
Hans meminta Tiara untuk mempersiapkan air hangat dan pakaiannya, hari ini ia akan membawa Tiara pergi bertemu dengan beberapa klien nya, Entah kenapa ia merasa akan lebih nyaman membawa Tiara dari pada dua istri sebelumnya, walaupun ini akan menjadi hari pertama Hans membawa Tiara ini untuk ikut bekerja dengannya.
"Mas aku belum mempunyai pakaian," ucap Tiara sambil mendekati Hans yang masih berbaring di atas tempat tidur.
Hans menepuk jidatnya, ia lupa jika Tiara belum mempunyai pakaian ganti, kemarin tanpa memberitahu Tiara ia langsung mengajak Tiara menikah, Tiara sama sekali tidak mempersiapkan keperluan nya.
Hans mengambil handphone nya untuk menghubungi salah satu istri nya. Ia rasa tubuh Tiara hampir sama dengan tubuh Siska, beberapa kali Siska pernah ia bawa bertemu dengan kliennya, Siska mempunyai pakaian yang Tiara butuhkan.
"Untuk apa sayang," tanya Siksa.
"Jangan banyak tanya, antarkan sekarang," ucap Hans sambil memutuskan sambungan teks itu.
Hans bergerak dari atas tempat tidur, ia akan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
__ADS_1
"Siska akan mengantarnya," ucap Hans sebelum masuk ke dalam kamar mandi.
Tiara menganggukkan kepalanya lagi dan lagi ia berurusan dengan Siska yang tidak suka dengan dirinya. Mau bagaimana lagi sekarang ia memerlukan pakaian, tidak mungkin ia pergi tanpa menggunakan pakaian.
Tak lama Siska berjalan masuk ke dalam kamar itu, Tiara yang tengah mempersiapkan pakaian kerja Hans langsung menyambut kedatangan Siksa.
"Wah sudah berani dia ya," ucap Siska sambil melemparkan pakaian yang ia bawa ke depan wajah Tiara
"Terima kasih untuk pakaiannya, aku sangat memerlukannya karena mas Hans belum membelikan pakaian baru."
"Jangan kamu pikir karena Hans membawamu pergi dengannya kamu yang paling utama, dia tetap milikku. Buktinya dia datang untuk menyentuhku tidak menyentuhmu, malam pertama mu tidak akan pernah terjadi," ucap Siska.
"Aku akan memberikan apa yang suami ku minta, dan aku juga tidak pernah melarang dia untuk menyentuh istrinya. Hmmm bukannya setelah menyentuh kamu dia pergi meninggalkan kami, dia kembali ke kamar ini untuk tidur bersama dengan ku," kata Tiara sambil tersenyum.
__ADS_1
Siska langsung terdiam seketika, ia mengerti kenapa kemarin Hans pergi meninggalkan nya. Ternyata walaupun meminta pelayanan dari nya Hans tetap menghabiskan malam dengan Tiara.
"Sudah berani ya kamu." Tangan Siska bergerak menampar Tiara. Saat tangan Tiara ingin menahan tamparan itu ternyata ada sebuah tangan yang menahan tangan Siska agar tidak meneruskan tamparannya tamparan nya.
"Sayang," ucap siswa dengan wajah yang terkejut.
"Jangan macam macam, pergi." Hans mendorong Siksa dengan kasar, karena takut Hans marah Siska pun berjalan pergi meninggalkan kamar itu.
"Jadi wanita jangan lemah! Kalau kamu diperlakukan buruk kepada orang lain lawan, kecuali pada ku. Aku bebas memperlakukan bagaimana kamu," ucap Hans sambil menarik Tiara ke atas tempat tidur.
"Mas kamu mau apa mas," tanya Tiara sambil menahan tangan Hans.
"Bukannya kamu ingin malam pertama dengan ku, malam pertama tidak selalu dilakukan pada malam hari," jawab Hans dengan senyuman mesum di bibirnya.
__ADS_1