Pernikahan Di Atas Kertas

Pernikahan Di Atas Kertas
Tidak menyangka


__ADS_3

"Terserah, kau baik padaku atau tidak Itu urusanmu, yang terpenting hubunganku dengan adikmu tidak kau ganggu, kau bisa mempercayakan dia padaku," ucap Hans.


"Sebenarnya sulit mempercayakan dia padamu, karena ini keinginannya dan aku percaya apa yang dia pilih sekarang pilihan terbaik untuknya. Jaga dia dengan baik, jika saja dia terluka sedikitpun karena ulah mu, kau akan kehilangan dirinya untuk selamanya," ujar Evans.


"Iya iya aku mengerti, sudah sana kalian pergi. Aku ingin istirahat dengan istriku," ucap Hans.


Satu persatu dari mereka semua keluar dari kamar itu, sekarang hanya tinggal ada Hans dan Tiara di dalam sana.


"Sayang aku hamil." Tiara langsung memeluk suaminya dengan erat.


Begitu juga dengan Hans, ia masih tidak menyangka jika Tiara benar-benar hamil, padahal ia tadi hanya asal berkata saja.


"Memang perkataan itu bisa benar-benar terjadi, karena kehamilan mu lah Abang meu ulu dengan hubungan kita. Kalau misalkan kamu tidak hamil, hubungan kita tidak akan pernah mendapatkan restu," ucap Hans.

__ADS_1


"Sayang kalau boleh tahu, tujuan pertama kamu menikahi aku secara paksa karena apa? Tadi kamu sudah mengatakannya, tapi aku ingin mendengar versi yang lebih panjang," ujar Tiara.


"Tujuan pertama aku hanya untuk menyiksamu, tetapi aku malah berbalik mencintaimu. Perhatian yang kamu berikan, sikap manismu kepadaku, dan kamu yang penurut membuatku luluh, aku mengurungkan niat itu dan memilih hidup bahagia bersama denganmu," ucap Hans sambil ikut berbaring di atas tempat tidur.


"Terus kenapa kamu selalu mengganggu Abangku." Tiara meletakkan kepalanya di atas dada bidang Hans.


"Karena aku tidak suka dengan nya, sedari kecil yang selalu mengganggu jalan hidupku. Persaingan kami yang begitu ketat, membuat aku buta akan segala nya, aku jadi melakukan berbagai macam cara untuk menjatuhkannya," ucap Hans.


"Oh begitu, untung saja saat kamu ingin mencelakai kami berdua aku tetap selamat kalau misalnya pada saat itu aku terlindas truk, kita berdua tidak akan bersama."


"Sayang kenapa aku jadi pengen ya, padahal aku sedang hamil," ucap Tiara, tangan nya mulai mengusap ngusap perut dan dada bidang suaminya.


"Buka baju kamu," ujar Tiara.

__ADS_1


"Wah anak ini nakal ya, aku ke kamar mandi sebentar, nanti kita main satu ronde." Hans beranjak dari atas tempat tidur, ia harus segera membuang hajatnya.


Di luar Lisa dengan Evans masih tidak habis pikir kenapa Tiara mau berhubungan dengan Hans, kalau sudah hamil seperti ini sudah pasti tidak hanya sekali. Sampai sekarang saja Lisa belum hamil, eh sekarang malah Tiara dulu yang hamil.


"Sayang kita progam saja yuk," ucap Lisa.


"Terserah kamu saja, kamu pasti langsung ingin hamil setelah Tiara hamil," kata Evans.


"Hahaha iya sayang, aku jadi merasa tertantang, ya semoga saja setahun ini aku bisa menyusul Tiara."


"Anak 17 tahun sudah hamil dengan pria dewasa, aku tidak bisa membayangkan bagaimana Tiara tersiksanya," kata Lisa.


"Maksudnya sayang," tanya Evans.

__ADS_1


"Kamu lihat bagaimana Hans, dia tinggi besar seperti kamu, sudah pasti itu nya juga besar. Aku saja sering kesakitan, bagaimana Tiara yang masih muda, kasihan sekali dia," ucap Lisa.


__ADS_2