
"Hans," ucap Evans.
"Selamat pagi Evans, sudah lama tidak bertemu denganmu. Bagaimana kabarmu? Kau baik-baik saja kan, selama aku tidak mengganggumu pasti kehidupanmu akan tenang," ujar Hans sambil memeluk Tiara dari samping.
Seperti yang Tiara duga sebelumnya, Hans memang kenal dengan Evans, itu sebabnya mengapa Hans tidak mau bertemu dengan Evans. Ternyata benar memang suaminya mempunyai masalah yang besar dengan Abangnya.
"Pantas saja kau berhenti menggangguku, ternyata ini yang kau lakukan pada adikku. Baguslah semakin cepat aku tahu semakin cepat aku bisa memisahkan kalian berdua," ucap Evans sambil tersenyum sinis.
"Dia pria yang mengganggu perusahaan kita sayang? Wah ternyata dia berani sekali masuk ke kandang singa," ujar Lisa.
"Sudah pasti aku berani, karena aku membawa adik dari singa itu, apa bisa singa itu menyerang jika adiknya bersama denganku," ucap Hans.
"Tiara kemarilah, jangan mendekatinya dan jangan dekat-dekat dengan nya. Dia bukan pria yang baik, dia dapat bermain dengan banyak wanita, dia menjijikan," ujar Evans.
"Abang aku sudah menikah dengannya, pernikahan kami resmi secara negara, aku tidak mungkin berpisah dengannya, apapun bagaimanapun dia aku menerimanya sebagai suamiku," kata Tiara, ia tidak peduli bagaimana Hans, ia bahagia hidup bersama dengan Hans.
"Kau dengar Evans, aku tidak mengendalikannya dia sendiri yang mau hidup bersama denganku, jadi mulai sekarang berhenti ikut campur urusanku dengan dia. Sekarang dia bukan tanggung jawabmu, dia tanggung jawabku," ucap Hans.
"Sayang kamu juga tidak boleh begitu dengan Abangku, kalian berdua aku lelah jangan seperti ini. Aku menyayangi kalian berdua, aku tidak bisa memilih siapa yang paling aku sayangi yang jelas kalian berdua sangat berharga bagiku," ujar Tiara.
"Kau harus berpisah dengannya, sampai kapanpun aku tidak akan mau mempunyai adik ipar seperti. Kau tahu Tiara karena dia semua penderitaan yang kita alami, perusahaan yang sedang kami jalani sekarang sempat mundur, karena dia kau bahkan pernah hampir kehilangan nyawa mu, kau ingat kecelakaan motor yang menimpa kita dulu, dia pelaku nya," ucap Evans.
"Sayang apa itu benar," tanya Tiara.
Hans menatap tajam ke arah Evans, tidak mungkin ia mengakui itu semua.
__ADS_1
"Tujuannya menikah denganmu sudah pasti ingin membuatmu menderita, dan dia ingin balas dendam karena selama ini aku selalu bisa menyingkirkannya," ucap Evans.
"Apa selama menikah denganku kamu menderita? Tanpa aku jawab kamu sudah tahu jawabannya," kata Hans.
"Sini Tiara, jangan khawatir aku membantu proses perceraian mu. Jangan pernah mau hidup semakin dengan pria busuk ini," ucap Evans.
"Jaga ucapanmu, masalah kita berdua hanya pada kita berdua bukan pada." Hans menarik kerah baju Evans.
"Kau pikir aku takut."
Bruk… satu pukulan mendarat di wajah Hans.
"Bajingan.."
Tak mau kalah Hans juga memukul wajah Evans sangat kuat.
"Kau tetap harus berpisah dengan Hans atau kau tidak akan aku Anggap adik lagi!!" Evans benar-benar sudah tidak bisa menahan emosinya.
"Sekuat apapun kau meminta kami berdua berpisah itu tidak akan bisa terjadi, karena dia sedang hamil anak ku," ucap Hans.
"Kau pikir aku percaya dengan omongan busukmu itu," ujar Evans.
