Pernikahan Di Atas Kertas

Pernikahan Di Atas Kertas
Tergoda


__ADS_3

"Wah wanita satu ini, otak nya kotor sekali." Evans menarik Lisa ke atas pangkuan nya.


"Sayang kamu mau aku bergoyang di atas pangkuan kamu," tanya Lisa.


"Kalau kamu mau silahkan saja," jawab Evans.


Lisa merasa sangat tertantang jika seperti ini, pria satu ini memang sangat suka menantang nya. Ia jadi ingat bagaimana dulu ia menikahi Evans, kalau tidak karena nya mereka berdua tidak akan menikah.


"Sayang kalau misalnya aku tidak bisa mempunyai anak, kamu akan tetap bertahan atau akan pergi meninggalkan aku."


Evans mengerutkan dahinya, pertanyaan semacam ini pertanyaannya malas kali ya dengar. Dengan mudah ia bisa menjawabnya, tapi jika Lisa sudah bertanya seperti ini pasti sudah ada hal tidak bisa yang Lisa pikirkan.


"Kenapa kamu bertanya hal seperti ini, apa pantas pertanyaan itu kamu tanyakan, jika pertanyaan itu menyakiti hatimu untuk apa kamu menanyakannya," ucap Evans.


"Sayang kamu tinggal jawab bertahan atau pergi, pertanyaan itu tidak menyakiti hatiku kok," ujar Lisa.


"Aku akan pergi, aku akan pergi bersama denganmu menjalani kehidupan yang lebih baik," ucap Evans.

__ADS_1


"Maksud kamu bagaimana sih? Jadi kamu akan pergi meninggalkanku?"


"Tidak sayang aku akan tetap bersama denganmu, aku sudah sangat bahagia seperti ini. Memang kalau mempunyai anak pasti kan jauh lebih bahagia, tetapi kebahagiaan yang aku rasakan sudah sangat cukup. Anak bukan segalanya, kalau aku atau kamu tidak bisa mempunyai anak kita bisa mengadopsi nya dari panti," ucap Evans.


"Syukurlah jika kamu mau bertahan bersama denganku, kalau tidak bersama dengan kamu aku tidak tahu akan bersama dengan siapa kedepannya nanti, aku sangat mencintaimu tidak ada pria yang dapat menggantikanmu dari hatiku," ucap Lisa.


"Hahaha kalau begitu jangan bertanya tentang hal itu lagi, kamu suka wanita satu-satunya yang kucintai," kata Evans sambil memeluk istrinya dengan erat.


"Sayang kita ke kamar yuk," ucap Lisa.


"Ngapain ke sana? Kalau mau main di sini saja." Evans mengedipkan satu matanya.


"Hahaha siapa sayang? Diana?"


"Kamu tau dia tergila gila dengan tubuh kamu, dia sering mengintip kamu sedang berenang, aku heran deh kenapa wanita itu gatal sekali," kata Lisa.


"Sudah bawaan lahir sayang, mau bagaimana lagi dia sudah seperti itu, yang terpenting aku tidak menanggapi nya. Aku fokus dengan kamu yang sangat aku cintai, sampai kapan pun aku tidak akan tergoda oleh nya."

__ADS_1


"Semoga saja, awas saja kalau kamu sampai tergoda olehnya," ucap Lisa.


Herman sudah lega semuanya selesai, ia sudah bisa menikmati uang yang Hans berikan selama ini dengan tenang. Uang itu berjumlah begitu besar, ia bisa menghabiskan uang itu dengan berbagai macam hal yang menyenangkan.


"Hay.." Diana berjalan mendekati Hans. Sudah lama mereka berdua tidak bertemu, semenjak malam yang hot Diana jadi terus terbayang bayang akan Herman.


"Suamimu ada di rumah," tanya Herma.


"Tidak ada, kamu mengajak ku kemana?"


"Menikmati dunia di hotel yang empuk," bisik Diana.


Jantung Diana langsung berdetak dengan cepat, ia sangat menyukai Evans tetapi ia tidak bisa mendapatkan Evans, karena Evans nya tidak dapat ada ayahnya yang tidak kalah tampan.


Diana mau saja di bungkus Herman ke hotel, wanita ini memang benar benar sudah rusak.


__ADS_1



__ADS_2