Pernikahan Di Atas Kertas

Pernikahan Di Atas Kertas
Ancaman


__ADS_3

Hans langsung membawa Tiara pulang ke rumahnya, sebuah rumah mewah yang terletak di komplek perumahan terbesar di kota ini, ia begitu kagum dengan rumah itu, rumah 5 lantai dengan fasilitas yang begitu mewah dan modern. Bahkan menurut Tiara rumah yang Hans miliki masih lebih besar dari rumah milik Evans dan Lisa yang notabennya juga tidak kalah kaya rayanya dari Hans. Seumur hidupnya ia berjanji akan tinggal di rumah itu, pernikahannya hanya sekali dalam seumur hidup, meskipun nanti akan banyak rintangan di pernikahannya karena mereka berdua belum banyak saling mengenal.


"Ayo masuk." Hans membuka pintu mobil itu.


"Tunggu Tuan aku harus memanggil kamu apa?"


"Menurutmu apa? Masih bertanya harus memanggilku apa? Memangnya kau siapa? Istriku atau pembantuku?" Hans menaikkan satu alisnya.


Hans turun dari dalam mobil meninggalkan Tiara yang masih terdiam dengan pertanyaan dari Hans. Karena tidak ingin ditinggal jauh oleh Hans Tiara langsung berlari menyusul sang suami, ia takut malah tersesat di rumah ini kalau tidak mengikuti langkah kaki suaminya.


Mata Tiara tertuju pada dua wanita yang sepertinya sedang menunggu mereka berdua, perasaannya langsung tidak enak setelah melihat dua wanita itu. Ada satu hal yang Tiara takutkan dan dirinya tidak mau rasa takut itu menjadi kenyataan.


"Sayang kamu sudah pulang." Dua wanita itu berjalan mendekati Hans.


Mata Tiara terbuka dengan lebar, ia juga menutup mulutnya menggunakan tangan saking terkejutnya. Ternyata ketakutannya benar terjadi, ia yakin 2 wanita itu juga istri dari Hans.


"Kamu sini mendekat." Hans meminta Tiara mendekatinya.


Dengan langkah kaki yang sedikit gemetar Tiara pun berjalan mendekati Hans dan kedua istrinya.


"Mereka berdua istriku Ayu dan Siska. Dan kalian berdua dia Tiara yang aku katakan kemarin, dia juga istriku," ucap Hans.


Bukan hanya menjadi yang kedua saat ini Tiara menjadi yang ketiga di rumah tangga ini, rasanya benar-benar tidak menyangka, ya tidak pernah bermimpi menjadi istri muda dari seseorang yang sudah beristri. Padahal ia berharap dirinya dengan Hans bisa hidup berdua dengan bahagia. Sekarang sepertinya harapan itu sudah pupus, bukan hanya akan ada masalah diantara ia dan Hans tetapi dengan dua istri Hans sebelumnya juga pasti akan banyak masalah. Dari tetapan mereka berdua saja Tiara sudah dapat menduga mereka berdua tidak suka dengannya.


"Kalian berdua jangan mencari masalah, dan begitu juga dengan kamu, aku tidak ingin mendengar kalian bertiga bertengkar, untuk tidur terserah aku mau dimana kalian tidak berhak menentukannya." Harus menarik tangan Tiara dan membawanya pergi dari tempat itu, sudah pasti hari ini ia akan tidur bersama Tiara istri mudanya.

__ADS_1


"Cantik sih tetapi terlihat lemah, kita bisa mempermainkannya," ucap Ayu.


"Hahaha kamu benar, kita buat dia tidak betah di sini. Enak saja asal masuk ke dalam rumah ini, dia tidak tahu apa betapa sulitnya bisa masuk ke dalam rumah ini," ujar Siska.


Mereka berdua masuk ke sebuah kamar yang tempat biasanya Hans beristirahat, biasanya kalau ingat ingin dilayani oleh istrinya yang meminta istrinya untuk datang ke kamar ini. Ia tidak pernah masuk ke kamar istrinya hanya untuk meminta dilayani, mereka lah yang akan datang kepadanya.


