
Hans dari tadi mondar-mandir menunggu istrinya sadar dari pingsan, ia sudah memeriksakan Tiara dengan memanggil khusus ke rumahnya, tidak terjadi sesuatu yang mengkhawatirkan pada Tiara. Tiara hanya syok yang membuat dirinya tidak sadarkan diri, menurut dokter yang member Tiara, Tiara akan bangun beberapa menit ke depan, Hans di minta untuk terus menunggu Tiara.
"Awas saja kalian berdua, akan kuberikan perhitungan yang tidak akan pernah lupakan," ucap Hans dengan wajah yang sangat marah.
Tak lama secara perlahan Tiara membuka matanya, Hans belum sadar jika Tiara sudah mulai bangun, ia masih mondar mandir dengan ekspresi wajah yang sangat panik.
"Sayang," ucap Tiara.
"Sayang." Segara Hans berlari mendekati Tiara.
"Sayang kamu sudah bangun," ucap Hans.
Tiara menganggukkan kepala nya, tubuh nya masih terasa sangat lemas dan nafasnya masih terasa cukup berat.
__ADS_1
"Kamu tidak papa kan? Tidak ada yang sakit," tanya Hans.
"Nafasku masih terasa sesak," jawab Tiara.
"Kamu hanya syok dan ada sedikit air yang masuk ke dalam, tadi aku sudah mengeluarkan nya," ucap Hans.
"Terimakasih," kata Tiara.
"Kamu benar-benar tidak apa-apa kan, kamu sangat membuatku khawatir." Hans berbaring di samping tumbuh Tiara sambil mengusap wajahnya.
"Bagaimana bisa seperti ini? Kenapa mereka sangat mendorong kamu ke kolam renang," ucap Hans.
"Mereka cemburu aku terlalu dekat dengan kamu, aku sudah mengatakannya padamu bukan, kamu harus adil padaku dan pada mereka. Karena kamu terlalu dekat padaku, mereka pikir aku memengaruhi kamu agar kamu tidak perlu dekat-dekat dengan mereka lagi, belum aku menjelaskan semuanya mereka sudah menarik tanganku dengan kasar dan mau melemparkan aku ke dalam kolam renang," kata Tiara.
__ADS_1
Hans mengganggukkan kepalanya, ternyata apa yang terjadi pada Tiara juga salah satu dari perbuatannya. Setelah mendengar penjelasan dari Tiara anda sudah memutuskan sesuatu yang sangat penting, sudah waktunya untuk mengakhiri ini semua, dirinya tidak mau terjadi sesuatu yang lebih parah lagi pada Tiara.
"Ya sudah aku akan membuat mereka semua meminta maaf pada mu," ucap Hans.
"Tidak perlu sayang, nanti mereka berdua malah semakin marah padaku. Lebih baik apa yang aku katakan kamu pikirkan baik-baik, kamu harus adil pada mereka berdua karena mereka berdua juga istri kamu," kata Tiara.
Tanpa mengatakan apapun Hans beranjak dari atas tempat tidur, dirinya berjalan keluar kamar dengan ekspresi wajah yang tidak dapat Tiara tebak. Tiara hanya berharap Hans mempertimbangkan apa yang ia katakan tadi.
Hans berjalan mendekati Siska dan Ayu yang sejak tadi masih panik, mereka berdua merasa posisi mereka sekarang sudah sangat terancam. Saat melihat melihat Hans berjalan mendekati mereka berdua, keduanya semakin ketakutan.
"Pergi dari rumah ini," ucap Hans dengan nada bicara yang datar, ia berusaha untuk menahan amarah nya.
"Sayang sama istri kamu, kenapa kamu mengusir kami," ujar Siksa.
__ADS_1
"Masih bisa kamu berkata kamu istriku, aku talak kamu sekarang, kita menikah secara siri, tidak ada surat pernikahan dan dengan mudah nya aku bisa mengusir kamu dari rumah ini," ucap Hans.
"Dan untuk mu ayu aku juga menalak mu. Aku benar benar muak dengan tingkah kamu, jangan kembali lagi ke rumah ini dan sampai aku melihat kau yang berdua masih ada di rumah ini akan kupastikan kalian berdua tidak bisa berjalan." Hans berjalan pergi meninggalkan mereka berdua. Menceraikan mereka berdua secara sepihak adalah sebuah keputusan yang baik, dari pada melakukan hal kasar lebih baik seperti ini saja.