Pernikahan Di Atas Kertas

Pernikahan Di Atas Kertas
Pingsan


__ADS_3

"Ini jawabannya," batin Tiara saat merasakan benih Hans kembali membasahi rahimnya, rasanya tidak sedikit aneh jika Hans membuatnya hamil sedangkan dua istri Hans sebelumnya sampai sekarang tidak ada tanda jika mereka sedang hamil.


Hans jatuh ke samping tubuh Tiara, setelah bertempur dengan Tiara ia selalu lemas seperti tidak berdaya, berbeda dengan sangat melakukan nya dengan Keduanya. Apa semua ini karena Hans melakukan nya dengan perasaan? Entahlah hanya Hans yang dapat menjawab pertanyaan itu.


***


Beberapa Minggu setelah rencana itu semuanya berjalan dengan baik, Evans tidak lagi bertanya apapun tentang calon suami Tiara, hal itu membuat Hans merasa aman dan tenang, hubungan nya juga dengan Tiara sudah semakin dekat, rencananya untuk menyiksa Gadis itu sudah tidak terpikirkan lagi.


Begitu juga dengan Tiara, semenjak mengikuti rencana yang Hans dan ayahnya buat ia merasa Abang nya sudah tidak menerornya lagi hal itu membuat Tiara jauh lebih tenang menikmati hidup. Apalagi sang suami sudah lebih perhatian dari biasanya, Tanpa ia minta Hans memberikannya beberapa hadiah lagi, hal itu membuat Tiara semakin senang.


"Hari ini kamu masuk jam berapa? Kenapa dari tadi belum bergerak dari atas tempat tidur?"


"Hari ini aku masuk jam 11 siang, hujan-hujan paling enak rebahan di atas tempat tidur," ucap Hans.


"Oh ceritanya mau jadi orang yang pemalas, seorang bos besar menjadi seorang pemalas. Bagaimana anak buahnya nanti, bisa jadi malah lebih pemalas dari bos nya," kata Tiara.


"Cerewet…" Hans menarik Tiara kembali ke atas tempat tidur, wanita ini semakin lama semakin cerewet saja.


"Sayang… Aku sudah mandi jangan membuat ku mandi lagi," ucap Tiara.


"Kenapa emangnya tidak suka? Yakin tidak suka?" Hans menaikan satu alisnya.


"Kenapa kamu jadi seperti ini sih? Kamu jadi aneh lho mas, aku tidak biasanya melihat kamu seperti ini." Tiara membalik tubuh nya ke arah Hans.

__ADS_1


Hans mengerutkan dahinya, ia tidak ada merasa aneh pada dirinya, tetapi orang lain melihatnya aneh bisa jadi memang ia sedang aneh. Habs belajar lebih melihat pandangan orang lain daripada pandangan dirinya sendiri, biasanya apa yang orang lihat itu benar, dan kadang manusia itu suka tidak sadar diri.


"Aku aneh dari mananya," tanya Hans dengan wajah yang serius.


Tiara tersenyum mendengar pertanyaan dari Hans, itu artinya Hans mendengarkan apa yang ia katakan. "Dari sifat kamu yang sudah jauh berbeda saat kita pertama bertemu, dari wajah kamu juga sudah lebih banyak memainkan ekspresi, biasanya kamu hanya menggunakan ekspresi datar, terus dari nada bicara kamu juga sudah mulai lembut padaku."


"Hanya itu kan tidak ada yang lain? Hanya pada kamu saja kan tidak pada orang lain?"


"Iya kayaknya sih hanya padaku saja, dengan 2 istri kamu sebelumnya juga masih sama kok tidak ada perbedaannya," jawab Tiara.


"Syukurlah hanya pada kamu, aku pikir aneh bagaimana."


"Kenapa kamu bilang syukur hanya padaku, emangnya kalau dengan orang lain kenapa?"


"Ya kalau dengan orang lain akan membuatku malu, itu saja masih bertanya. Lebih mengerti suamimu jadi tidak perlu banyak pertanyaan," kata Richard.


