Pernikahan Di Atas Kertas

Pernikahan Di Atas Kertas
Perfect Marriage 5.2


__ADS_3

Sampai pada akhirnya Selly, menarik jarum pentul yang tersemat di kerudung di bagian dagunya. Dan tanpa ragu, ia menancapkan jarum pentul itu tepat di bahu Damas. Sontak membuat Damas melepaskan ciumannya dan menjauhkan tubuhnya dari Selly.


Ia meringis kesakitan, ketika melihat setengah dari ukuran jarum pentul itu, sudah menembus kulit bahunya.


"Beraninya kau!" sentak Damas dengan kedua matanya yang melotot seakan hampir keluar dari tempatnya. Dengan tangan yang bergetar Selly pun segera membuka pintu mobil dan segera turun keluar dari mobil itu. Tapa memedulikan Damas yang tengah kesakitan.


Selly berlari keluar dari area parkiran itu sambil memegangi hijabnya agar tidak terbuka. Air matanya sudah membanjiri pipinya. Hatinya seakan hancur, demi mengingat perlakuan tak senonoh dari Damas yang baru saja ia alami.


Meskipun Selly sama seperti kebanyakan wanita lain, yang suka jalan dengan lelaki atau sekedar berpegangan tangan. Tapi untuk masalah mencium atau menyentuh tubuh selain tangannya, ia sedari dulu menjaganya.


Karena ia tahu, ciuman pertamanya harus ia jaga dengan benar-benar hanya untuk suami sah-nya kelak. Namun kini, apa yang ia jaga sedari dulu, terlebih dahulu direnggut oleh Damas.


Selly berlari dari parkiran masuk menuju mall kembali, dan ia pun segera mempercepat langkahnya untuk keluar menuju lobby depan.


"Abang lihatlah, bukannya itu Kak Selly," ucap Mayang ketika mereka sedang menuruni tangga eskalator.

__ADS_1


Andre pun mengalihkan fokusnya ke arah yang di tunjuk Mayang. Dan memang benar Andre dapat melihat Selly yang tengah berjalan dengan sedikit berlari, sambil menundukkan kepalanya dan memegangi kerudung yang membelit di lehernya.


"Abang ayo kita susul Kak Selly," ajak Mayang. Mereka berdua pun dengan cepat melangkah menuruni tangga eskalator itu. Dan sedikit berlari untuk mengikuti Selly.


Namun sesampainya di luar lobby, Mayang dan Andre tak dapat menemukan keberadaan Selly lagi.


"Abang, sepertinya ada yang tidak beres dengan Kak Selly. Apa sudah terjadi sesuatu antara Kak Selly dan kekasihnya itu? Apa jangan-jangan Kak Selly di pukul sama dokter itu?" ujarnya panik. Pikiran Mayang sudah berkeliaran ke mana-mana. Ia semakin dibuat tak tenang dan tak sedikit ia juga merasa bersalah.


Mayang dan Andre pun berniat untuk menyusul Selly ke kost-an-nya. Andre mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang. Dalam hatinya, ia pun sedikit khawatir ketika tadi melihat keadaan Selly yang sepertinya tidak sedang baik-baik saja.


"Tunggu Mayang, sepetinya Selly belum sampai di kost-an," ujar Andre sambil mengawasi jalanan.


Tak lama kemudian, sebuah taksi pun berhenti tepat 10 meter dari mobil yang Andre diami.


"Abang, itu Kak Selly," ujar Mayang begitu antusias ketika melihat Selly baru keluar dari taksi itu.

__ADS_1


"Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa Selly terlihat murung seperti itu," batin Andre.


"Abang ayo kita keluar temui Kak Selly," ajak Mayang. Namun tiba-tiba Andre menolaknya sekaligus melarang adiknya itu agar tidak menemui Selly.


"Tidak, jangan temui dia sekarang. Biarkan dia menyendiri dulu," ucap Andre pelan sambil terus memperhatikan gerak tubuh Selly yang sekarang sudah menghilang di balik gerbang kost-an-nya.


"Tapi Abang ...."


"Lebih baik kita pulang saja. Biarkan Selly tenang, dan jangan dulu menghubunginya," ujar Andre kembali menghidupkan mesin mobilnya dan segera melajukan mobilnya meninggalkan tempat itu.


Meskipun sebenarnya Mayang ingin sekali menemui Selly, tapi apa yang dikatakan Abangnya itu ada benarnya juga, kalau Selly sekarang mungkin sedang membutuhkan waktu untuk menyendiri..


Bersambung...


segini dulu ya kapan-kapan di lanjut lagi, kalo rame.

__ADS_1


Kalo gak rame, pikir-pikir lagi hehe...


__ADS_2