
Bara sudah duduk, di depan sorot kamera. Dengan pembawa acara yang menyambutnya dengan begitu hangat. Para penonton yang ada di studio, di buat kagum. Karena untuk pertama kalinya mereka bisa melihat secara langsung wajah tampan, sang presdir dari Cleon Compeny.
Senyuman manis, ia lemparkan kepada seluruh penonton yang melihatnya. Sungguh para penonton wanita yang hadir di studio itu, di buat meleleh. Karena mendapat senyuman manis dari sang pengusaha yang tajir melintir ini.
Pertanyaan demi pertanyaan di lontarkan oleh pembawa acara. Dan tentunya Bara menjawab dengan santai, dan begitu berwibawa. Setiap jawaban yang Bara berikan, seakan membuat mindset para penonton terbuka, mengenai bisnis.
Tidak hanya bisnisnya saja yang di bahas, tapi mulai dari bisnis kecil pun Bara menjelaskannya. Bahkan Bara juga sedikit memberi bocoran bagaimana dirinya bisa ada di tahap seperti sekarang ini. Tentu bukanlah hal yang mudah karena semuanya di mulai dari bawah.
Pertanyaan utama seputar Cleon Company, bisnis, perhiasan, berlian, gaji, dan berbagi cerita mengenai motivasi sudah terlaksanakan. Kini sampailah pada sesi pertanyaan akhir.
MC sedikit terkejut, saat ia melihat di kartu wawancaranya, terdapat sebuah pertanyaan pribadi. Karena pada brifing tadi tidak ada penjelasan mengenai pertanyaan pribadi.
MC ini sedikit gugup, ia memandang ke arah team kreatif. Dan tema kreatif pun memberi isyarat agar tetap melanjutkan pertanyaan itu.
"Pertanyaan terakhir untuk Tuan Bara. Apakah kami boleh bertanya hal pribadi?" tanyanya cukup takut. Bahkan MC ini sudah bersiap, untuk mendengar penolakan dari bintang tamunya.
Namun ternyata siapa sangka, Bara menyetujuinya.
"Silakan, jika ada yang ingin ditanyakan," jawab Bara, dengan mengembangkan senyumannya.
"Ah... syukurlah," batin pembawa acara.
"Tuan Bara ini kan pebisnis yang masih muda, tampan dan sudah sukses. Apakah Tuan sudah mempunyai kekasih atau teman dekat? Karena selama ini, kisah asmara Tuan, sangat ditutupi sekali."
"Em... sudah," ucap Bara menggantung. Seluruh penonton dan MC di buat semakin penasaran. "Tapi, ... bukan pacar, lebih tepatnya saya sudah mempunyai istri."
"What! Istri?" batin penonton. Semuanya seakan terkejut, karena selama ini, mereka tak pernah mendengar kisah asmara dari presdir Cleon Company. Yang mereka tahu, bahwa presdir dari Cleon Company terkenal ini sangatlah cuek, dan dingin terhadap wanita. Tapi siapa sangka, lelaki tampan yang sedang duduk di sorotan kamera saat ini ternyata diam-diam sudah beristri.
ng membuat para penonton terkejut, bahkan bisa jadi berita ini akan menjadi berita patah hati nasional bagi para wanita, apalagi para wanita dari kalangan orang-orang kaya. Yang sudah mengetahui sedikit berita mengenai Bara.
"Sangat tidak disangka ya, apakah pernikahan Anda sudah lama? atau masih baru?"
"Sudah 4 bulan saya menikah dengan istri saya. Dan tentunya bagi saya itu masihlah sangat terasa Baru. Karena hari-hari yang saya lewati bersamanya, terasa begitu cepat. Mungkin, karena saya terlalu betah berada di sampingnya," tutur Bara, di iringi senyuman malu-malunya.
Di sisi lain.
__ADS_1
Fira dan teman-temannya, yang fokus menonton acara Talk show, yang di hadiri oleh Bara. Mereka terlihat antusias, menantikan kemunculan suami dari sahabatnya itu di TV.
"Fira, cepat kemari, lihatlah suamimu tampil di TV"
"Mas Bara," gumam Fira setengah tersenyum.
Setengah jam mereka menonton, dan tentunya Fira mendengarkannya dengan begitu saksama. Karena dirinya mendapat tugas dari sang suami. Bahkan rasa penasaran dengan apa yang akan Bara tanyakan padanya nanti, masih mengelilingi pikirannya.
Dan kini, tiba di sesi pertanyaan mengenai pembahasan masalah pribadi Bara. Fira cukup, tegang akan hal itu. Karena pada dasarnya, dari dulu Bara tidak menginginkan pernikahannya diketahui oleh banyak orang. Namun Fira begitu terkejut dan tak menyangka, saat mendengar jawaban dari suaminya yang mengakui pernikahannya.
"Pasti beruntung sekali ya istri Tuan ini."
Bara tersenyum. "Sebenarnya bukan dia yang beruntung. Tapi sayalah yang beruntung, karena memiliki istri yang salihah dan baik seperti Fira."
