
*Pernikahan Di Atas Kertas*
Sesampainya di kediaman ibu Nadine, Kenzo langsung masuk ke dalam rumah jelek itu tanpa mengucap salam ataupun permisi terlebih dahulu.
"Ehh Ken, sudah sampai" ucap Nasyila.
"Iya, baru aja" sahut Kenzo dingin.
"Oh yaudah, mau minum apa?" ucap Nasyila.
"Jus jeruk, jus mangga, jus apel, jus semangka, jus lemon,.... keluarin deh semuanya" ucap Kenzo sembarang.
"Maaf Ken, aku bukan orang kaya yang punya persediaan sebanyak itu" sahut Nasyila seadanya.
"Tadi nawarin, kali aja punya" jawab Kenzo semena-mena.
"Yaudah cokelat panas aja" ucap Kenzo.
"Okey, tunggu sebentar" sahut Nasyila.
"Lama juga gak apa-apa neng" goda Kenzo.
Nasyila terlihat salah tingkah menyaksikan sikap manis suaminya, entah mengapa di hatinya terselip sesuatu perasaan yang beda.
__ADS_1
Kenzo memang bukan pria romantis, bahkan jauh dari kata itu. Ia hanyalah pria nakal, yang suka keluar masuk club malam mencari sensasi menyenangkan tanpa harus ribet mikirin akan jadi orang tua kelak.
Pernikahan yang sebelumnya tak pernah ia harapkan pun berjalan dengan semestinya, hingga Kenzo benar-benar ingin mempertahankan istri dan rumah tangganya. Tentu saja semua itu tidak berjalan mulus, selalu ada masalah dalam rumah tangga mereka. Mulai dari papa Keynes, kehadiran Bela dan entah apa lagi nanti yang akan menggoyahkan keutuhan rumah tangga Kenzo dan Nasyila.
"Ini Ken, di minum" ucap Nasyila perlahan menghampiri suaminya yang duduk di teras.
"Terimakasih" sahut Ken.
Nasyila mengulas senyum manisnya, Nasyila senang sekarang Kenzo sudah seperti manusia pada umumnya yang tahu berterimakasih pada orang lain dan lawan bicaranya. Tidak seperti Kenzo yang dulu, yang tidak pernah menghargai kerja keras orang lain.
*
"Terimakasih nak Kenzo sudah mau menjenguk saya" ucap ibu Nadine perlahan.
"Saya tidak menjenguk, saya hanya ikut istri saya" jawab Kenzo dingin.
"Kak, apa kak Kenzo akan menginap di sini?" tanya Mirza lirih, adik bungsu nya Nasyila.
"Iya dek, kenapa?" Nasyila balik bertanya.
"Aneh aja kak, mana mungkin kak Kenzo betah di sini" sahut Mirza sembari menyantap kembali makan malamnya.
"Kalian menggosipi ku?" seru Kenzo memecahkan suasana damai saat itu.
__ADS_1
"Tidak Ken, bukan seperti itu" jelas Nasyila.
Kenzo berlalu meninggalkan meja makan, langsung menuju teras. Nasyila langsung menghampiri suaminya dan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi barusan.
"Maafkan adikku, dia masih sangat polos Ken" ucap Nasyila memohon.
"Apa aku terlalu buruk? hingga harus di gosipi begitu?" tanya Kenzo dengan polosnya.
"Tidak ada yang buruk, selagi kamu mau berubah" jawab Nasyila.
"Aku mau pulang, jangan mengikutiku" sahut Kenzo.
Ah dasar pria labil, seperti perempuan saja baperan! bathin Nasyila.
Pukul 21:10 Kenzo singgah di club malam favorite nya. Di sana banyak wanita-wanita cantik dan centil yang silih berganti menggodanya. Tapi tidak ada yang berhasil merayu Kenzo, selain Bela.
Dengan senyum licik, Bela menghampiri Kenzo yang tengah menikmati wine nya.
"Hay baby, akhirnya aku menemukanmu lagi" ucap Bela yang langsung duduk di pangkuan Kenzo.
"Bela..." ucap Ken tersenyum.
"Ya aku Bela, wanita yang sangat mengerti keinginanmu" ucap Bela sembari mencium bibir mantan pacarnya.
__ADS_1
Kenzo terdiam sejenak menikmati sentuhan demi sentuhan yang Bela perbuat, tanpa berfikir panjang Kenzo membalas ciuman dari Bela dengan penuh nafsu.
Sampai akhirnya lagi dan lagi mereka menuntaskan hasrat nya di kamar hotel. Kenzo menikmati setiap inci tubuh Bela, pipi, bibir, leher, dada dan semua anggota tubuh Bela sudah di nikmati oleh Kenzo sejak pacaran hingga kini mereka dipertemukan kembali dalam status yang berbeda.