Pernikahan Di Atas Kertas

Pernikahan Di Atas Kertas
Usaha Nasyila


__ADS_3

*Pernikahan Di Atas Kertas*


Hari telah berganti, waktu pun telah berlalu, tanpa disadari pernikahan Kenzo dan Nasyila sudah jalan satu bulan...Tidak ada yang berubah secara drastis, Kenzo dan Nasyila tetap pada pendiriannya yang sama-sama acuh tak acuh.


Keduanya membiarkan mengalir seperti semestinya, Kenzo masih suka keluyuran malam bahkan terkadang ia tidak pulang ke rumah. Nasyila hanya bisa pasrah dengan keadaannya saat ini...menasehati Kenzo sama saja membuat masalah besar! pikir Nasyila.


Sebelumnya, mama Alena sempat berkunjung ke rumah mereka untuk memastikan keadaan anak dan menantunya. Tak lupa mama Alena menasehati Kenzo, begitu juga dengan Nasyila. Mama Alena tau, bahwa pernikahan ini sebenarnya berat untuk Kenzo apalagi untuk Nasyila...mereka sama-sama terpaksa.


Namun semua keadaan itu tidak membuat perhatian mama Alena terhadap Nasyila berubah, justru mama sangat menyayangi menantunya. Bahkan mama sangat menginginkan cucu dari Kenzo dan Nasyila, suatu hal yang tidak mungkin untuk dilakukan. Karena sejak awal, di antara pernikahan mereka tidak boleh memiliki keturunan. Tentu saja semua itu atas kemauan tuan besar Keynes Reinaldi.


.


Nasyila menyibukkan diri dengan usaha jualan online nya, ia menjual berbagai macam jenis pakaian pria dan wanita, celana, cardigan, sepatu, hills, sandal, jilbab, aksesoris, dan berbagai macam barang-barang lainnya. Ia menggunakan uang dari Kenzo untuk memulai usaha nya. Dengan begitu, uang itu akan berputar makin bertambah bukan berkurang sia-sia.


Kenzo acuh tak acuh saja dengan kesibukan Nasyila, baginya duniamu duniaku! apapun yang ingin Nasyila lakukan, Nasyila boleh melakukannya...tapi ada satu syarat dari Kenzo yaitu, Nasyila tidak boleh menjenguk ibu dan adik-adiknya.

__ADS_1


.


Kali ini tepat orderan yang ke 10 kalinya, tetangga Nasyila memesan baju couple keluarga, yang dipesan 3 hari yang lalu. Meski tidak banyak mendapat untung, setidaknya Nasyila masih bisa menyisihkan pendapatannya untuk ditabung. Dengan penghasilannya yang tidak terlalu banyak, Nasyila masih tetap bersyukur kepada Allah. Bagi Nasyila kecil ataupun besar nilainya itu tidak penting, yang terpenting semua yang di dapatkannya adalah secara halal.


.


Bu Rina dengan senyum sumringah bertamu ke rumah yang Nasyila tempati, selain bersilaturahmi ibu Rina sekaligus mengambil pesanannya yang baru saja tiba di rumah Nasyila satu jam yang lalu.


"Terimakasih ya bu, semoga ibu suka dengan kualitas nya" ucap Nasyila.


"Iya semoga begitu ya bu, lain kali order lagi hehe" ucap Nasyila terkekeh kecil.


"Iya pasti Syil... pokoknya barang-barang yang kamu jual sesuai harga dan kualitasnya, ibu suka" ucap bu Rina memuji.


"Makasih bu" ucap Nasyila tersenyum bahagia.

__ADS_1


...


Bu Rina berpamitan untuk pulang, ia sangat puas dengan barang pesanannya. Menurutnya barang-barang Nasyila sangat recomended, ada harga ada kualitas!


.


Pukul 16:40 Kenzo baru pulang entah dari mana. Nasyila sebagai seorang istri hanya bisa melakukan kewajibannya dengan baik, Nasyila mempersiapkan segala sesuatunya untuk Kenzo, suaminya.


Nasyila sudah menyiapkan air hangat untuk Kenzo. Tak lupa Nasyila juga menyiapkan piyama tidur untuk suaminya. Meski kebaikan Nasyila tak ada artinya di mata Kenzo, namun ia tetap melakukannya dengan tulus.


"Apa kau sudah bekerja dengan baik?" tanya Kenzo menyelidik istrinya.


"Sudah tuan muda, saya sudah mempersiapkan segala keperluan tuan" jawab Nasyila.


Kenzo menaikkan kedua alisnya secara bergantian, ia berlalu pergi ke kamar utama. Sedangkan Nasyila masih diam mematung di ruang tamu, karena niatnya menunggu dan menyambut kepulangan suaminya.

__ADS_1


Dasar bodoh Syila! jangan harap dia akan memperlakukanmu selayaknya seorang istri...bathin Nasyila kesal pada Kenzo.


__ADS_2