
*Pernikahan Di Atas Kertas*
Senja kembali menyapa kehidupan di sekelilingnya. Menyapa seorang Kenzo Reinaldi dan Nasyila Anastasya.
Pukul 17:10 Nasyila semakin larut dalam kegelisahannya, ia terus memikirkan perkataan suaminya.
Apa benar Aku dan Kenzo melakukannya? tanya Nasyila dalam hati.
Nasyila semakin di hantui oleh segudang pertanyaan di fikirannya. Akhirnya Nasyila memutuskan untuk mencari tahu kebenaraanya. Kecurigaan nya semakin kuat, saat Nasyila mengingat kejadian beberapa hari yang lalu, saat ia tertidur di sofa karena menunggu kedatangan suaminya.
Ah iya, aku ingat malam itu...aku mondar mandir menunggu Kenzo pulang, hingga aku merasa ngantuk dan lelah. Aku memutuskan untuk istirahat di sofa ruang tamu sambil terus menunggu kedatangan Kenzo. Alhasil, aku tertidur pulas di sana...
.
Dan pagi harinya, tiba-tiba aku sudah berada di kamar tamu...tentu Kenzo yang memindahkan aku ke kamar!
Lalu apa yang terjadi di malam hari itu?? tanya Nasyila semakin mendalam pada dirinya sendiri.
Apa mungkin Kenzo merebut kesucianku secara diam-diam?? pikir Nasyila.
Nasyila memutuskan untuk searching Google tentang seputar masalah berhubungan badan. Dan benar, satu kejadian aneh di pagi hari yang Nasyila alami. Bahwa jika pertama kali melakukannya, pasti akan terasa nyeri dan perih akibat permainan panas tersebut. Nasyila semakim yakin, bahwa Kenzo telah menodainya, karena rasa nyeri dan perih di area sensitifnya adalah yang pertama kali dirasakan oleh Nasyila. Dan ini semua harus segera di selesaikan... gumam Nasyila.
Dasar suami kurang ajar! pikir Nasyila.
.
Tiba-tiba Kenzo kembali ke kamar, setelah ia lari dari kenyataan. Nasyila terus menatap Kenzo dengan tatapan tajam dan penuh arti. Kenzo merasa canggung melihat sikap istrinya.
"Kamu kenapa sih?" tanya Kenzo menyelidik.
"Aku mau bicara serius sama kamu!" ucap Nasyila serius.
"Yaudah ngomong aja, kek penting banget" sahut Kenzo ketus.
"Aku mau ngobrol berdua sama kamu di rumah kita!" jelas Nasyila.
"Jadi maunya apa??" jawab Kenzo kesal karena istrinya bertele-tele.
__ADS_1
"Pulang!" ucap Nasyila singkat.
Kenzo dan Nasyila pamit dengan mama Alena. Padahal mama Alena masih sangat menginginkan Kenzo dan Nasyila berada di sisinya.
"Ma...kami pamit dulu ya" ucap Kenzo.
"Ada apa sih? kenapa mendadak pengen pulang gitu?" tanya mama Alena.
"Gak papa kok ma, mama gak perlu khawatir... aku sama Ken, baik-baik aja" jelas Nasyila.
"Ehm biasa ma, Nasyila kangen berat sama kasur di rumah kita" sahut Kenzo sembarang.
Mendengar ucapan Kenzo, Nasyila spontan menginjak kaki suaminya. Kenzo meringis kesakitan sambil tersenyum kecut. Sedangkan mama Alena semakin hanyut dalam khayalannya bahwa anak dan menantunya pasti sudah sangat ingin memberikan cucu untuknya.
"Apaan sih" ucap Kenzo.
"Ah sudah... mama paham kok" ucap mama Alena tersenyum manis di hadapan anak dan menantunya.
"Bye mam" ucap Kenzo menyalami dan memeluk mama Alena.
"Kalian hati-hati ya sayang" membalas pelukan hangat anaknya lalu mencium kening Nasyila lembut.
.
Sepanjang perjalanan Nasyila menatap Kenzo dengan tatapan menyelidik. Kenzo merasa heran dengan sikap Nasyila yang menurutnya benar-benar membuat dirinya tak nyaman.
"Gue tau.. gue ini ganteng. Tapi gak gitu juga kali natap nya" ucap Kenzo percaya diri.
"GR" sahut Nasyila mengalihkan arah pandangannya.
"Emangnya mau ngomong apaan sih?" tanya Kenzo.
"Mau ngebahas masa depan kita" ucap Nasyila.
"Maksudnya?" Kenzo semakin tak mengerti dengan Nasyila.
.
__ADS_1
Seperti yang sudah Nasyila bilang, mereka akan ngobrol berdua di rumah mereka. Nasyila duduk di sofa yang pernah ia gunakan untuk istirahat. Kenzo mengikuti istrinya dan duduk di sebelah Nasyila.
"Cobalah untuk jujur Ken..." ucap Nasyila perlahan.
"Jujur dalam masalah apa?" tanya Kenzo yang semakin bingung terhadap Nasyila.
"Apa yang terjadi malam itu" ucap Nasyila lantang.
"Malam yang mana?" tanya Kenzo mengelak.
"Malam, di mana kamu menghancurkan masa depanku" sahut Nasyila.
"Kau mengetahuinya!" ucap Kenzo.
"Aku menebak, tapi aku rasa tebakanku selalu benar" jelas Nasyila.
"Maafkan aku Nasyila...saat itu aku dalam keadaan mabuk" ucap Kenzo tulus.
Kenzo terus menceritakan kejadian yang sebenarnya malam itu. Nasyila yang mendengar kejujuran seorang Kenzo hanya bisa diam dan terisak dalam tangis kesedihannya. Entah mengapa rasanya begitu sakit, mengingat orang yang tidak mencintainya berani mengambil kesuciannya secara diam-diam.
"Sekarang kamu puas kan?? kau telah membeli hidupku, dan sekarang kau telah merusak masa depanku Ken" ucap Nasyila sendu, berlinangan air mata.
"Tenang dulu...aku akan memperbaiki semuanya Syila" jelas Kenzo meyakinkan.
"Memperbaiki hidupmu, dan menghancurkan hidupku. begitu kan?" ucap Nasyila.
"Tidak, bukan begitu" sahut Kenzo.
"Haha dalam hitungan hari aku akan menjadi janda...dan masa itu akan datang" sahut Nasyila semakin larut dalam tangisnya.
.
Kenzo tersentak mendengar ucapan istrinya. Sedikitpun Kenzo tak pernah berfikir untuk menceraikan Nasyila, sekalipun ia tidak mencintai Nasyila. Dada Kenzo begitu sakit, melihat istrinya yang sedang sedih akibat ulahnya.
Sudah saatnya Ken kau harus memperbaiki hidupmu!! Kenzo membathin.
"Kita akan tetap bersama, dan kau tidak akan menjanda Nasyila" ucap Kenzo dengan tatapan penuh ketulusan.
__ADS_1
Perlahan Kenzo memeluk Nasyila dan menenangkan istrinya. Nasyila tenggelam dalam pelukan Kenzo, rasanya sulit sekali untuk mengakhiri pelukan hangat itu...
Kedua insan itu hanya bisa saling memikirkan mana yang terbaik untuk kedepannya.