
*Pernikahan Di Atas Kertas*
Suasana di ruang tamu di hiasi dengan isak tangisan Nasyila Anastasya, Nasyila benar-benar kesal dan kecewa pada Kenzo, suaminya. Meski perbuatan Kenzo memang halal, namun Kenzo telah melakukan kesalahan yang fatal bagi papa Keynes Reinaldi. Kertas putih itu adalah saksi pernikahan Nasyila dan Kenzo, dimana mereka menikah atas dasar perjanjian dan kesepakatan di antara kedua belah pihak. Salah satunya yang tertulis di sana, mereka tidak boleh memiliki anak/keturunan.
Nasyila tak pernah menyesali pernikahannya dengan Kenzo, namun hatinya sangat pedih saat mengetahui suaminya tega merebut mahkota kesuciannya secara diam-diam bagaikan maling. Apalagi Nasyila tidak mencintai Kenzo, begitupun sebaliknya.
Isakan tangis Nasyila semakin pecah...Nasyila tak bisa berkata apa-apa, baginya semua sudah terlambat. Nasyila akan tambah menderita jika peristiwa malam itu diketahui oleh papa Keynes Reinaldi.
"Tolong...jangan menangis lagi" ucap Kenzo sendu.
"Kau jahat Ken, kau laki-laki baj*ngan Kenzo!" tegas Nasyila yang masih tenggelam dalam pelukan Kenzo Reinaldi, suaminya.
"Maafkan aku, aku dalam keadaan mabuk malam itu" ucap Kenzo.
"Mengapa kau tega merebut milikku Ken, kau sungguh pria jahat!" Nasyila terus menangis dan menangis sambil memukul-mukul dada bidang suaminya.
"Malam itu kamu menggoda sekali, aku tidak bisa menahannya" ucap Kenzo menatap istrinya.
"Seharusnya kau tidak melakukannya Kenzo" jawab Nasyila masih di selimuti rasa marah dan kecewa.
Berulang kali Kenzo meminta maaf atas perbuatannya, karena Kenzo tak tega melihat istrinya yang semaki hanyut dalam kesedihan dan tangisnya.
.
Perlahan air mata Nasyila sudah mulai mengering, senyum tipis di bibirnya sudah mulai terlukis indah. Kenzo menyadari sikap istrinya yang sudah mulai stabil dan membaik, segera ia berterima kasih kepada Nasyila.
"Terimakasih, kau benar-benar wanita terbaik" ucap Kenzo penuh rasa kagum.
__ADS_1
"Aku memaafkanmu ata dasar kemanusiaan Ken..." sahut Nasyila sedikit menyunggingkan senyumnya.
"Aku janji Nasyila... aku akan memperbaiki semua ini" ucap Kenzo mantap dengan pendiriannya.
Apa yang harus di perbaiki? nasi sudah menjadi bubur Ken... bahkan keperawanan tidak akan datang dua kali!! bathin Nasyila kritis.
"Maksud kamu?" Nasyila sedikit bingung tak mengerti.
"You will see Nasyila... beri aku waktu, aku akan memperbaiki semuanya" ucap Kenzo tersenyum manis di depan istrinya.
"Aku percaya itu" sahut Nasyila.
Seburuk-buruknya orang, dia pasti memiliki sisi kebaikan walaupun sedikit. Dan sebaik-baiknya orang, pasti memiliki sisi keburukan walaupun secuil. Itulah perumpamaan yang pas untuk Kenzo dan Nasyila, di mana keduanya sama-sama memiliki sifat yang berbeda, namun tidak menutup kemungkinan mereka bisa melakukan hal atau kesalahan yang sama.
.
30 menit kemudian...
Kenzo sudah tiba di rumah Reno, Kenzo langsung masuk ke dalam rumah sahabatnya itu. Karena Reno lebih sering tinggal sendiri, maka dari itu akses keluar masuk ke rumah Reno bebas, apalagi untuk seorang Kenzo Reinaldi.
Kenzo mulai menceritakan semua peristiwa yang di alaminya bersama Nasyila kepada Reno, sahabat karibnya.
"Wah parah lo bro...diam-diam tembak dalam haha" ejek Reno terhadap Kenzo, sahabatnya.
"Abisnya nikmat, gimana dong!" sahut Kenzo tanpa rasa malu sedikitpun.
"Makanya kalau mau jatah bilang aja kali bro, jangan nyolong gitu haha" seru Reno terus menertawakan sahabatnya.
__ADS_1
"Gue mabuk b*go" sahut Kenzo tak terima di permalukan oleh Reno.
"Kalo gak mabuk, apa berani lo minta jatah??" tanya Reno menyelidik.
"Gak tau!" jawab Kenzo singkat.
"Ah payah lo Ken, gede doang gak guna kalo gak hidup haha" ucap Reno sesuka hatinya
"Gua serius...lo malah becanda mulu" jawab Kenzo kesal.
"Gue bingung nih bro...masa iya, pas lo gempur tuh cewek dia gak sadar?" ucap Reno penasaran.
"Emang gak sadar sih, cuman gue denger kalo dia mendesah" sahut Kenzo.
"Dasar b*go...itu artinya bini lo menikmati permainan lo Ken! gak menutup kemungkinan dong, kalau dia sebenarnya juga pengen melakukannya...makanya pasrah gitu aja" jelas Reno.
"Iya sih, masuk akal juga" jawab Kenzo.
"Yaiyalah masuk akal, emangnya lo Ken, kalau ngelakuin apa-apa suka gak mikir dulu ke depannya seperti apa!" ucap Reno tegas kepada Kenzo.
"Iya deh, jadi...intinya gue harus gimana?" tanya Kenzo, mengharapkan solusi terbaik dari sahabatnya.
"Menurut gue, kalian harus memulai hidup baru...kalian harus perbaiki semuanya, dan mulai dari awal Ken.. gue yakin lo pria sejati, lo bisa bersikap dewasa, dan lo mampu melakukannya" jelas Reno memberi solusi untuk Kenzo.
"Makasih bro...lo emang yang terbaik" ucap Kenzo merangkul hangat bahu sahabatnya.
Kenzo benar-benar harus memulai semuanya dari awal. Kenzo benar-benar harus belajar mencintai Nasyila, dan terutama menghargai Nasyila sebagai istrinya. Kenzo pasti bisa menghadapi kerasnya penghalang di antara mereka nantinya, papa Keynes Reinaldi memang bukan musuh Kenzo, tapi apa boleh buat...cinta mereka harus di perjuangkan sekalipun harus menentang sebuah larangan dari papa Keynes Reinaldi..
__ADS_1