Pernikahan Di Atas Kertas

Pernikahan Di Atas Kertas
Liburan Telah Tiba


__ADS_3

Satu minggu berlalu, hari ini adalah tepat hari dimana Fira dan teman-temannya akan pergi berlibur. Sebelumnya, Bara juga sudah memberi tahu Ayah Alex dan Papa Hito bahwa mereka akan pergi berlibur ke Pulau Seribu.


Tentunya, Lisa yang mendengar kabar itu, ia pun ingin ikut, dan terus merengek kepada Mama Wina agar dirinya bisa ikut berlibur bersama Bara dan Fira. Namun Wina melarangnya.


"Semuanya sudah beres, ayo kita berangkat," ucap Bara, yang baru selesai memasukkan satu koper ke dalam bagasi mobilnya.


Mereka berdua pun berpamitan terlebih dahulu kepada Papa Hito, Mama Wina dan Lisa. Terlihat sekali, wajah murung dari Lisa.


"Mama... kenapa sih aku gak boleh ikut?" protesnya.


"Gak boleh kan, kamu sebentar lagi mau ikut tes buat daftar kuliah," ucap Wina. Lisa hanya terdiam, sambil mengerucutkan bibirnya.


"Sudahlah, lain kali Kakak ajak kamu dan Fira libur bersama ya," timpal Bara.


"Ya sudah Ma, Pa, Kami berangkat dulu ya, Assalamualaikum." Bara dan Fira pun segera masuk ke dalam mobil. Dan segera berlalu meninggalkan halaman rumah yang cukup besar itu.


Di dalam mobil. Fira terlihat begitu senang sekali. Bahkan terlihat raut wajahnya yang begitu ceria.


"Mas, sekarang kita jemput Selly dan Merry di rumah Tante nya Merry," ucap Fira, Bara mengiyakan.


Tak lama mereka pun sampai di depan halaman rumah Tante nya Merry, terlihat di teras rumah, Selly dan Merry yang tengah duduk, dan sudah siap untuk segera berangkat.


"Aku turun dulu, kamu tunggu di sini ya Mas," ucap Fira, kemudian segera keluar dari mobil.


"Fira...." Selly dan Merry berteriak kegirangan, ketika melihat Fira yang baru turun dari mobilnya. Mereka pun saling berpelukan. Sejenak Fira memperhatikan penampilan Merry yang terlihat sedikit heboh, bahkan ia sudah memakai topi pantainya segala.


"Hallo Tante," ucap Fira, menyalami Tantenya Merry yang bernama Olive.


"Mentang-mentang sudah menikah, sekarang kamu sudah jarang main ke rumah tante lagi," ucap Olive, Fira hanya tersenyum kikuk, karena memang dulu, sepulang dari kampus Fira sering main terlebih dahulu di rumah Tante Olive bersama Selly dan Merry.


"Ya sudah Tante, kami berangkat dulu ya," ucap Merry, sambil memeluk tantenya.


"Iya hati-hati, Fira, Selly, titip Merry ya. Kamu juga Merry, jangan menyusahkan teman-temanmu!"


"Iya Tante...."


Mereka pun segera berlalu, dan menghampiri mobil Bara, yang terparkir di luar gerbang rumah Tante Olive.


Bara juga ikut membantu untuk memasukkan koper mereka ke dalam bagasi mobil. Kemudian mereka semua segera masuk ke dalam mobil Bara.


"Wah... keren sekali mobil ini, ini baru pertama kalinya aku menaiki mobil sekeren ini," ucap Merry begitu heboh.

__ADS_1


"Heh! Jaga sikap!" Selly memelototkan kedua matanya kepada Merry. Merry langsung membungkam mulutnya dengan kedua tangannya.


Sedangkan Bara hanya menggelengkan kepalanya, mendengar ucapan Merry. Dan ia pun segera melajukan mobilnya, menuju tempat destinasi liburan mereka. Dan mungkin perjalanan ke sana membutuhkan waktu kurang lebih 2 jam, kalau jalanan tidak macet.


"Guys, apa kalian sudah siap untuk hari ini?" tanya Fira, begitu semangat.


"Siap dong, ah... rasanya aku sudah tidak sabar, ingin bermain air laut," ucap Merry begitu heboh.


Bahkan, riuhnya pembicaraan mereka, sedikit membuat Bara merasa terganggu. Tapi ia pun begitu senang, karena Fira yang terlihat begitu gembira. Bahkan sesekali, Bara memperhatikan Fira, yang begitu asyik bercengkerama dengan teman-temannya itu.


Satu jam berlalu, kini suara ketiga wanita itu sudah tak terdengar lagi. Bahkan Fira sendiri terlihat begitu mengantuk.


"Sayang, apa kau mengantuk?" tanya Bara, sejenak menoleh ke arah Fira.


"Hah? Em... tidak Mas."


"Kalau mengantuk tidur saja, biar nanti pas sampai di sana, badannya fresh."


