
*Pernikahan Di Atas Kertas*
Dua hari berlalu, ibu Nadine sudah kembali sehat seperti sediakala. Nasyila sangat bersyukur dan bahagia atas kesembuhan ibunya. Begitu juga dengan kedua adiknya yang sangat bahagia akhirnya bidadari tak bersayap nya pulih kembali.
Pukul 10:25 Nasyila dan keluarganya kembali ke rumah sederhananya dengan penuh kebahagiaan. Kenzo juga ikut menjemput ibu mertuanya itu, meskipun ia enggan bicara panjang lebar.
"Kenapa harus pulang kesini?" tanya Kenzo tiba-tiba.
"Lalu kami harus pulang kemana nak? ini lah satu-satu nya harta yang kami miliki" sahut bu Nadine lembut.
"Aku ingin bicara" ucap Kenzo menarik tangan istrinya.
"Bicara apa, seperti serius sekali?" tanya Nasyila menyelidik.
"Kita pulang ke rumah, ajaklah keluargamu" ucap Kenzo tegas.
"Apa kau sedang bercanda Ken??" tanya Nasyila bingung.
"Aku serius" ucap Kenzo berlalu meninggalkan Nasyila yang diam mematung di halaman rumah.
Dasar cowok aneh, sebentar baik sebentar jahat... bathin Nasyila.
Tampak ada sepasang bola mata yang memperhatikan kejadian barusan. Ibu Nadine merasa cemas, takut Kenzo memperlakukan anaknya dengan tidak wajar.
"Ada apa Syila, apa yang Kenzo katakan padamu?" tanya ibu Nadine.
"Ah bukan apa-apa bu, ibu jangan banyak fikiran" jelas Nasyila.
*
"Kak, apa benar kak Kenzo akan menerima kehadiran kita dengan baik?" ucap Cella.
"Sudahlah Cella, jangan berprasangka buruk. Kenzo itu ibarat majikan, kita semua harus menurut padanya" jelas Nasyila.
"Ya sudah kalau begitu aku mau siap-siap dulu" ucap Cella.
__ADS_1
"Iya lebih cepat lebih baik" sahut Nasyila tersenyum manis.
Sore hari Kenzo kembali ke rumah jelek istrinya, untuk menjemput Nasyila dan keluarganya.
"Apa sudah siap?" Tanya Kenzo.
"Sudah siap tuan muda" ucap Nasyila Dan keluarganya bersamaan.
"Ha.. " Kenzo tercengang sekaligus merasa senang diperlakukan dengan manis seperti itu.
"Sudahlah, ayo berangkat" ucap Kenzo.
Mereka pun naik ke dalam mobil, sepanjang perjalanan mereka tampak berbincang-bincang ria kecuali Kenzo yang sedari tadi hanya fokus menyetir melihat jalanan kota.
Mereka memang miskin, tapi sangat harmonis, berbeda sekali dengan papa yang ingin menang sendiri... bathin Kenzo.
"Sudah sampai" ucap Kenzo.
Adik-adik Nasyila dan bu Nadine sangat terpana melihat rumah Kenzo dan Nasyila tersebut. Rumah yang ditempati sepasang suami istri saja sebesar ini, berbeda sekali dengan rumah peninggalan ayah Aditya Syahab.
"Ayo bu, dek... silahkan masuk" ucap Nasyila dengan senyum sumringah.
"Kakak akan lebih bahagia saat kita berkumpul dan tinggal bersama lagi seperti ini" ucap Nasyila.
Selesai berberes ibu Nadine kembali beristirahat di kamar tamu. Kebetulan ada dua buah kamar tamu yang bisa di tempati bu Nadine dan adiknya Nasyila.
"Terimakasih atas kebaikanmu Ken" ucap Nasyila sembari duduk di sebelah Kenzo.
"Heem, tidak ada yang gratis" sahut Kenzo.
"Iya aku tahu, apa yang bisa aku lakukan untuk mu?" tanya Nasyila.
"Layani suamimu dengan baik itu sudah lebih dari cukup, oh ya aku capek sekali... tolong pijitin" ucap Kenzo.
"Baiklah Ken" sahut Nasyila tak keberatan.
__ADS_1
Kenzo membuka kaos oblongnya dengan santai, lalu melepas celana jeans nya dan hanya tersisa celana boxer di tubuhnya.
Kenzo bisa melihat ekspresi istrinya yang salah tingkah dan malu-malu, apalagi pipi wanita di hadapannya itu sudah sangat merah merona.
"Kenapa... naksir sama tubuh aku?" goda Kenzo.
"Gak kok!" sahut Nasyila mengelak.
"Naksir juga gak apa-apa sih, milikmu juga kok" jelas Kenzo yang semakin menikmati pijatan dari istrinya.
Ya Tuhan... kenapa suamiku menggoda sekali? bathin Nasyila.
"Syila... aku ingin bicara serius!" seru Kenzo.
"Iya, apa?" jawab Nasyila.
"Apa kau mempunyai kekasih? sebelum menikah denganku?" tanya Kenzo menyelidik.
"Iya dulu, waktu aku kuliah" ucap Nasyila.
"Lalu, kemana dia?" tanya Kenzo.
"Dia hanyalah masa lalu, ia pergi meninggalkan aku demi wanita lain" ucap Nasyila jujur.
"Jika kamu dipertemukan kembali, apakah kamu akan menjalin hubungan dengan nya?" tanya Kenzo semakin penasaran.
"Bagiku dia hanyalah masa lalu yang buruk, sekalipun andai aku janda, aku tidak akan sudi kembali bersama orang yang sudah mengkhianatiku" ucap Nasyila.
Perasaan apa ini? kenapa sesak sekali mendengar ucapan Nasyila... bathin Kenzo.
"Kenapa bertanya seperti itu?" ucap Nasyila.
"Suka-suka aku lah" elak Kenzo sekenanya.
"Ah baiklah, aku akan kembali memasak untuk makan malam.
__ADS_1
"Okey, no problem" ucap Kenzo sedikit mengulas senyum.
Mahkluk aneh, terkadang suamiku sepahit empedu, dan terkadang sikapnya semanis madu... bathin Nasyila.