Pernikahan Di Atas Kertas

Pernikahan Di Atas Kertas
Langkah Awal


__ADS_3

*Pernikahan Di Atas Kertas*


Satu minggu kemudian...


"Nasyila, aku ingin bicara serius" ucap Kenzo.


"Soal apa?" Nasyila bertanya pada suaminya.


"Aku ingin kita pindah rumah saja, sekalipun itu ngekos atau ngontrak" jelas Kenzo.


"Apa karena rumahku terlalu jelek ya? atau karena kamu tidak nyaman dengan keluargaku?" tanya Nasyila semakin menyelidik.


"Bukan begitu, bantu aku buktikan ke papa... aku bisa menjadi anak dan suami yang bisa dibanggakan, kamu mau kan mewujudkan itu" jelas Kenzo menatap tulus mata istrinya dalam-dalam.


"Aku selalu mendukung keputusanmu" ucap Nasyila mengulas senyum.


Setelag berpamitan kepada ibu Nadine, Kenzo dan Nasyila ngontrak di sekitaran komplek yang taj jauh dari kediaman ibu Nadine. Nasyila memang sengaja meminta pada suaminya agar tidak terlalu jauh dari keluarganya, dan dengan senang hati Kenzo menuruti kemauan istrinya.


"Kita tinggal di sini saja untuk sementara, kamu tidak keberatan kan?" tanya Kenzo.


"Hahaha sejak kapan aku keberatan hidup dalam kemiskinan tuan muda, kesederhanaan adalah duniaku" jelas Nasyila sedikit menyindir suaminya.


"Sudahlah, suatu hari nanti suamimu akan membelikan rumah yang lebih besar dan luas daripada kontrakan ini, percayalah" ucap Kenzo dengan percaya diri.


"Aku akan menunggu masa itu Ken" sahut Nasyila.


Mereka membersihkan rumah kontrakan itu dan di tata sesuai dengan selera mereka. Rumah kontrakan yang minimalis, tapi sudah sangat cukup untuk seorang Nasyila yang terpenting ada tempat tinggal untuk beristirahat dengan tenang.

__ADS_1


"Ken apa aku boleh bekerja kembali ke kantor ku? sebelumnya atasanku berkali-kali menyuruhku kembali ke kantor" jelas Nasyila.


"Aku tidak yakin, jika kamu akan diterima setelah ini Syila" jawab Kenzo.


"Maksud kamu apa?" tanya Nasyila tak mengerti.


"Hey apa kau lupa... kantor mu itu di bawah kendali papa ku" ucap Kenzo menyadarkan istrinya.


"Kamu benar, kita akan sulit dalam keuangan" jelas Nasyila sedikit lesu.


"Aku akan berusaha, aku hanya butuh waktu" jelas Kenzo.


"Ya baiklah" jawab Nasyila.


*


Bela, sudah sejak tadi ia mengikuti Kenzo dan Nasyila. Dia terus memata-matai pergerakan kedua kekasih tersebut dan berharap secepatnya bisa menghancurkan hubungan mereka.


Ternyata di sini persembunyian kalian, baiklah permainan akan segera di mulai sayang... bathin Bela dengan senyum jahatnya.


Dengan sengaja Bela mengerang kesakitan di depan rumah kontrakan milik Kenzo dan istrinya itu. Dengan spontan Kenzo dan Nasyila menghampiri pekarangan rumah dan mendapati Bela sudah tak sadarkan diri dan tergeletak lemah di depan rumah mereka.


Dengan penuh tanda tanya di benak Kenzo, ia benar-benar tak menyangka bahwa Bela akan bergerak secepat ini. Bela hadir kembali, dan akan membuat perlahan demi perlahan rumah tangganya retak.


Kenzo mengangkat tubuh sintal nya Bela dengan hati-hati tapi pasti, ia mencoba sesantai mungkin. Kenzo tak mau jika istrinya sampai curiga atau mengetahui latar belakang Bela dalam kehidupan Kenzo sebelumnya.


"Ken kasihan sekali ya wanita ini, kira-kira dia kenapa ya?" tanya Nasyila dengan wajah cemasnya.

__ADS_1


"Entahlah aku juga tidak tahu dia kenapa, sebaiknya kita tunggu saja dia siuman" jelas Kenzo.


Lima menit kemudian, Bela mulai mengerjapkan matanya tanda ia sadarkan diri meski itu hanyalah kedok sandiwara nya.


"Awh, aku di mana?" rintih Bela dengan sikap manjanya.


"Tenanglah, kamu ada di rumah kami tadi kamu pingsan mbak" sahut Nasyila.


"Silahkan minum dulu mbak" imbuh Nasyila.


"Oh ya, terimakasih atas kebaikan kalian" ucap Bela dengan ekspresi manisnya.


"Perkenalkan aku Nasyila, siapa nama mbak?" ucap Nasyila ramah.


"Saya Bela" jawab Bela tersenyum getir.


"Oh ya mbak, ini suami saya Kenzo" jelas Nasyila memperkenalkan suaminya.


"Saya Bela... apa sebelumnya kita pernah bertemu mas, sepertinya kita pernah bertemu di salah satu club malam yang ada di kota ini dan bermalam di hotel saat itu ehm tapi entahlah aku lupa, mungkin juga salah orang" jelas Bela mulai menunjukkan sifat jahatnya.


"Saya Kenzo, mungkin anda salah orang" ucap Kenzo melotot pada Bela.


"Ya mungkin saja aku salah orang, terimakasih atas kebaikan kalian saya permisi" ucap Bela.


"Silahkan" seru Kenzo basa basi.


Akhirnya Bela pergi dari rumah kontrakan mereka, sebenarnya Nasyila mencurigai kata-kata Bela tadi, namun ia mengurungkan niatnya untuk mengintrogasi suaminya. Nasyila memilih diam, dan akan mencari tau sendiri apa yang sebenarnya terjadi?

__ADS_1


Sebuah pengkhianatan bisa dilakukan karena tidak adanya kepercayaan, mungkin dengan sebuah kepercayaan Kenzo tidak akan mengkhianati pernikahan ini... pikir Nasyila.


__ADS_2