"Em... apa kau tidak apa-apa, kalau aku tidur? Nanti tak ada yang mengajakmu mengobrol."


"Sedari tadi juga kamu gak ngajak aku ngobrol," ucap Bara. Fira tertegun, tersenyum kikuk. Ia juga mengakui, kalau sedari tadi ia hampir melupakan keberadaan suaminya, karena terlalu asyik mengobrol dengan teman-temannya.


***


Mereka semua segera keluar dari mobil. Terlihat Fira yang masih mengantuk, dan mengucek-ngucek kedua matanya. Mencoba untuk mengumpulkan nyawanya terlebih dahulu.


"Yey... akhirnya... liburanku telah tiba," teriak Merry begitu riang, pas keluar dari mobil.


Bara segera menurunkan koper-koper yang ada di bagasi mobilnya. Selly dan Merry pun segera mengambil koper milik mereka masing-masing.


"Selly, apa penjaga villa nya sudah mengetahui kalau kita datang hari ini?" tanya Fira. Selly mengiyakan. Kemudian ia pun menunjuk ke arah lelaki paruh baya, yang keluar dari belakang Villa, berjalan bersama Dion.


"Itu, penjaga Villa nya," ucap Selly menunjuk.


"Itu kan Kak Dion," ucap Fira, menautkan kedua alisnya.


"Dion? Dion siapa?" tanya Selly, melirik ke arah Fira. Fira tak langsung menjawabnya, ia segera menghampiri Bara, yang tengah menjinjing koper di tangannya.


"Mas, Kak Dion di ajak ke sini?" tanya Fira, Bara menganggukkan kepalanya.


"Tentu saja, biar sekalian bantu kita di sini," sambung Bara.

__ADS_1


Merry yang tengah kesusahan membawa kopernya, ia terkejut, saat mendapati Dion yang tengah berjalan mendekatinya.


"Itu, kan lelaki yang waktu itu. Ya ampun... kenapa dia ada di sini," gumamnya, sedikit menundukkan kepalanya dan menurunkan topi pantai yang di pakainya, agar wajahnya sedikit tertutup.


"Selamat datang, Tuan dan Nona-Nona semua, perkenalkan saya, Dori, penjaga villa di sini," sapa lelaki paruh baya itu. Bara dan semuanya kembali menyapa Pak Dori dengan begitu ramah. Pak Dori pun membantu untuk membawakan koper yang di pegang oleh Bara. Namun Bara menolak bantuan lelaki paruh baya itu, dan akhirnya Pak Dori hanya membantu membawakan koper milik Selly dan Merry.


Pak Dori berpamitan terlebih dahulu untuk masuk ke dalam villa, sedangkan yang lainnya masih berdiam di halaman villa.


"Dion, kau kapan sampai di sini?" tanya Bara.


"Satu jam yang lalu," jawabnya. Dion menyapa Fira dan Selly, namun ia sedikit heran dengan satu orang wanita, yang menghalangi wajahnya dengan topi.


"Fira, apa dia juga temanmu?" tanya Dion, melirik ke arah Merry, yang sedikit bertingkah aneh. Fira mengiyakan.


"Merry, kenapa wajahmu di tutup seperti itu?" tanya Fira, heran.


"Hah? Oh tidak apa-apa," jawabnya.


"Kau ini! Pakai topimu dengan baik! Jangan seperti itu, yang ada, nanti kau tak bisa melihat jalan!" seru Selly.


"Selly, kau ini sungguh tidak mengerti sekali, di sini cuacanya panas, a-aku hanya tak ingin wajahku gosong terkena sinar matahari," kilah Merry, mencari alasan.


"Lebay sekali!" Selly seketika melepaskan topi Merry dan kembali memasangkannya dengan benar, hingga membuat Merry dan Dion, sejenak saling bertatap muka.


"Kau!" ucap Dion.


"Selly! Apa yang kau la–" Merry tak melanjutkan ucapannya, ia sejenak melirik ke arah Dion, Bara dan Fira, yang tengah menatap ke arahnya, dan akhirnya Merry pun kembali menghalangi sedikit wajahnya menggunakan topi yang di pakainya dan segera berlalu masuk ke dalam villa.


"Sial! Kenapa lelaki itu harus ada di sini sih!" decak Merry, sambil berlalu meninggalkan mereka.


“Wanita aneh!” batin Dion, memandang kepergian Merry.


"Lihatlah, teman kita yang satu ini selalu saja bertingkah aneh," ucap Selly, kepada Fira. Fira hanya tersenyum, menggelengkan kepalanya. Kemudian mereka pun segera masuk ke dalam villa, menyusul Merry dan Pak Dori, yang sudah berada di dalam.


.


.


.


Bersambung.

__ADS_1


Kira-kira kenapa ya Merry sama Dion?


Mau tau kelanjutannya? jangan lupa buat like komen dan vote yang banyak dulu 😁 biar author semangat lanjutin ceritanya.


__ADS_2