Untuk sekarang kamar ini akan menjadi kamarnya dan Tiara, entah sampai kapan itu harus tidak tahu karena akan banyak hal yang ia lakukan bersama Tiara.


Dirinya menikahi Tiara sudah pasti karena beberapa hal penting, hal yang sudah ia rencana kamu sejak lama, dan sudah pasti harus berjalan sesuai dengan rencana itu.


"Tuan kenapa Tuan tidak memberitahu saya jika Tuan sudah mempunyai dua orang istri, saya tidak bisa menjadi yang ketiga dalam rumah tangga kalian," ucap Tiara.


"Apa masalahmu? Kamu yang mencari uang untuk membiayai kehidupan kita? Kamu tidak melakukan apa-apa, cukup diam dan mengikuti apa yang aku inginkan. Mempunyai istri 10 pun bukan urusanmu," ucap Hans.


"Tapi saya tidak bisa Tuan, saya tidak bisa melanjutkan pernikahan ini, lebih baik kita berpisah saja daripada semuanya rusak," ujar Tiara.


"Ahhh.." Tiara berteriak cukup keras karena harus sangat kuat membantingnya, walaupun di atas tempat tidur yang empuk tetap saja rasanya cukup sakit.


"Jangan macam macam pada ku. Kamu pikir kamu siapa!!" Richard mendekati wajah Tiara sambil memberikan tatapan tajam pada nya


"Tuan.." Suara Tiara langsung bergetar, ia benar-benar sangat ketakutan sekarang ini.


Tangan Hans bergerak mencengkram wajah Tiara sambil sedikit menarik nya ke atas. Emosinya sekarang benar benar sedang memuncak, hal yang seharusnya tidak boleh Tiara lakukan adalah membuat Hans mengamuk seperti ini.


"Tuan.." Suara Tiara semakin gemetar.

__ADS_1


"Satu kali lagi kamu berani seperti ini, akan ku pastikan hari itu hari terakhir mu ada di dunia ini," ucap Hans.


Hans kembali melemparkan Tiara, kemudian ia berjalan keluar dari dalam kamar itu, masih ada beberapa pekerjaan yang harus ia lakukan.


"Sayang." Ayu berlari mengejar Hans yang lewat di depan nya.


"Jangan mengganggu," ucap Hans.


"Kamu mau kemana lagi? Bukan nya ini malam pertama kamu, apa dia tidak bisa melayani kamu sayang?" Tangan Ayu bergerak memegang tangan Hans.


"Sudah aku katakan jangan ganggu aku? Kupingmu tuli?" Hans menyingkirkan Ayu dari tangan nya


"Ahh dia semakin kasar saja pada ku, sampai sekarang dia tidak pernah manis pada ku," ucap Ayu dengan wajah yang bete, entah bagaimana ia bisa mengambil hati Hans yang tidak pernah bisa dia dapatkan.


Hans berjalan masuk ke dalam ruang kerja nya, ia meminta orang kantor untuk mengantarkan pekerjaan nya yang tertunda ke rumahnya, ia juga ingin tau beberapa informasi baru untuk menjalankan rencana nya.


Di tempat lain, Evans dengan Lisa sedang dalam perjalanan ke Bandara, hari ini mereka berdua akan terbang ke Eropa untuk liburan berdua. Keduanya sudah membuat rencana ini dari jauh jauh hari, karena perusahaan sedang stabil keduanya bisa pergi meninggalkannya sejenak.


"Bagaimana suami adik mu," tanya Lisa.


"Aku tidak bisa bertemu dengannya," jawab Evans.


"Ha kenapa?"


"Dia sedang di luar negeri," ucap Evans.

__ADS_1


"Wah dia kaya raya, beruntung adik mu," kata Lisa.


"Aku mempunyai firasat buruk," ucap Evans.


__ADS_2