Pernikahan Di Atas Kertas

Pernikahan Di Atas Kertas
Tamparan Ini


__ADS_3

*Pernikahan Di Atas Kertas*


Sepeninggal papa Keynes, Nasyila dan Kenzo kembali ke kamar untuk membahas penjelasan yang di utarakan oleh Kenzo.


"Maksud kamu apa? kenapa berbohong seperti itu Ken?" tanya Nasyila penasaran.


"Aku telah menikmati tubuhmu, bahkan sudah merenggut mahkotamu... aku tidak mungkin membuangmu begitu saja, sekalipun aku seorang brengsek" jelas Kenzo.


"Tapi aku rasa semua sia-sia Ken, papamu tidak akan pernah percaya dan tidak akan pernah menerima kehadiranku di tengah-tengah keluargamu" sahut Nasyila.


"Sudahlah jangan fikirkan itu lagi, kamu cukup berpura-pura hamil agar papa tidak membahas perceraian itu lagi" ucap Kenzo, sembari menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Seburuk inikah? nasib orang miskin... harga diri bisa dibeli seenaknya dengan konglomerat... bathin Nasyila.


Jam 13.15 papa Keynes sudah kembali ke rumah, dengan gagah ia berjalan menaiki anak tangga menuju kamarnya. Di kamar sudah ada wanita paruh baya yang setia menunggu kedatangannya, mama Alena.


"Sudah pulang pa, sini mama bantu" ucap Alena lembut.


"Iya ma" sahut papa Keynes.


"Pa, apa tidak ada pertimbangan?" tanya Alena.


"Mengenai apa?" jawab Keynes pura-pura tidak mengerti.


"Nasyila itu sedang mengandung anak Kenzo pa, artinya ada benih cucu dalam rahim Nasyila... cucu kita pa" jelas mama Alena.


"Mama ini, terlalu cepat percaya... bisa saja semua itu akal-akalan Nasyila dan Kenzo" bantah Keynes.

__ADS_1


"Papa ini, tidak pernah berubah" ucap mama Alena.


"Sudahlah ma, papa capek mau istirahat"


"Ya sudah, papa istirahat saja... mama izin mau keluar, ada janji sama temen mama" ucap Alena.


"Iya ma, lakukan saja apapun yang bisa buat kamu senang" sahut Keynes dengan senyum mengembang.


....


"Ken, boleh aku minta sesuatu?" tanya Nasyila perlahan.


"Apa?" sahut Ken singkat.


"Aku mau pulang ke rumah kita, di sini aku merasa canggung dan tidak nyaman" jawab Nasyila.


"Terimakasih" ucap Nasyila.


"Heem" ucap Kenzo lirih.


*


"Jangan membantah, atau papa akan mencabut semua fasilitasmu" ancam papa Keynes terhadap Kenzo.


"Kenzo memang brengsek pa, tapi Ken bukan ******** yang dengan mudah mencampakkan wanita yang sudah rela memberikan mahkota kesuciannya untuk Ken" jawab Kenzo mantap.


"Sok bijak, lalu apa kabar dengan wanita-wanita di club malam itu Kenzo!" tegas papa Keynes.

__ADS_1


"Haha wanita-wanita itu hanyalah barang bekas pa, wajar jika Ken membuangnya begitu saja"


"Dasar keras kepala!" bentak Keynes yang langsung menampar Kenzo untuk yang pertama kalinya.


"Papa menamparku, untuk pertama kalinya... sampai kapanpun aku tidak akan pernah melupakan tamparan ini pa" ucap Kenzo dengan rasa kecewa meninggalkan rumah papanya.


"Ma...Ken pamit" ucap Kenzo lirih.


"Hati-hati di jalan nak, maafkan sikap papamu" ucap Alena dengan air mata yang sudah menetes di pipinya.


"Ma, kami pamit... Assalamu'alaikum" ucap Nasyila.


"Wa'alaikumussalam sayang" jawab mama Alena semakin terisak dalam kesedihannya.


"Sudahlah, jangan menangisi anak kurang ajar seperti itu! benar-benar anak tak tau di untung" geram Keynes menggerutu.


*


"Seharusnya kamu tidak melakukan ini semua" ucap Nasyila perlahan.


"Jangan menambah masalah, aku sudah cukup pusing dengan semua ini" sahut Ken.


"Maaf" ucap Nasyila.


Sesampainya di rumah, mereka berdua tetap berada dalam keheningan. Sepanjang perjalanan Kenzo hanya fokus menyetir, tanpa menghiraukan istrinya.


Ya Tuhan... aku lelah dengan semua ini, tolong berikanlah jalan keluar dari masalah ini Tuhan... pinta Nasyila dalam do'anya.

__ADS_1


__ADS_2