Pernikahan Di Atas Kertas

Pernikahan Di Atas Kertas
Epilog (Beneran Tamat)


__ADS_3

Hari itu keadaan di rumah Fira begitu ramai, karena hari ini tepat 7 hari kelahiran Azzam dan Azzira. Fira dan Bara mengadakan acara khusus untuk gunting rambut sekaligus aqiqah untuk kedua anaknya itu.


Semua kerabat dan juga teman-temannya di undang di acara itu. Termasuk dokter Andre.


Setelah selesai acara pengajian dan gunting rambut. Kini tibalah acara untuk makan bersama. Di sana terlihat Merry dengan Dion, Selly dengan Damas, dan Andre sendirian.


"Hey Lisa, temani Pak dokter sana, jangan makan di sini," ujar Wina kepada Lisa yang hendak mendudukkan tubuhnya di dekat Mamanya tersebut.


"Gak mau ah," jawab Lisa seolah cuek.


"Eh, udah sana jangan duduk di sini!" Akhirnya mau tak mau Lisa pun menghampiri Andre yang tengah menikmati makanannya sendiri.


"Pak dokter, aku duduk di sini gak apa-apa?" tanya Lisa seraya sedikit membungkukkan tubuhnya menyimpan piring dan gelas miliknya.


Andre pun mendongakkan kepalanya menatap Lisa. "Tidak apa-apa, duduklah," ucap Andre melebarkan senyumannya, akhirnya Lisa pun mendudukkan tubuhnya di dekat Andre.


Dari jauh Wina mengamati anaknya itu. "Bagus sekali," gumamnya seolah penuh kemenangan.


^


Andre sejenak mencoba memangku Azzira dari pangkuan Bara, meskipun ia belum menikah atau mempunyai anak, tapi dalam hal menimang atau memangku anak itu sudah menjadi hal biasa baginya.


"Oh ya, Pak dokter titip Azzira sebentar ya, saya mau ke toilet dulu," ucap Bara yang seakan terburu-buru karena menahan rasa ingin pipis sejak tadi.


Dion dan Merry pun menghampiri Fira yang tengah menimang-nimang Azzam.


"Hai Azzam ganteng, gendong sini yuk sama Tante Merry," ucap Merry menirukan suara anak kecil. Fira pun memberikannya dengan hati-hati.


"Lihatlah Dion, Azzam tersenyum padaku, pasti dia senang digendong sama Tante cantik seperti aku," ucap Merry, Dion hanya tersenyum sambil mengacak pelan rambut Merry.


"Fira, bisa tolong foto-kan aku dan Merry?" pinta Dion malu-malu.


Fira sejenak menyipitkan matanya. "Oh... kalian ingin berpose seolah-olah kalian berdua ini sudah memiliki anak ya," ucap Fira. Dion hanya terkekeh. Dan akhirnya Fira pun bersedia untuk memotret Dion dan Merry yang tengah berpose mesra layaknya seorang suami dan istri yang baru saja mempunyai anak.


Setelah selesai mengambil beberapa foto, Fira menunjukkannya kepada Dion dan Merry.


"Dion lihatlah, kita terlihat serasi sekali ya, ah... aku jadi tidak sabar ingin punya anak juga," ucap Merry kegirangan.

__ADS_1


"Kau ini! Sabar ya, tunggu tiga bulan lagi," ucap Dion, sambil mencubit pipi Merry yang begitu menggemaskan di matanya.


Selly dan Damas pun menghampiri mereka. Sambil mengobrol ria, dan tak lama Andre pun ikut bergabung sambil membawa Azzira di pangkuannya.


"Loh, Azzira kok sama Pak dokter, Mas Baranya ke mana?" tanya Fira pontan.


"Tadi Tuan Bara izin ke toilet, lagi pula tidak apa-apa saya senang kok, menggendong bayi seperti ini, apalagi bayi cantik dan menggemaskan seperti Azzira ini," ucap Andre sambil tersenyum menatap Azzira yang ada di pangkuannya.


Damas pun berpamitan sebentar untuk mengambil minum yang ada di meja hidangan. Tante dan Paman Merry pun datang menghampiri Fira untuk berpamitan pulang. Sejenak Tantenya Merry melirik ke arah lelaki yang tengah menggendong Azzira.