"Sayang periksa saja, kalau misal dia tidak hamil kamu bisa langsung memisahkan mereka berdua," kata Lisa.
"Sial bagaimana ini," batin Hans.
__ADS_1
Karena ucapan Hans tadi Evans langsung memanggil dokter ke rumah mereka, Evans sangat yakin Tiara mau melakukan hal itu dengan Hans. Mereka juga pasti baru menikah, kalau sudah berhubungan pun tidak mungkin Tiara langsung hamil.
"Kalau misalnya adikku tidak hamil jangan berharap kau bisa terus bersama dengannya," ucap Evans.
"Dan kalau perkataanku benar jangan ikut campur rumah tangga aku bersama dengan Tiara, aku akan hidup bahagia dengannya tanpa dirimu," kata Hans.
Tak lama dokter yang Evans panggil pun datang, segera mereka masuk ke dalam kamar untuk melakukan pemeriksaan. Tiara tahu dirinya tidak hamil, dan sepertinya hubungannya dengan Hans akan segera kandas karena larangan dari Abang nya, Entah mengapa Hans malah mengatakan hal tadi, ia sangat tidak ingin berpisah dengan Hans.
Berbagai macam pemeriksaan dilakukan agar hasilnya dapat tidak salah, Tiara juga melakukan tespek sesuai dengan permintaan Evans. Setelah hasilnya didapat mereka berdua berkumpul di kamar untuk mendengar hasil dari dokter yang memeriksa Tiara.
"Oke selamat Hans dengan Tiara, berdua akan segera menjadi seorang ayah dan ibu," ucap dokter yang membuat semua orang terkejut, termasuk Tiara dan Hans.
"Sudah kukatakan dia sedang hamil anakku," ucap Hans dengan wajah yang samringah.
"Usia kandungannya masih sangat muda, jangan melakukan hal-hal berat dan jangan stress agar tidak membahayakan janin," ucap Dokter
"Sekarang semuanya sudah terbukti, jangan pernah ikut campur lagi urusanku dengan Tiara. Aku juga sudah tidak mengganggumu lagi, hidupku sudah fokus pada pekerjaanku dan Tiara," ucap Hans.
"Aku tetap akan memisahkan kalian berdua setelah Tiara melahirkan," ujar Evans.
"Abang kenapa seperti ini, ini pilihanku dan jangan sangkut pautkan masalah kalian dengan pernikahanku, aku ingin hidup bahagia dengannya, dia tidak pernah berbuat kasar kepadaku, tolong berikan restumu pada hubungan kami berdua. Dan kamu sayang, dia Abangku kamu harus menghormatinya, kamu tidak boleh mengatakan hal buruk padanya, dan kamu jangan lakukan hal yang jahat lagi kepada nya." Tiara sangat ingin dua orang ini akur, ia sangat menyayangi mereka berdua, tidak ada yang bisa ia pilih di antara mereka berdua.
"Sayang sepertinya apa yang Tiara katakan benar, selama ini juga Hans tidak pernah mengganggu kita lagi. Dan dia terlihat tulus pada Tiara, Tiara bukan anak kecil lagi dia pasti sudah bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah, ketika dia berkata sudah bahagia bersama dengan Hans itu artinya memang dia sudah bahagia," ujar Lisa.
"Evans aku minta maaf jika selama ini aku selalu mengganggumu, aku sudah membuat kehidupanmu hancur, dan aku sudah mengambil adikmu tanpa persetujuan. Aku sudah lelah menjalani kehidupan yang kacau itu, aku ingin hidup bahagia bersama dengan Tiara dan anak ku nanti, aku mohon jangan pisahkan kami berdua, aku berjanji akan membahagiakannya dan melindunginya sampai kapanpun itu, karena aku sangat mencintainya," ucap Hans.
__ADS_1
Evans membuang nafas dengan kasar, sudah tidak ada gunanya lagi perselisihan di antara mereka berdua berlanjut. Memang lebih baik mereka berdua akur untuk masa depan yang indah.
"Oke aku aku memaafkanmu, tetapi untuk aku denganmu sepertinya aku belum bisa," ucap Evans.