
*Pernikahan Di Atas Kertas*
Nasyila dengan perasaan berbunga-bunga, ia tersenyum sepanjang hari. Hari sudah semakin sore, pukul 17:10 Nasyila membantu ibu Nadine memasak untuk makan malam. Mereka masak seperti biasanya, menu sederhana namun sangat mereka sukai.
Pukul 19:10 keluarga ibu Nadine Anastasya bersuka ria menyantap makan malamnya. Meski tidah mewah, namun mampu membuat mereka tersenyum lebar. Apalagi Nasyila, ia sangat merindukan kehidupan sederhananya bersama ibu dan adik tercintanya.
Di sisi lain, Kenzo tertawa lepas di rumah sahabatnya Reno Mahardika. Reno memang sahabatnya sejak masih SMA. Hingga keduanya sudah menyelesaikan kuliah, mereka tetap berteman baik.
Kenzo telah menyelesaikan S2 nya di usia 23 tahun, tapi ia masih menganggur dan tidak ada minat untuk bekerja. Karena baginya, harta Keynes Reinaldi tidak akan habis 7 turunan, bahkan lebih.
"Gila lo, jadi masih ori tuh cewek" tanya Reno memastikan.
"Ya kali, nyentuh aja kagak pernah" sahut Kenzo.
"Istri secantik dia gak pantes di anggurin bro!" ucap Reno dengan tawa meledek Kenzo, sahabat karibnya.
"Gengsi gue mau minta jatah!" bantah Kenzo.
"Gila lo...Burung aja dibesarin, nyali lo kecil!" hahaha... tawa Reno semakin menjadi-jadi.
"Sadis bener tuh mulut!" jawab Kenzo kesal.
__ADS_1
"Lagian ya bro, kalian itu suami istri ya wajar-wajar aja kan ngelakuin yang intim-intim?" tanya Reno.
"Pernikahan ini di atas kertas, gak bisa asal nembak ****" ucap Kenzo memukul bahu sahabatnya.
"Emangnya kenapa sih? kalau lo gak suka sama dia ya tinggal cerai aja kan beres, gak baik menyiksa anak gadis orang" jelas Reno.
"Dia udah gak gadis!" jawab Kenzo.
"Darimana lo tau... emang pernah nyoba?" ucap Reno menyelidik.
"Maksud gue, dia kan udah nikah ya gak gadis lagi dong!" sahut Kenzo asal-asalan.
"Selama mahkota kesuciannya belum lo sentuh, dia tetap gadis Ken, asal lo tau sekali lo nyoba pasti ketagihan..." bisik Reno dengan tersenyum licik.
Kenzo memang anak yang nakal, klub malam adalah tempat ia melepas segala lelah dan penat. Meski Kenzo Playboy kelas kakap, namun ia belum pernah menyentuh mahkota kesucian para wanita-wanita. Ia hanya berani melakukan cumbuan di luar, Kenzo tak mau ambil resiko jika bermain terlalu jauh.
Apa ia senikmat itu?? pikir Kenzo.
"Lo gak bakal tau betapa nikmatnya begituan, kalau lo gak nyobain" ucap Reno semakin membakar rasa penasaran sahabatnya.
"Akan aku pikirkan nanti" jawab Kenzo.
__ADS_1
"Terserah lo, pulang gih ntar bini lo nungguin" ucap Reno.
"Gak pulang gue, nginep sini aja" jawab Kenzo sesukanya.
"Istri lo kesepian ****" ucap Reno.
"Kita udah biasa kali pisah ranjang, gue sama sekali belum pernah nyentuh dia" jawab Kenzo sembari merebahkan tubuhnya di atas kasur empuk, ranjang sahabatnya.
Entah mengapa, mendengar semua perkataan dari sahabatnya Kenzo malah memikirkan istrinya.
Ah apa iya aku sejahat itu terhadap Nasyila? bathin Kenzo, di sela-sela kantuknya.
"Enak-enak punya bini, lo malah asyik meluk guling... dasar peak!" seru Reno.
Kenzo tidak menggubris, ia memilih untuk berpura-pura tidur dibalik selimut tebalnya.
Sahabatnya memilih untuk bermain game online sebelum mengistirahatkan tubuhnya.
Di kediaman ibu Nadine, Nasyila berbaring dengan tersenyum sumringah memandangi langit-langit kamar. Meski ia harus tidur sekamar dengan adiknya, ia merasa sangat bahagia. Karena memang rumah mereka hanyalah rumah jelek bahkan sangat jelek di mata keluarga Kenzo Reinaldi. Rumah Nasyila biasa-biasa saja, interior nya juga tidak semewah rumah Kenzo. Tapi Nasyila beruntung, masih diberi keluarga yang penuh kasih sayang dan saling melengkapi.
.
__ADS_1
Perlahan Nasyila tertidur pulas di samping adiknya, Marcella Anastasya. Mirza sudah tidur nyenyak di kamar sebelah, begitu juga dengan ibu Nadine ia beristirahat dengan tenang dan nyenyak. Semoga besok pagi ada keajaiban yang terus membuat keluarga Nasyila Anastasya beruntung.