membantah" tegas Kenzo.
"Terimakasih tuan, saya akan mempergunakannya dengan baik" ucap Nasyila.
"Heem" Kenzo kembali ke tempat tidur bermain game online di ponselnya.
"Tuan, apa boleh saya izin keluar?" tanya Nasyila perlahan.
"Lakukan sesukamu, kau bukan boneka!" jawab Kenzo ketus.
.
Pukul 09:20 pagi, Nasyila memutuskan untuk pergi ke supermarket. Tentunya ia sudah berpamitan dengan Kenzo, suaminya. Kenzo memberikan credit cards, yang pastinya tak terbatas. Nasyila bisa membeli apapun dengan credit cards tersebut. Tapi Nasyila bukan wanita matre yang tergoda dengan uang, meskipun ia diberikan kartu kredit unlimitid ia tidak akan menyia-nyiakan uang itu untuk foya-foya.
.
Nasyila mengendarai mobil yang dibelikan oleh papa Keynes, ia sudah meminta izin pada suaminya...beruntung Kenzo mengizinkan Nasyila membawa mobil sendiri.
Sesampainya di supermarket, Nasyila menuju etalase bahan masakan. Nasyila membeli daging Sapi, Ayam, Telur, Sawi, Brokoli, Mentimun, Tomat, Sosis Ayam, dan bahan-bahan lainnya. Nasyila sengaja memborong bahan masakan tersebut, karena ia takut jika Kenzo tidak akan mengizinkannya untuk keluar sendiri setelah ini.
.
__ADS_1
Pukul 11:20 Nasyila asyik memasak di dapur, ia memang seorang gadis cantik, putih, sederhana, mandiri, dan jago memasak. Karena sejak kecil, ia terbiasa melakukan pekerjaan rumah seperti ibu Nadine.
Kenzo beranjak dari tempat tidur, turun ke bawah menuju meja makan. Di sana Nasyila sedang asyik menata makanan yang lezat, dan tentunya Nasyila sendiri yang melakukannya.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Kenzo datar.
Cih punya mata tidak sih? apa jangan-jangan suamiku rabun? ah suami dari Hongkong! bahkan menikah dengannya adalah suatu hal yang buruk...bathin Nasyila sambil tersenyum paksa.
"Saya memasak untuk makan siang tuan" jawab Nasyila dengan sopan.
Kenzo hanya diam, lalu duduk di meja makan. Karena sejak pagi mereka berdua belum sarapan, Nasyila hanya membuat dua gelas Energen cokelat untuk mengganjal perut mereka. Bukan karena malas, tapi memang tidak ada bahan masakan yang bisa di masak saat itu.
.
"Silahkan tuan, maaf jika rasanya tak sesuai dengan yang tuan inginkan" ucap Nasyila.
"Heem" Kenzo mencicipi masakan istrinya.
"Bagaimana? apakah rasa makanan ini sangat buruk?" tanya Nasyila.
"Lumayan!" jawab Kenzo singkat.
Ah kenapa enak sekali, ini sungguh lezat dari masakan bi Ina, pembantu di rumah papa...bathin Kenzo sambil terus melahap makanan nya tanpa sisa.
Lumayan tapi ludes! manusia macam apa suamiku?? bathin Nasyila heran.
"Ah syukurlah, aku akan memasak lebih baik lagi tuan" ucap Nasyila.
Aneh...itulah Kenzo Reinaldi. Pernikahan atas dasar perjanjian itu pun membawa perubahan di kehidupan antara Kenzo dan Nasyila. Keduanya sama-sama saling melengkapi, namun sama-sama belum menyadari!
__ADS_1
Akankah pernikahan mereka bertahan sampai akhir? ataukah hanya akan seumur jagung??