
"Di mana mereka berdua? Kenapa sampai sekarang belum pulang," ucap Tiara sambil berjalan mendekati Lisa.
"Bagus dong semakin lama mereka bersama semakin cepat mereka berdua akur, ini kan memang rencanaku ingin membuat mereka berdua banyak bersama agar cepat akur, mungkin warungnya sedang antri atau mereka mampir dulu sebuah tempat, kamu jangan khawatir tidak akan terjadi sesuatu pada mereka berdua," kata Lisa.
"Ya semoga saja apa yang kamu katakan itu benar, mereka bisa cepat akur agar kita bisa tinggal berdampingan," ucap Tiara.
Lisa tersenyum sambil mengusap bahu Tiara, memang harus akur agar kehidupan mereka bisa menjadi lebih baik.
"Eh Tiara kamu sudah hamil kan. Berikan triknya agar aku bisa cepat hamil," ucap Lisa.
"Hahaha tidak ada trik khusus kak. Aku dengan dia berhubungan setiap malam tanpa jeda semalam pun, dan dia terus buang di dalam, mungkin itu yang membuat ku bisa cepat hamil."
"Oh begitu. Ya semoga saja aku bisa segera menyusul mu, jujur saja aku tidak tega melihat Evans yang sudah sangat ingin mempunyai anak," kata Lisa.
"Pasti akan segera diberikan, Kakak tenang saja, apalagi jika rutin melakukannya. Kamu dilihat lihat Abang ku tipe yang kalem, yang sering mulai dia atau kakak."
__ADS_1
"Hahaha sudah pasti aku lah, tapi terkadang dia juga kok yang minta. Kalau sudah minta itu artisnya sudah sangat ingin, dan itu pertanda aku akan habis olehnya," kata Lisa.
"Wah sama kak, aku kadang bingung bagaimana cara mengimbangi tenaga suami ku. Ternyata kakak sama juga seperti ku," ucap Tiara.
"Kita sama sama mempunyai suami yang memiliki tenaga badak, tapi ya kalau tidak memiliki tenaga badak kita tua puas. Aku sih lebih banyak bersyukur nya."
"Hahaha kakak bisa saja."
Sementara itu Hans dengan Evans masih mendorong motor yang mogok ke arah rumah, mereka berdua sudah berjalan sekitar 10 menit dan sampai sekarang tidak ada yang yang lewat untuk mereka mintai tolong.
"Aku lelah, motor ini sangat berat," ucap Hans.
"Malas di depan akan jauh lebih capek," ucap Hans.
"Evans duduk dulu di sana, enak tu ada minimarket bisa beli minum, motor mu tinggal di sana saja," kata Hans.
__ADS_1
"Iya juga ya. Semoga saja aman," ucap Evans sambil mendorong motor nya ke arah minimarket itu.
Tak lama mereka berdua sampai di minimarket yang Hans maksud, Hans langsung masuk ke dalam untuk menyejukkan tubuh nya. Tidak lupa ia mengambil minuman dingin yang menyegarkan.
Dari luar Evans memberikan kode pada Hans agar Hans juga mengambil kan minuman untuk nya. Ia memilih menunggu di luar sambil mengamankan motor nya.
"Enak saja dia," ucap Hans, walaupun begitu ia tetap mengambil kan Evans minuman seperti yang ia ambil.
"Aman.." Evans duduk di kursi yang terdapat di minimarket itu.
"Ini minuman mu," ucap Hans sambil memberikan minuman itu pada Evans.
"Terimakasih," kata Evans, ia langsung mengambil nya dan meminum nya sampai habis.
"Kita lanjut jalan," tanya Hans.
__ADS_1
"Jadi mau mu? Mana mungkin kita naik motor yang sudah bocor," jawab Evans.
"Evans kau kenapa begitu bodoh, aku lelah kau buat. Nanti sampai rumah awas saja kau tidak memberikan makanan yang enak pada ku," ucap Hans.