
"Ya, ampun kenapa jadi deg-deg an gini sih. Tenanglah Selly, ini hanya permainan saja, tidak usah serius seperti ini. Hey hati, tenanglah jangan membuat aku grogi," batin Selly.
Mayang pun bersiap dengan memasang wajah penuh semangat, demi menyaksikan adegan romantis yang akan segera di lihatnya.
Satu ... dua ... tiga.
Akhirnya Andre dan Selly pun berhasil saling menyuapi pizza yang ada di tangan mereka.
Namun tiba-tiba.
"Selly!" gelegar suara seorang lelaki seakan penuh emosi terdengar mengejutkan mereka bertiga.
Dan sontak Andre terkejut ketika melihat sosok yang berdiri 2 meter di belakangnya tak lain ialah Damas, kekasihnya Selly.
Selly mengembangkan senyumannya, berusaha untuk tenang dan tidak gugup. Ia langsung berdiri. "Mas Damas," panggil Selly dengan suaranya yang lembut.
Damas sejenak menatap ke arah Andre dengan tatapan penuh emosi seakan tak suka.. Lalu ia mengalihkan kedua matanya menatap ke arah Selly.
"Oh, jadi begini kelakuanmu di belakangku hah?" tanya Damas. Sontak membuat Selly mengernyit tak mengerti.
__ADS_1
Andre kemudian berdiri dengan memasang wajah sengak-nya. "Tidak perlu salah paham, tadi kita hanya melakukan tantangan saja," ujar Andre.
Damas pun kembali menoleh ke arah Andre. Dan menatapnya dengan tatapan sinis.
"Em... iya Pak dokter, tadi Kak Selly dan Abangku hanya melakukan tantangan saja. Anda jangan salah paham kepada Kak Selly," ujar Mayang yang sudah berdiri dari duduknya, mencoba menjelaskan.
Tanpa basa-basi Damas pun menarik lengan Selly dan langsung menyeretnya keluar dari restoran itu.
Mayang mencoba meneriaki Selly dan Damas, namun rasanya percuma.
"Abang, gimana ini, nanti Pak dokter itu bisa-bisa memarahi Kak Selly," ujar Mayang gelisah.
"Ini semua salahku, kalau aku tidak melakukan permainan bodoh ini, Kak Selly pasti tidak akan kena marah sama pacarnya," ucap Mayang merasa bersalah.
***
"Masuk!" seru Damas, sambil membukakan pintu mobilnya untuk Selly.
Selly pun masuk dan mendudukkan tubuhnya di atas kursi mobil, seraya memasang seat belt di tubuhnya. Hatinya seakan berdebar tak karuan, ia merasakan hal yang tak enak. Karena Selly sudah paham betul, kalau kekasihnya marah, terkadang Damas secara tak sadar bisa melakukan perbuatan hal yang tak diinginkan padanya. Tapi selama Selly masih bisa mengontrol emosinya dan memilih mengalah, hal yang tak diinginkan tak akan terjadi.
__ADS_1
Selly menundukkan kepalanya dengan rasa takut yang menyelimutinya, tangan meremas tali tas selempang yang ada di pangkuannya. Damas pun terlihat baru masuk dan mendudukkan tubuhnya di kursi kemudi di samping Selly.
"Apa yang kau lakukan tadi hah?" tanya Damas penuh emosi, bahkan wajahnya pun terlihat lebih menyeramkan, aura sengak-nya terpancar begitu jelas.
"Ma-maaf Mas, tapi ... tadi itu aku dan Andre hanya melakukan tantangan dari permainan saja, tidak lebih," ucap Selly menunduk takut, tak berani melihat ke arah Damas.
"Permainan?" ulang Damas. "Permainan macam apa itu hah? Saling menyuapi di tempat umum!"
Selly pun akhirnya memberanikan diri untuk menatap ke arah Damas. "Iya aku salah, aku minta maaf Mas," ucap Selly penuh penyesalan.
Damas hanya membuang muka, merasa kesal. "Oh aku tahu, kau bermain di belakangku dengan lelaki itu kan? ... Itu yang kau sebut dengan permainan?" seru Damas.
"Mas, kau salah paham! Aku dan dia ...."
Belum sempat Selly menyelesaikan perkataannya Damas terlebih dahulu menyangkalnya.
"Kau dan dia apa hah? Berani-beraninya melakukan hal seperti itu di belakangku!" teriaknya penuh emosi.
Jangan lupa dukungannya ya guys... luv luv sekebon buat yang baca haha
__ADS_1