
Sementara kini keadaan di dalam mobil terasa begitu canggung. Andre dan Selly sejenak bertatapan dan sama-sama diam tak berkutik, tanpa suara sedikitpun.
"Em ... kalau begitu aku akan naik taksi saja," ujar Selly begitu gugup.
"Tidak, tidak perlu aku akan mengantarkanmu," ucap Andre sambil melajukan kembali mobilnya.
"Maaf Pak dokter jadi merepotkan."
"Jangan panggil aku Pak dokter, aku tidak sedang bertugas. Panggil aku Andre saja," tutur Andre tersenyum, Selly pun mengangguk.
Kini mereka pun telah sampai, tepat di halaman parkir gedung hotel, tempat Reza dan Raina menggelar acara pernikahannya.
"Pak dokter, eh ... maksudku Andre, apa sebaiknya kau ikut juga denganku ke dalam, jadi teman gandengku, eh salah maksudnya ...." Selly begitu gugup hingga ia tak bisa melanjutkan perkataannya.
Andre terkekeh mendengarnya. "Baiklah, ayo aku akan menemanimu," jawabnya.
Mereka pun keluar dari mobil dan secara bersamaan mobil yang terparkir di samping mereka ternyata itu mobil milik Dion.
Dion dan Merry keluar dari mobil dan Merry pun begitu heboh ketika mendapati Selly yang sudah ada di sini.
"Selly, Pak dokter," ucap Merry sambil menghampiri.
"Oh hai, Merry, Tuan Dion," sapa Selly kembali.
Merry sedikit mengerutkan dahinya ketika yang jadi teman gandeng Selly adalah Andre bukan Damas.
"Wah, couple-an nih bajunya," ucap Dion ketika melihat gaun yang dikenakan Selly ternyata warnanya senada dengan kemeja yang digunakan oleh Andre.
Andre dan Selly pun seketika bertatapan, mereka berdua baru menyadari ternyata ada kesamaan di anatara keduanya.
"Wah, udah janjian ya," goda Merry. Namun dengan cepat Selly menyangkalnya.
"Udah, udah, mau kebetulan atau janjian juga gak apa-apa kok, mungkin ikatan batin kalianlah yang begitu kuat, ha ha." Dion tertawa menggoda kedua sejoli itu.
Akhirnya mereka pun segera memasuki gedung tempat pesta pernikahan di adakan. Dan ketika mereka masuk ke dalam, ternyata Bara dan Fira sudah ada di sana. Mereka berdua tengah menikmati segela minuman segar yang disediakan di sana.
__ADS_1
Mereka pun saling menyapa satu sama lain, tidak hanya Merry yang tadi menggoda Selly. Kini Fira pun ikut menggoda Selly dan Andre yang terlihat begitu cocok dan serasi.
"Kebetulan tapi bisa pas begini ya, jangan-jangan kalian jodoh lagi," ucap Bara terkekeh.
"Mas, jangan asal bicara," timpal Fira pada Bara.
"Memangnya kenapa?"
"Apa kau lupa, dulu kau pernah berkata seperti itu kepada Dion dan Merry, dan sekarang kau mengatakan itu kepada Selly dan Pak dokter," tutur Fira.
Dan dengan heboh Merry mengiyakan ucapan Fira.
"Benar, wah... kalau nanti dokter Andre dan Selly sampai berjodoh, kau harus bertanggung jawab Bar," timpal Dion. Bara hanya terkekeh.
"Bercanda kali, tapi kalau sampai nanti kalian beneran nikah juga gak apa-apa, aku orang pertama yang akan tampil bernyanyi di pesta pernikahan kalian," ujar Bara sembarangan.
Selly dan Andre hanya menggelengkan kepalanya, melihat tingkah laku pemilik perusahaan Cleon Company ternyata tak sedingin yang digosipkan.
Acara demi acara telang dilangsungkan, mulai dari pengucapan janji suci, first kiss, pesan-pesan orang terdekat dan tibalah sekarang di acara lempar bunga dari pengantin.
"Ayo Sell, ikut sana, Pak dokter juga ikut aja," ucap Merry sambil mendorong tubuh Selly agar mau maju ke depan untuk ikut menangkap bunga.
"Siap ya semuanya, kalo yang single yang dapat bunganya, semoga dapat juga jodohnya di sini," ucap sang MC sebelum menginterupsi pengantin untuk melempar bunga.
"Kedua mempelai sudah siap ya, yuk ... satu ... dua ... tiga, lempar!" suara MC.
Selly yang berdiri di bagian paling depan, ternyata ia tak bisa mendapatkannya karena kedua pengantin melemparnya cukup tinggi dan jauh.
Raina dan Reza yang berada di panggung pelaminan, melihat ke arah Selly.
"Dapat gak?" tanya Reza dengan melebarkan senyumannya. Selly mencebikkan bibirnya seolah sedih, dan ia pun menggelengkan kepalanya pelan.
Dan tanpa disangka ternyata orang yang mendapatkan bunga itu tak lain ialah Andre yang berdiri di barisan paling belakang.
"Wah, dokter Andre yang dapat," ucap Fira heboh.
__ADS_1
Selly pun kembali menghampiri teman-temannya. Di susul oleh Andre yang berjalan di belakang Selly.
"Pak dokter yang dapat nih, berarti jodoh Pak dokter bakalan cepat datang," ucap Merry. Andre hanya tersenyum menanggapinya.
Dan kini mereka semua pun naik ke atas panggung untuk memberikan selamat kepada Reza dan Raina.
"Wah Tuan Dion, Merry, jadi kalian udah resmi menikah nih?" tanya Reza, yang masih mengingat ucapan Dion di saat pernikahan Adit tiga bulan yang lalu.
"Ha ha, belum masih on the way," jawab Dion terkekeh.
"Raina, Reza, selamat ya, semoga keluarga kalian diberkati," ucap Bara. Sejenak Raina memandang Bara dengan tatapan penuh. Ia masih tak menyangka lelaki yang dulu pernah ia impikan untuk menjadi pendampingnya, ternyata kini data hanya sebagai tamu undangan.
"Terima kasih," jawab Raina dan Reza bersamaan. Setelah selesai bersalaman mereka pun ikut berfoto terlebih dahulu.
***
Kini Andre, Selly, Merry, Dion, Fira dan Bara mereka semua sedang berkunjung terlebih dahulu ke sebuah tempat karaoke. Karena waktu masih sore jadi Merry mengajak mereka semua untuk pergi berkaraoke.
Selagi menikmati minuman yang disajikan oleh pelayan di sana. Tiba-tiba, Fira kembali merasakan perutnya yang begitu mulas dan sakit.
Dion dan Merry masih asyik melantunkan nyanyian dari Ed-Sheeran yang berjudul perfect, sementara yang lainnya hanya menjadi penonton kemesraan dua sejoli yang asyik berkaraoke itu.
"Astagfirullah, kenapa rasa sakitnya jadi tambah parah," gumam Fira. Bara yang tengah menikmati kuaci dan hendak menawari istrinya itu, ia sedikit terkejut ketika melihat dahi Fira yang begitu berkeringat.
"Sayang, apa kamu baik-baik saja?" tanya Bara panik sambil memegang kedua bahu Fira. Fira hanya menyeringai kesakitan.
"Mas, pe-perutku sakit Mas," ucap Fira terbata karena menahan sakit.
.
.
.
Bersambung....
__ADS_1
Follow ig author : @dela.delia25
Jangan lupa tinggalkan like, komen dan votenya ya.