"Selly, jadi ini ya calon suami kamu yang dokter itu, wah... bagus, kalian memang cocok sekali, bahkan sudah pantas juga buat nikah dan momong anak," ujar Tante Merry begitu saja, karena ia memang tak salah begitu melihat Selly yang berdiri di samping Andre, dengan Andre yang menggendong bayi.


Selly hanya tersenyum kaku mendengar ucapan Tantenya Merry. "He he, maaf Tante, dia bukan calon saya," ucap Selly merasa tak enak.


"Ya iya bukan calon, kalo anak zaman sekarang itu manggilnya dengan sebutan ... pacar! Iya pacar, kayak Merry dan Dion yang sekarang pacaran terus tuh!" ujar Tante, sambil melirik ke arah Merry. Merry dan Dion hanya tersenyum kikuk mendengarnya. Tante dan Pamannya Merry pun segera bergegas untuk pulang.


"Haha, Selly, Pak dokter maaf ya, tanteku memang suka bicara ngawur kayak gitu," ucap Merry sambil tersenyum kikuk.


Sementara itu, dari jauh Damas masih bisa mendengar obrolan mereka sedari tadi, ada rasa kesal yang tiba-tiba ia rasakan kembali.


***


Kini suasana rumah pun sudah sepi. Tepat pukul 20.00 malam, semua tamu sudah pulang, termasuk teman-teman Fira. Azzam dan Azzira pun sudah terlelap tidur setelah selesai di beri asi oleh Fira.


40 hari mengurus kedua anak kembarnya itu, cukuplah menguras tenaga dan pikiran Fira. Ia memang masih begitu muda untuk memiliki anak dua sekaligus, tapi Alhamdulillahnya, ada Tante Moly yang siap berjaga untuk mengurus Azzam dan Azzira secara bergantian. Dan terkadang Lisa dan Mama Wina pun ikut membantu Fira ketika mereka berkunjung ke rumah.


Fira merangkak naik ke atas ranjang, di susul oleh Bara yang baru saja keluar dari kamar mandi selesai membersihkan diri.


Bara mendudukkan tubuhnya di samping Fira sambil merebahkan punggung kekarnya di bahu ranjang. Fira pun duduk memeluk Bara, sambil menyenderkan kepalanya di dada Bara


"Sayang, apa kamu tahu, hal aling berharga yang aku miliki sekarang apa?" tanya Bara.


Sejenak Fira mendongakkan kepalanya menatap wajah suaminya itu. "Apa?"


"Hal berharga yang aku miliki sekarang adalah kalian bertiga, aku tak ada hentinya bersyukur karena Allah sudah menganugerahkan kalian dalam hidupku, terutama kamu. Aku bahagia sekali bisa memilikimu, aku bahagia selalu menjadi orang pertama yang kamu lihat ketika kamu bangun dari tidurmu, dan aku bahagia karena pada akhirnya kamu lah yang menjadi ibu dari anak-anakku," tutur Bara penuh cinta dengan pengucapan yang begitu lembut dan tulus.


"Iya Mas, aku pun sama beruntung bisa menjadi bagian terpenting dalam hidupmu."

__ADS_1


Mereka berdua pun saling beradu pandang dan tersenyum. "Istriku, aku begitu mencintaimu," ucap Bara tulus dengan tatapan penuh cinta. Satu kecupan yang begitu lama pun mendarat di kening Fira.


"Aku juga, sangat mencintaimu Mas," jawab Fira sambil memeluk erat tubuh suaminya tersebut.


.


.


.


.


TAMAT


Alhamdulillah


UNTUK LANJUTAN KISAH SELLY AUTHOR UP CERITANYA DI APLIKASI *****-** YA. Cek saja di sana, judulnya PERFECT MARRIAGE karya Delia Septiani.


Selain itu baca juga karya author di noveltoon yang lainnya yaitu.



Sebening Cinta Aisyah (Romance-Religi)


Bosku Suamiku (Romance-Komedi)


Love's Mr. Arrogant (Dark Romance-Mafia)


Tubir Hati Cahya (Kisah Lanjutan anak-anak Fira & Bara)


Menikahi Pria Misterius (Romance - Komedi - Action)



Silakan yang mau baca 😊 semua ada hanya di aplikasi NovelToon / MangaToon


Cari aja nama pena Delia Septiani maka semua karya aku akan muncul.

__ADS_1


__ADS_2