Pernikahan Di Atas Kertas

Pernikahan Di Atas Kertas
Perfect Marriage - Bab 24


__ADS_3

Namun, kedua mata Dinda dan Damas beralih begitu melihat kedatangan seorang lelaki, dari balik pintu masuk.


Gerry yang melihat gerakan mata dari Dinda dan Damas, sontak ia berbalik ke belakang sambil tetap mengarahkan pisau yang dipegangnya itu lurus ke depan, sebagai ancang-ancang.


Dan tiba-tiba.


Prak ...


Satu pukulan dari jurus empat jari taekwondo, berhasil menjatuhkan pisau yang dipegang Gerry, bahkan tangan Gerry yang memegang pisau itu pun terasa seakan patah, karena ia mendapat pukulan empat jari dari Andre yang tiba-tiba sudah muncul di belakangnya.


"Kak Selly, " pekik Mayang begitu melihat Selly yang terjatuh dari sandera-an Gerry.


"Siapa kau! Beraninya memukulku!" seru Gerry kepada Andre.


"Aku bukan siapa-siapa! Tapi ... lain kali, jika kau ingin melakukan sesuatu jangan selalu melibatkan wanita untuk mencapai keinginanmu itu!" ujar Andre, yang begitu tenang seolah tak ada apa-apa.


"Selly, Mayang cepat keluarlah." Andre melirik ke arah Mayang yang tengah membantu Selly untuk berdiri.


"Oh ... jadi kau saudara dari gadis kecil itu," ujar Gerry sambil mengusap lengannya yang terasa sakit.


Gerry pun mengalihkan pandangannya ke arah Mayang. "Hey, gadis cantik, terima kasih buktinya ya, tenang saja, aku akan membuat misimu berjalan di luar ekspetasi mu," ujar Gerry.


Selly yang mendengarnya, ia hanya mengernyit heran. Tak mengerti dengan apa yang ucapkan oleh Gerry.


"Mayang apa maksud semua ini? Apa kau terlibat juga dalam ha ini?" Selly menatap Mayang dengan penuh selidik.


"Kak Selly, jangan salah paham dulu kepadaku, aku bisa menjelaskan semuanya," ujar Mayang, merasa panik, takut Selly salah paham kepadanya.


"Selly cepatlah pergi dari sini, dan Mayang, dia akan menjelaskan semuanya kepadamu," ujar Andre menatap dingin ke arah Selly.


Selly yang merasa tak mengerti dengan apa yang sudah terjadi hari ini, ia pun memilih mengiyakan perintah Andre.


Namun, Damas yang berada 5 meter dari Selly, ia hendak menahan Selly agar tak pergi dari sana. Namun, Gerry dengan cepat menahan tubuh Damas terlebih dahulu.


Selly sejenak melihat ke arah Dinda sebelum ia meninggalkan apartemen itu. Namun Dinda seolah memberinya isyarat, agar Selly segera pergi tanpa harus memikirnya dirinya. Selly dan Mayang pun pergi begitu saja, dengan teriakan Damas yang masih terus memanggil-manggil nama Selly agar wanita itu tidak pergi.


Andre menutup rapat pintu apartemen yang sedari tadi sedikit terbuka itu.


"Kau Dinda pacarnya Damas kan?" tanya Andre tanpa basi-basi. Dinda yang berada 2 meter dari Andre ia mengangguk.

__ADS_1


Sementara Damas, ia begitu emosi melihat Andre yang tiba-tiba ada di sana, dan ikut campur akan masalahnya itu.


Dan ketika Gerry melepaskan Damas dari cengkeramannya, seketika itu juga Damas melangkah panjang mendekati Andre. Dan langsung mencengkeram erat kerah kemeja yang dipakai Andre.


"Siapa kau hah! Beraninya ikut campur dalam urusanku!" seru Damas, tepat di depan wajah Andre.


Andre hanya tersenyum miring, seolah mengejek sikap Damas yang temperamental itu bahkan terlihat seperti kekanak-kanakan.


"Hey! Jawab aku!" seru Damas. Ia begitu tak suka melihat Andre yang sok kalem, dan sok tenang seperti itu.


"Mas Damas, kau jangan bersikap seperti itu, tenanglah," ujar Dinda mencoba menenangkan.


Damas masih menatap tajam kedua bola mata Andre,  namun lagi-lagi Andre hanya menatapnya dengan tatapan penuh ejekan.


Perlahan kedua tangan Damas pun melepaskan cengkeramannya dari kerah kemeja yang Andre gunakan, begitu saja.


"Oh, ya maksud aku kemari bukan untuk apa-apa, aku kemari hanya ingin menyelesaikan urusan adikku dengan Selly. Namun, berhubung semua urusan adikku itu ada kaitannya dengan kalian, maka aku akan menyelesaikannya sekarang juga," ujar Andre begitu tenang.


Sejenak Andre mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan. "Apa kita bisa duduk?" tanya Andre sekilas memberi seulas senyuman ke arah Dinda.


Dinda pun mengangguk dan menyuruh mereka semua untuk duduk di atas sofa yang ada di sana.


"Cepat katakan, apa tujuanmu datang kemari," ujar Damas memulai pembicaraan.