"Cie... Fira nama kamu disebut tuh."
"A... suami kamu romantis banget sih Fir."
Fira tersipu malu, saat mendengar namanya di sebut oleh suaminya itu. Dan entah kenapa hatinya seakan di aduk-aduk, berbagai macam rasa kini ia rasakan, kaget, senang, terharu, dan tentunya perasaan jatuh cinta kepada suaminya seakan semakin dalam.
^^^
"Baiklah, Terima kasih sudah berbagi cerita, motivasi dan kebahagiaan bersama kami Tuan Bara. Apakah ada sesuatu yang ingin disampaikan terlebih dahulu, untuk istrinya mungkin yang sedang menonton acara ini."
Bara tersenyum mendengar penuturan sang MC. "Baiklah, saya juga ingin mengucapkan terima kasih untuk para pegawai, dan partner kerja saya. Dan tentunya kepada para pencinta produk dari Cleon Company. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih," ujar Bara dengan penyampaian yang begitu berwibawa.
"Dan untuk istriku, hanya satu yang ingin saya sampaikan ... cintailah aku sepenuh hatimu, sebagaimana aku mencintaimu dengan seluruh jiwa dan ragaku Fira," ujarnya begitu jelas dan tulus.
Sumpah demi apa penonton yang ada di sana, ingin rasanya mereka berguling, menjatuhkan tubuh, mendengar ucapan yang begitu romantis dari bintang tamu kali ini. Hati mereka terasa meleleh, meskipun perkataan itu diperuntukan hanya untuk wanita yang bernama Fira seorang.
^^^
"A... Fira... apakah lelaki seperti suamimu masih ada stok nya di dunia ini?"
"Tuhan... beri aku lelaki yang romantis seperti ini, satu saja...."
__ADS_1
"Fira... aku ingin nikah...." rengek Selly dan Merry berbarengan, sambil memeluk Fira, dengan begitu gemas.
Tiba-tiba, buliran air mata lolos begitu saja dari kedua bola mata Fira. Tenanglah, ini bukan tangis karena sedih, melainkan tangis bahagia.
"Terima kasih Ya Allah, terima kasih," gumam Fira, memejamkan mata. Sambil mengelus kedua pipi sahabatnya itu. Rasa syukur terus ia lontarkan di dalam hatinya. Ia sedikit tak percaya, jika harus mengingat kejadian 4 bulan yang lalu. Yang dimana ia pun tak yakin akan pernikahannya bisa berlanjut atau tidak. Namun siapa sangka, Allah berkehendak lain. Allah maha pembolak-balik hati hambanya. Karena dalam kurun waktu 4 bulan, Fira benar-benar sudah memiliki hati Bara.
Tapi, di balik kebahagiaan itu. Ada seseorang yang begitu terluka mendengar semua kebenaran ini. Siapa lagi kalau bukan Raina.
Raina duduk, di atas sofa, di ruang TV rumah neneknya. Ia membaca majalah, sambil menikmati segelas semothie mango. Neneknya, yang duduk di sampingnya menyalakan TV. Dan ketika TV menyala, channel yang muncul adalah stasiun TV, dimana Bara sedang di wawancarai. Mungkin acara talk show, yang di bintang tamui oleh Bara ini sudah berjalan setengahnya.
Dan saat Raina mendengar ucapan ketika Bara mengakui pernikahannya. Ia sedikit terkejut. Ia segera menaruh majalah yang di pegangnya ke sembarang arah. Neneknya hendak memindahkan acara TV itu ke channel lain. Namun Raina menahannya. Hingga pada akhirnya ia dan neneknya harus menonton, dan mendengar sendiri, kebenaran dari, setiap kata yang di ucapkan oleh Bara.
Bahkan Raina tak pernah menyangka, kalau Bara bisa secinta itu kepada Fira.
"Bara benar-benar mencintai wanita itu Nek," lirih Raina, tersenyum getir.
Neneknya mencoba menenangkan cucu kesayangannya itu. "Rain sayang, tenanglah, lelaki di dunia ini masih banyak, bukan hanya dia."
"Tapi Nek, Raina masih menyayanginya Nek," ucapnya terisak, karena sudah tak kuasa membendung air matanya.
Sungguh malang, nasib perempuan satu ini, ketika cinta yang ia anggap, cinta sejatinya, tapi kenyataan ternyata tak berpihak padanya. Seandainya ia bisa memilih, ingin rasanya ia tak pernah mengenal lelaki yang masih ada di hatinya hingga sekarang ini.
“Nenek....” Raina memeluk sang nenek yang ada di sampingnya. Kini ia harus kembali bersedih, akibat rasa cinta yang ada di hatinya.
.
.
.
Bersambung.
Hari ini udah up 2 episode, mana dong like dan vote nya. 😁
Jangan lupa komen ya! harus!
__ADS_1
Karena komen kalian sangat berharga bagi author.🥰
Love you, para pembacaku... ❤️