
"Kita harus menghabisi Tiara, dia benar-benar telah berurusan dengan orang yang salah. Aku akan membuat perhitungan padanya, sesuatu yang tidak pernah dia lupakan," ucap Ayu.
"Aku pun juga akan membuat perhitungan padanya, dia bener sudah berani mengambil Hans dari kita berdua, kalau tidak karena dia tidak mungkin Hans sampai mengusir kita seperti ini, Hans membutuhkan pelayanan dari kita. Pasti Tiara sudah memberikan nya sehingga Hans tidak membutuhkan pelayanan lagi dari kita," kata Siksa.
"Kita harus mendapatkan pria yang sepower Hans. Kalau ingin melawan nya kita tidak bisa sembarangan, kalau sembarangan malahan kita yang akan hancur," ucap Ayu.
"Aku tahu di mana mencarinya, pelan-pelan kita balaskan dalam kita," ujar Siksa.
Mereka berdua terlihat sangat marah sekali, terutama pada Tiara yang sudah membuat keduanya diusir dari rumah. Sesegera mungkin membalaskan semua rasa sakit yang mereka rasakan sekarang, keduanya tidak sadar jika rasakan sekarang buah dari apa yang mereka tanam.
Di rumah Hans dengan Tiara sedang melakukan pertempuran panas dengan gaya baru, keduanya sudah bertempur sejak setengah jam lalu dan sekarang sudah mulai sampai di puncak pertempuran itu, Hans tidak bisa membiarkan Tiara istirahat sejenak ia memang tipe pria yang hiper, apalagi sekarang hanya Tiara yang bisa melayaninya.
__ADS_1
"Terimakasih sayang." Hans menjatuhkan tubuhnya di samping tubuh Tiara yang sudah lemas sejak tadi.
"Sayang kalau begini caranya aku bisa cepat hamil," kata Tiara.
"Hahaha tidak masalah, kan ada ayahnya, terus kita menikah juga resmi secara negara, kalau kamu hamil ya tinggal di rawat setelah itu dilahirkan, aku menjadi dan kamu menjadi Ibu," ucap Hans.
"Jadi kamu benar benar sudah siap menjadi ayah," tanya Tiara.
"Ya kalau dia laki-laki, kalau dia perempuan bagaimana tidak mungkin tampan seperti kamu," ucap Tiara.
"Kalau dia perempuan berarti cantik seperti kamu, gitu saja repot kenapa masih dipikirkan."
__ADS_1
"Berarti secara tidak langsung kamu mengakui kalau aku cantik, banyak yang mengatakan aku cantik tetapi sampai sekarang aku tidak pernah mendengar kamu mengatakan kalau aku cantik, coba puji istrimu ini cantik," ucap Tiara.
"Kalau aku tidak mau bagaimana, aku tidak suka memuji orang lain selain memuji diriku sendiri, ya memang kamu lumayanlah," kata Hans.
"Ya ampun tinggal bilang kamu cantik saja susah sekali, memang pria satu ini mempunyai gengsi yang sangat tinggi, coba kamu benci aku kamu sangat cantik Tiara," ucap Tiara.
"Tidak mau aku bilang, aku tidak suka memuji wanita manapun, walaupun kamu istri ku," kata Hans.
Tiara membuang nafasnya dengan perlahan, memaksa orang keras seperti Hans adalah hal yang percuma. Ia malah akan lelah sendiri memaksa Hans, kelau Hans mau nanti juga pasti ia akan mengatakannya tanpa di paksa.
"Kenapa seperti itu, sudah bosan memaksaku, kan sudah aku katakan aku tidak suka memuji siapapun kecuali memuji diriku sendiri, coba kamu mengujiku terus menerus mana tahu aku akan menerima hidayah sehingga aku mau memuji dirimu," ucap Hans.
__ADS_1
"Iya suami ku yang tampan, kaya raya, kuat dalam segala hal, jago di atas ranjang apalagi saat bergoyang, terima kasih telah selalu memuaskan istri mu juga, kamu tidak pernah egois dalam masalah ranjang,"kata Tiara.