Andre sejenak menarik nafas, lalu menghembuskannya perlahan.  "Hm... baiklah. Sesuai yang aku katakan tadi, aku kemari untuk mengurus masalah adikku Mayang dengan Selly."


"Lalu  apa hubungannya kau ikut campur dengan urusan kami hah?’ tanya Damas, dengan nada bicara yang tak bisa santai.


"Aku kemari ingin meminta maaf, atas apa yang sudah adikku lakukan,"  ujar Andre.


Damas dan Dinda mengernyit heran, kenapa lelaki itu tiba-tiba datang untung meminta maaf. Bahkan mereka saja tidak tahu hal apa yang harus dimaafkan.


"Jika kalian bingung dengan apa kesalahan yang adikku perbuat. Tuan Gerry lah yang mengetahuinya. Adikku sempat merekam kalian berdua di basemen mobil apartemen ini. Niat adikku merekam kalian berdua tak lain  adalah untuk memberi tahu Selly bahwa kau mempunyai wanita lain di belakang dia."


"Apa!" pekik Damas seolah tak menyangka.


“ Tapi tenanglah, Selly bahkan belum mengetahui masalah itu, dan videonya pun sudah hilang dari ponsel adikku, karena kini video itu sudah beralih di ponsel orang lain," tutur Andre sejenak melirik ke arah Gerry.


Dinda dan Damas masih kebingungan. "Ada di siapa video itu?" tanya Damas, namun Andre hanya diam membisu.

__ADS_1


"Berada di siapa itu bukan urusanku," ujar Andre seolah tak peduli.


"Dan kau Tuan Gerry, mulai sekarang sampai kedepannya, jangan pernah kau memanfaatkan wanita, bahkan jangan sampai kau mengancamnya, hanya demi mendapatkan apa yang kau inginkan. Masalah video itu ... itu sudah menjadi urusanmu, dan terserah kau mau apakan video itu, itu adalah hakmu. Yang harus kau ingat, adikku kini sudah tidak terlibat lagi dalam masalah kalian semua," ujar Andre menatap tajam ke arah Gerry.


Gerry seketika terdiam, sambil mencoba mencerna setiap perkataan yang Andre lontarkan padanya.


Sementara Damas, emosinya kembali tersulut saat mengetahui video itu ternyata ada pada Gerry.


"Gerry, kemarikan ponsel dan video itu!" ujar Damas setengah emosi.


"Tenanglah dulu Tuan Damas. Kau bisa menyelesaikan urusanmu dengan Tuan Gerry setelah aku pergi nanti," potong Andre, ketika Damas hendak memaki Gerry.


"Tuan Damas, bukankah saya pernah memperingati Anda waktu itu, jika tak mampu memilih satu dari keduanya, jangan kau sakiti pula keduanya, karena kelak, kau akan kehilangan segalanya," ujar Andre seolah mengucapkan sebuah kata kutukan.


"Apa maksudmu berbicara seperti itu hah!" seru Damas. Namun Andre lagi-lagi seolah tak peduli. Ia pun berdiri dari duduknya lalu menyampaikan sebuah pesan kepada Dinda.


"Nona Dinda, dengarkanlah. Kau itu wanita hebat, wanita kuat, kau cantik dan kau pantas untuk lebih dihargai. Namun, sebelum kau ingin di hargai oleh seorang lelaki, maka hargailah dirimu sendiri. Dan pikirkan kembali, apakah dirimu pantas bersanding dengan pria yang tak bertanggung jawab. Kau dan anakmu lebih pantas mendapatkan yang lebih baik. Jadi, pikirkanlah lagi, dan tanyakan pada hatimu sendiri, siapa sosok lelaki yang paling pantas untuk dirimu dan anakmu itu," ujar Andre lalu pergi begitu saja meninggalkan mereka semua yang masih duduk termenung di atas sofa.


Dinda terliat melamun, memikirkan apa yang baru saja Pak dokter ucapkan padanya. Sementara Gerry, kini dia menjadi sasaran hangat bagi Damas. Mereka berdua kembali berdebat akan maslah ponsel dan video itu.


Dinda yang merasa kesal dengan adu mulut mereka berdua, ia pun memilih untuk mengusir Gerry dan Damas dari apartemennya itu.


Dan mau tak mau Damas dan Gerry pun menuruti permintaan Dinda.


"Cepat kemarikan ponselku!" seru Damas, menarik kerah baju Gerry.


"Ha ha, tenanglah, besok aku akan mengembalikannya. Tenang saja, lagi pula aku tidak tahu password ponselmu ini kan? ... Jadi, kau tak perlu takut," ujar Gerry sambil menghempaskan tangan Damas dari kerah bajunya.


Gerry pun segera berlalu masuk ke dalam lift untuk pergi meninggalkan gedung apartemen itu. "Lihat saja, kejutan besok yang akan kau terima Damas," gumam Gerry penuh maksud.


Kini, rencana terakhir Gerry pun akan segera dimulai.


.


.


Bersambung


Wah kira-kira rencana apa ya yang bakalan di buat sama Gerry?

__ADS_1


__ADS_2