
*Pernikahan Di Atas Kertas*
Setelah 30 menit berlalu, Kenzo tiba di rumah sahabatnya. Tanpa permisi dan mengucap salam, Kenzo menyelonong masuk kedalam rumah Reno Mahardika. Langsung menuju ke kamar sahabat karibnya.
"Woy, bangun bro!" seru Kenzo mengganggu tidur siang sahabatnya.
"Berisik lo!" sahut Reno masih tetap memejamkan mata lelahnya.
"Abis ngapain lo, lemes banget?" tanya Kenzo dengan antusias.
"Biasa... enak-enak gue" sahut Reno sembarang.
"Anjay sobat gue lebih maniac sex ternyata" haha... tawa Kenzo memenuhi ruangan kamar Reno.
"Lo ganggu banget Ken!" ucap Reno geram karena tidur siangnya terganggu sambil menuju kamar mandi.
*
10 menit kemudian Reno sudah siap membersihkan dirinya. Langsung saja kedua pria itu main bareng, ya setiap bertemu mereka menyempatkan diri untuk bermain game online di ponsel mereka masing-masing.
"Eh ngapain lo kesini?" ucap Reno masih tetap fokus pada layar ponselnya.
"Bertengkar lagi gue sama bokap" jelas Kenzo singkat.
"Terus?" sambung Reno.
__ADS_1
"Gue udah ambil keputusan" sahut Kenzo.
"Apaan?" tanya Reno menyelidik.
"Gue akan tetap mempertahankan Nasyila, istri gue!" sahut Kenzo mantap.
"Bagus Ken, gue bangga sama lo!" ucap Reno memberi semangat.
"Tapi... gue jahat banget gak sih, udah mengkhianati Nasyila dua kali gue" ucap Kenzo merasa bersalah.
"Gue tau lo pria normal, wajar aja kali kalo lo tergiur sama jablay modelan Bela" ucap Reno.
"Tumben lo ngerti"
"Gimana gak ngerti coba, gue juga khilaf enak-enak sama Bela" jawab Reno keceplosan.
"Beberapa hari yang lalu, di rumah gue di ruang tamu" ucap Reno tanpa dosa.
"Wah brutal lo" ucap Kenzo.
"Tapi sebenernya dia gak cari gue sih, dia cuman mau info lo doang Ken" sahut Reno.
Reno pun menceritakan tentang peristiwa beberapa hari yang lalu saat kedatangan Bela ke rumahnya.
"Intinya lo harus jaga iman bro, inget lo punya bini" ucap Reno.
__ADS_1
"Iya gue paham kok, posisi gue!" jelas Kenzo, ia pun merasa lega karena sudah bercerita panjang lebar tentang masalah rumah tangganya terhadap sahabatnya.
"Yaudah gue balik ya" ucap Kenzo.
"Gue anter lo" ucap Reno Mahardika, dengan setia kawan nya ia mengantar sahabatnya yang sekarang berstatus bukan anak sultan lagi.
*
Di kediaman Keynes Reinaldi, Keynes masih menyusun rencana agar rumah tangga anaknya hancur. Dengan begitu, tidak ada hubungan darah antara keturunan Keynes Reinaldi dengan keturunan Aditya Syahab.
Keynes akan mengirimkan mata-mata sekaligus untuk menggugurkan kandungan Nasyila. Padahal Nasyila benar-benar tidak mengandung keturunan Kenzo Reinaldi saat ini, tapi apa boleh buat kebencian telah merasuki fikiran Keynes yang berambisi untuk menghancurkan keturunan Aditya Syahab musuhnya.
Di sebuah Cafe Harmoni, seorang wanita sepantaran anak semata wayangnya sudah menunggu kedatangan tuan besar Keynes Reinaldi, perempuan itu adalah Bela, mantan kekasih Kenzo Reinaldi.
Papa Keynes menghalalkan segala cara agar anak dan menantunya itu cerai, tak terkecuali ia melibatkan Bela. Keynes memang tidak merestui hubungan Bela dengan Kenzo, tetapi demi rencananya ia harus bisa memanfaatkan wanita liar itu untuk menjebak dan menghancurkan rumah tangga anaknya.
"Baik om, saya akan melakukannya dengan baik" ucap Bela menyetujui perintah dari Keynes Reinaldi.
"Okey, sebagai imbalannya saya akan memberikan berapapun yang kamu mau" ucap Keynes Reinaldi dengan entengnya.
Tanpa bayaran pun aku akan tetap melakukannya, maaf om aku memang sudah berencana untuk merebut lelaki yang aku cintai dari istrinya itu... bathin Bela dengan senyum kemenangan karena rencananya justru sedikit banyak di dukung oleh papa nya Kenzo tanpa sepengetahuannya.
"Baik om, semua bisa di atur" sahut Bela dengan penuh kemenangan.
"Yasudah kalau begitu saya akan pulang, lakukan perintahku seperti rencana awal kita dan ingat jangan pernah mengkhianati om" ucap Keynes penuh penekanan, karena ia sebenarnya juga tak menyukai Bela.
__ADS_1
Sepeninggal Keynes Reinaldi, Bela masih menikmati jus orange di sore harinya itu. Bagaikan mendapat kesempatan emas, Bela terus menyunggingkan senyum bahagianya.