"Untuk apa aku mengerti kamu? Emangnya dirimu siapa harus aku mengerti. Dan satu lagi jangan lupa cepat buatkan sarapan untukku, aku sudah sangat lapar dan kamu belum membuatkanku sarapan, Mana tanggung jawab kamu sebagai istri yang baik."


"Kata siapa aku belum membuatkan kamu sarapan, kamu sih terlalu banyak tidur jadi tidak tahu kalau istrinya sudah bertempur di dapur, ya sudah aku ambil dulu sarapan untuk kamu. Tadi aku membuat soto, sangat enak makan saat hujan-hujan seperti ini," ucap Tiara.


"Apapun yang kamu masak pasti terasa enak, cepat bawa ke sini untuk ku."


Tiara pun berjalan pergi meninggalkan Hans, ia berjalan menuju dapur untuk mengambil soto yang ia buat tadi pagi, kebetulan ia membuat banyak nanti kalau mau ia akan menawarkan pada Siska dan Ayu, tetapi kalau mereka mau saja kalau tidak mau dirinya tidak akan memaksa mereka untuk memakannya.

__ADS_1


"Akhirnya kau keluar kamar juga." Ayu mencengkram tangan Tiara dan menariknya dengan kasar.


"Ahh sakit." Cara berteriak dengan keras, apa yang Ayu lakukan padanya benar-benar sangat menyakitkan.


"Kamu bisa diam tidak!! Jangan membuat suami ku bangun.." Siksa juga menarik paksa rambut Tiara.


"Ahh sakit.. Kalian berdua apaan apaan sih."


"Katakan dengan jujur pasti kamu kan yang membuat Hans tidak mau dekat-dekat dengan kami lagi, kamu yang sudah mempengaruhi suami kamu sehingga dia hanya mau dekat dengan kamu, tolong sadar diri Tiara," ucap Siska.


"Aku tidak ada mempengaruhi dia, semua yang dilakukan sesuai dengan isi hatinya. Aku sudah mengatakan padanya kalau dia harus ada pada kita semua, tapi dia tetap tidak mau, berarti itu masalahnya bukan ada pada dia dan aku, tapi pada kalian berdua kenapa dia tidak nyaman dekat dengan kalian berdua," kata Tiara.


"Sudah berani kau ya, bukannya sadar diri malah semakin melunjak." Ayu mendorong Tiara dengan cukup kasar, setelah Tiara jatuh atas lantai Siska kembali menarik Tiara ke arah kolam renang.


"Jangan aku tidak bisa berenang," ucap Tiara.


"Memang lebih baik kamu mati." Tanpa rasa kasihan Siska mendorong Tiara sampai masuk ke dalam kolam renang yang sangat dalam, kedalaman kolam renang itu sekitar 4 sampai 5 meter kolam renang itu memang disesuaikan dengan keinginan Hans yang sangat suka sekali berenang.


"Tolong," teriak Tiara.


"Tiara." Dari lantai dua Hans melihat itu semua, sedari tadi ia memang mendengar suara teriakan dari Tiara, itu sebabnya Hans ke lantai dua untuk melihat nya. Hans pikir Tiara ada di dapur, tetapi saat di dapur ia malah mendengar Tiara dari arah kolam renang.


Tanpa pikir panjang Hans melompat dari balkon lantai 2 ke kolam renang, walaupun jarak yang cukup tinggi Hans tidak mau berpikir lebih lama lagi, keselamatan Tiara nomor 1 apalagi ya tahu jika Tiara tidak bisa berenang.

__ADS_1


Siska dan Ayu terkejut melihat kedatangan Hans dari atas, mereka berdua sudah pasti akan mendapatkan masalah besar apalagi sampai Tiara terkena apa apa. Sebelum Hans menyadari kehadiran mereka berduanya berlari pergi meninggalkan tempat itu.


Hans menarik Tiara ke atas kolam renang, saat ini Tiara sedang tidak sadarkan diri, dirinya benar-benar takut terjadi sesuatu yang mengkhawatirkan pada Tiara. Apalagi Tiara cukup lama berada di kolam renang, pastinya Tiara sudah menelan air cukup banyak sehingga pingsan seperti ini.


__ADS_2