
*Pernikahan Di Atas Kertas*
Nasyila sudah berada di dapur menemani bi Ina memasak. Meskipun Nasyila istri tuan muda, bukan berarti hidupnya senang dan bahagia di rumah kebesaran milik Keynes Reinaldi. Dimata Keynes Nasyila hanyalah tempatnya untuk melampiaskan dendam, lebih tepatnya Nasyila adalah gadis penebus hutang Aditya.
Meski Nasyila merasa kecewa dan putus asa akan nasibnya, ia tidak pernah kefikiran untuk kabur dari rumah itu. Karena Nasyila tahu, bahwa masalah untuk dihadapi...bukan lari dari kenyataan.
.
Di meja makan semuanya sudah berkumpul untuk sarapan, kecuali Kenzo. Ia masih terlelap nyenyak dibalik selimut tebalnya.
"Dasar menantu tak tau di untung, bisanya cuman makan enak sendiri...tidak mengurus suami" seru Keynes menyindir Nasyila.
"Pa... jangan bicara seperti itu" ucap mama Alena.
"Sudahlah ma, tuan besar memang benar, saya bukan istri yang baik untuk Kenzo" ucap Nasyila mengalah.
"Istri macam apa yang tidak membangunkan suaminya untuk sarapan" ucap papa Keynes.
"Maaf tuan, Kenzo sedang istirahat karena semalam ia pulang terlalu larut, saya khawatir ia masih sangat mengantuk dan lelah" ucap Nasyila mengatakan yang sebenarnya.
__ADS_1
"Lancang sekali kamu memanggil anak ku dengan sebutan Kenzo saja" ucap Keynes.
"Memangnya Nasyila harus memanggil apa pa, kan memang benar anak kita bernama Kenzo?" jelas mama Alena polos.
"Dia harus memanggil dengan sebutan Tuan Muda" ucap papa Keynes.
"Pa, Nasyila itu istri sah nya Kenzo... jangan perlakukan menantu kita seperti seorang pembantu" ucap mama Alena meluruskan.
"Sudahlah ma, baik tuan saya akan memanggil anak tuan dengan panggilan tuan muda" sahut Nasyila dengan malas.
"Bagus! memang seharusnya kau menjadi pembantu di rumah ini. Jangan mimpi, aku akan menganggapmu sebagai menantuku" ucap papa Keynes.
.
Selesai sarapan, papa Keynes langsung ke kantor untuk mengawasi para karyawan dan karyawatinya. Ia pergi dengan senyum penuh kemenangan dan bahagia.
Nasyila dengan sigap membersihkan meja makan, ia mencuci piring kotor, mengepel, dan bersih-bersih selayaknya pekerjaan seorang pembantu.
Padahal bi Ina melarang Nasyila mengerjakan pekerjaan rumah, karena semua tugas itu adalah tugas seorang pembantu seperti dirinya. Namun Nasyila bersikeras melakukan semua pekerjaan rumah dengan hati yang tulus.
__ADS_1
.
Pukul 10:10 Kenzo baru terbangun dari tidur panjangnya. Ia merasa sedikit pusing, dan lemas. Segera Kenzo bangkit dari tidurnya, menuju kamar mandi dan membersihkan diri.
Nasyila kembali ke kamar, membawa nampan berisi nasi goreng spesial dan segelas susu. Menu itulah yang sangat di sukai oleh Kenzo Reinaldi.
Kenzo keluar dari kamar mandi, di meja samping tempat tidur sudah tersedia sarapan untuknya. Kenzo menyunggingkan senyum, entah mengapa ia merasa senang diperlakukan dengan spesial oleh istrinya. Karena biasanya, bi Ina ataupun mama tidak pernah membawakan makanan untuk nya kecuali ketika ia sedang sakit. kenzo merasa ada yang beda di setiap hari-harinya karena kehadiran Nasyila, Kenzo tak tau harus bersikap seperti apa pada Nasyila, karena tugas utama Kenzo hanyalah untuk membalaskan dendam papa Keynes terhadap keluarga Nasyila.
.
"Kemasi barang-barang, kita akan pindah ke rumah yang dibelikan oleh papa" ucap Kenzo sambil menikmati sarapannya.
"Baik tuan muda" sahut Nasyila canggung.
"Haha, tumben kamu memanggilku dengan sebutan tuan muda" ucap Kenzo.
"Karena perintah dari tuan besar" ucap Nasyila dengan kesal sambil membereskan pakaian mereka berdua.
"Oh" jawab Kenzo singkat.
__ADS_1
Nasyila memilih diam seribu bahasa, ia sudah sangat muak dengan semua perlakuan buruk di rumah ini. Sesuai perintah, Nasyila hanya bisa patuh dan tunduk atas apa yang Kenzo perintahkan. Apa bedanya di rumah Keynes Reinaldi dan rumah Kenzo Reinaldi? keduanya sama-sama buat orang makan hati! bathin Nasyila kesal.