Pernikahan Di Atas Kertas

Pernikahan Di Atas Kertas
Begitu lah


__ADS_3

"Tuan.." Tiara mendorong tubuh Hans.


Hans hanya tersenyum tanpa rasa bersalah, ia benar-benar terlihat seperti pria yang sangat menyeramkan untuk Tiara.


"Aku tidak bisa menikah dengan pria seperti kamu, kamu sangat mengerikan sekali," ucap Tiara.


"Hahaha tidak ada bisa membatalkan pendekatan kita, aku sudah aku membeli dirimu dengan harga yang sangat mahal." Hans kembali memakan makanan yang Tiara masak.


Tiara yakin Abang nya bisa menolong nya tetapi ia juga tidak mungkin meminta bantuan sang Abang. Ia takut ayah nya marah yang membuat masalah jadi kemana mana.


Karena Hans tidak bisa lama lama di tempat itu setelah ia kenyang ia memutuskan untuk pergi meninggalkan rumah Tiara. Ia memberikan kecupan manis di wajah Tiara sebelum ia pergi meninggalkan Tiara.


"Ingat sayang, Minggu depan," ucap Hans sambil berjalan pergi meninggalkan Tiara.


Tiara diam tidak bergerak, ia begitu takut sampai tidak bisa melakukan apa apa.


"Ayah." Tiara segera berjalan ke tempat sang ayah berada.

__ADS_1


"Ayah kenapa," ucap Tiara.


"Kenapa apanya? Apa ada yang salah?"


"Aku tidak mau menikah dengan nya, aku sangat takut pada nya yah. Dia begitu menyeramkan yah," ucap Tiara.


"Sstt jangan banyak berbicara, kau cukup menikah dengan nya. Dia kaya raya dan bisa membahagiakan keluarga kita." Herma memberikan tatapan tajam pada Tiara.


Tiara hanya bisa membuang nafasnya dengan perlahan, percuma saja ia berbicara dengan sang ayah. Lebih baik ia masuk ke dalam kamar untuk menenangkan dirinya.


Sementara itu Lisa dengan Evans Masih berada di rumah, mereka berdua tidak datang di undangan Herman ayah Tiara, keduanya sedang merencanakan sesuatu hal yang sebelumnya pernah mereka berdua pikirkan. Setelah saling mencintai keduanya ingin merasakan pacaran yang sebelumnya tidak mereka berdua rasakan.


Sifat bar bar Lisa masih tidak menghilang. Ia selalu ketagihan dengan milik sang suami yang begitu besar, bukan hanya besar benda itu bertahan begitu lama.


"Aku sih setuju saja, kecuali ini." Evans menahan tangan Lisa.


"Hahaha sayang aku mau. Aku mau makan permen," ucap Lisa.

__ADS_1


"Sebentar sayang, aku lagi berpikir siapa yang akan menikah dengan Tiara," kata Evans.


"Kamu aku ajak kesana tidak mau, padahal calon adik ipar mu datang ke rumah," ucap Lisa.


"Aku malas sayang, yang ada aku bertengkar dengan ayah ku," ucap Evans.


"Ya sudah kamu tanya saja nanti, yang jelas kita jadi liburan ku," tanya Lisa.


"Iya jadi, kan aku sudah mengatakan jika aku setuju," jawab Evans.


Entah kenapa Evans memiliki firasat yang tidak baik pada calon suaminya Tiara nanti, ia takut Tiara mendapatkan pria yang tidak baik, apalagi sang ayah benar benar mata duitan.


Baru saja Evans berpikir celana nya sudah turun, dengan semangat nya Tiara memainkan milik nya. Ia hanya bisa memejamkan mata nya sambil menikmati apa yang Lisa lakukan.


Karena sudah tidak tahan Evans membawa Lisa ke tempat tidur, wanita ini harus segera ia gempur agar tidak macam macam lagi.


"Nah begini dong sayang, aku kan jadi suka," ucap Lisa dengan sangat bahagia.

__ADS_1


***


Hans berjalan masuk ke dalam sebuah rumah mewah, beberapa wanita menyambutnya dengan senyuman manis. Tetapi Hans mengabaikan senyuman mereka semua, ia berjalan pergi meninggalkan mereka semua.


__ADS_2