
*Pernikahan Di Atas Kertas*
Pagi hari Nasyila sudah setia membantu bibi memasak di dapur untuk sarapan. Nasyila memang sudah terbiasa sejak kecil melakukan pekerjaan rumah, baginya bukanlah suatu beban melakukan semua itu.
Terlihat punggung dua perempuan beda usia sedang asyik mengobrol sambil berperang dengan wajan dan celemeknya, benar saja sejak tadi ada sepasang bola mata mempethatikan gerak gerik Nasyila dan bi Ina.
Nasyila memang gadis yang rajin, pandai masak dan cantik pula... bathin mama Alena dengan terkesima memuji menantunya dalam hati.
.
"Syil..." sapa mama Alena memecahkan keasyikan antara Nasyila dan bi Ina.
"Iya ma, selamat pagi" sahut Nasyila.
"Tidak seharusnya kamu melakukan ini nak" ucap mama Alena.
"Tidak apa-apa ma, ini juga merupakan kewajiban seorang istri" sahut Nasyila mantap.
Tanpa Nasyila sadari, perkataannya sedikit menyinggung hati mertuanya secara tidak langsung. Terlihat jelas tampak raut wajah mama Alena seketika lesu meski pun masih berusaha tersenyum.
Nasyila akhirnya menyadari atas perkataannya barusan.
"Maaa... maksud Syila tidak seperti itu, maaf ya ma jika ucapan Nasyila menyakiti perasaan mama" ucap Nasyila tulus.
"Tidak apa-apa, kamu benar... seharusnya mama yang mempersiapkan segala sesuatunya untuk suami dan keluarga" sahut mama.
"Iya ma, tapi memakai jasa ART juga bagus ma... jadi mama tidak perlu repot dan capek" ucap Nasyila.
"Iya nak, kapan-kapan kamu mau kan ajarin mama masak... soalnya mama sangat jarang sekali menyentuh peralatan masak di rumah ini" ucap mama Alena sejujurnya.
"Iya ma, boleh kok" Nasyila tersenyum lega.
.
Di kamar, papa Keynes sudah rapi dengan pakaian kantornya. Seperti yang sudah di ketahui, Keynes memang giat bekerja dan berbisnis.
Sedangkan Kenzo masih bersembunyi di balik selimut tebal, tanpa beban sedikitpun. Ia tetaplah anak manja, yang berdiri di bawah ketiak orang tuanya. Kenzo dengan mudahnya menghambur-hamburkan uang, tanpa tau sulitnya mencari rupiah.
__ADS_1
Berbeda sekali dengan istrinya, selain cantik dan jago masak, Nasyila juga wanita yang mandiri dan bertanggung jawab atas dirinya dan keluarganya.
*
"Di mana Kenzo" ucap papa Keynes tegas.
"Tuan muda masih tidur, tuan" jawab Nasyila.
"Sampaikan pada Kenzo saya mau bicara dengannya sekarang!" titah papa Keynes pada menantunya.
"Baik tuan" Nasyila berlalu meninggalkan meja makan menuju kamar untuk membangunkan suaminya yang malas itu.
"Ken... bangun, papa ingin bicara sama kamu" ucap Nasyila menggoyang-goyangkan tubuh Kenzo.
"Sebentar lagi, aku masih ngantuk" sahut Kenzo dengan malas.
"Tapi papa mau bicara sekarang, Ken!" tegas Nasyila.
"Rasanya enggan sekali meninggalkan tempat tidur... " sahut Kenzo.
"Ayolah, jangan bermalas-malasan seperti itu!" ucap Nasyila mencipratkan air ke wajah polos Kenzo.
"Ahhh... mengganggu saja!" teriak Ken sembari bangkit menuju kamar mandi untuk mencuci muka.
.
"Baru bangun Ken..!" ucap papa Keynes.
"Iya pa..." jawab Kenzo singkat.
"Papa sudah urus semuanya!" ucap Keynes tanpa basa basi.
"Urus apa... pa?" tanya Kenzo tak mengerti, begitu juga mama Alena dan Nasyila yang saling menatap dengan penuh kebingungan.
"Kamu dan wanita penebus hutang ini, harus segera berpisah!" ucap Keynes tanpa dosa.
"Uhuk.. uhukk..." Kenzo tersedak akibat ucapan papanya.
__ADS_1
"Tidak ada yang salah bukan??" tanya papa Keynes.
"Maaf aku tidak bisa pa" sahut Kenzo percaya diri.
"Dasar anak pembangkang! ini semua pasti karena kamu telah menghasut anak saya!" ucap papa Keynes menatap tajam pada Nasyila.
"Maaf tuan, apa maksud anda" tanya Nasyila yang merasa semakin bingung.
"Kamu pasti menjebak anak saya, agar Kenzo bisa tidur dengan kamu, dan melakukan hubungan terlarang itu... supaya kamu bisa tetap bersama anak saya!" jelas papa Keynes.
"Astaghfirullah... sumpah demi Allah, saya tidak pernah menghasut ataupun merayu anak tuan, semuanya terjadi tanpa kesadaran antara Kenzo dan saya" ucap Nasyila.
"Perempuan munafik!" bantah Keynes.
"Sudahlah pa, jangan terus-terusan hidup dalam masalah di masa lalu" jelas mama Alena.
"Apa maksud mama...?" sahut Keynes.
"Lupakan semua masalahmu dengan Aditya, tidak seharusnya anak-anak menjadi korban dari masalah antara kalian" jelas mama Alena.
"Tau apa mama tentang ini semua ha? sudahlah, jangan membantah keputusan papa!"
"Secepatnya kalian akan bercerai!" papa Keynes kembali memancing suasana panas di ruangan itu.
"Maaf pa aku tidak bisa menuruti kemauan papa" ucap Kenzo masih dalam pendiriannya.
"Dasar anak bo*oh, percuma kamu sekolah tinggi-tinggi, jika tidak bisa di andalkan" ucap papa Keynes penuh amarah.
"Tidak mungkin aku menceraikan istriku, sedangkan dia mengandung anakku, calon cucu papa sendiri!" sahut Kenzo berbohong.
Nasyila tercengang mendengar penjelasan Kenzo yang palsu itu, ia sedikit terharu atas pembelaan yang Kenzo lakukan. Sedikit banyak, Kenzo yang sekarang sudah bisa menghargai Nasyila sebagai seorang istri, meskipun belum mencintai Nasyila sepenuh hatinya.
"Haha... kamu jangan berbohong Kenzo, tidak mungkin seorang brengsek sepertimu mempunyai selera serendah ini, bahkan kamu seperti bukan anak seorang Keynes Reinaldi!" lagi-lagi Keynes tidak bisa menerima penjelasan apapun dari anaknya.
"Tapi pa... Kenzo berkata apa adanya, Nasyila mengandung anakku!" sahut Kenzo meyakinkan papanya.
"TIDAK ADA PENOLAKAN, KAMU DAN WANITA PENEBUS HUTANG ITU AKAN TETAP BERCERAI... KARENA KAMU AKAN PAPA JODOHKAN DENGAN ANAK TEMAN BISNIS PAPA!!" tegas Keynes, lalu pergi meninggalkan meja makan.
__ADS_1