Pernikahan Di Atas Kertas

Pernikahan Di Atas Kertas
Kehadiran Mama Alena


__ADS_3

*Pernikahan Di Atas Kertas*


Pukul 16:20 mama Alena bertamu ke rumah Kenzo dan Nasyila. Mama Alena sengaja tak memberi tahu kepada anak dan menantunya itu bahwa ia akan menginap di sana. Mama Alena datang sendiri di antar oleh pak Budi, supir pribadi papa Keynes Reinaldi. Sedangkan papa Keynes, ia tidak bisa ikut menjenguk anak kesayangannya di karenakan ia sedang melakukan perjalanan bisnis ke luar kota. Selama Kenzo dan Nasyila menempati rumah barunya, papa Keynes belum pernah menginjakkan kaki ke rumah yang di belinya untuk hadiah atas pernikahan anaknya, karena papa Keynes sangat sibuk dengan bisnis nya.


.


Tok.. tok...


"Assalamu'alaikum" mama Alena mengetuk pintu seraya mengucapkan salam.


"Wa'alaikumussalam, sebentar" jawab Nasyila dari dalam rumah.


"Siapa yang datang?" tanya tuan muda.


"Tidak tahu tuan, saya akan mengecek nya" jawab Nasyila mengintip dari jendela.


"Mama Alena tuan muda" jawab Nasyila.


"Apa..? pindahkan semua barang-barangmu ke kamar utama, biar aku yang menyambut kedatangan mama" jelas Kenzo.


"Baik tuan muda" ucap Nasyila dengan mengerucutkan bibir seksi nya.


Nasyila dengan sigap mengemasi barang-barangnya, memindahkan segala keperluannya dari kamar tamu ke kamar utama mereka.


Kenzo membukakan pintu untuk mama Alena, dengan sejuta senyum menggoda.


"Mama" ucap Kenzo, sembari memeluk mama Alena.


"Sayang...kenapa lama sekali?" tanya mama Alena.

__ADS_1


"Maaf ma, tadi Ken sama Nasyila lagi nonton TV makanya kurang dengar" jawab Kenzo mengelak.


Wah apa mungkin Kenzo sudah mencintai Nasyila? bathin mama Alena.


"Benar begitu?" tanya mama Alena menyelidik.


"Iya ma, mana mungkin anak mama ini berbohong!" Kenzo menjawab dengan terkekeh.


"Ah mama percaya itu" ucap mama Alena.


Keduanya beranjak masuk ke dalam, di ruang tamu mama tidak melihat Nasyila, bahkan TV yang ada di sana tidak menyala.


Apa Kenzo mencoba membohongiku?? bathin Marissa Alena.


"Di mana Nasyila, Ken...?" tanya mama Alena.


"Kalau begitu mama mau lihat Nasyila" jawab mama Alena, pergi bersama dengan Kenzo


Di kamar utama, Nasyila duduk di tepi ranjang. Ia sungguh lelah dengan keadaan yang seperti ini, menghadapi sikap Kenzo saja sudah benar-benar membuatnya pusing, apalagi harus bersikap selayaknya sepasang suaminya istri yang saling mencintai di depan mama Alena. Karena selama ini yang mama Alena tahu, Nasyila dan Kenzo sudah mulai terjebak dalam ikatan cinta, bagi mama Alena tidak mustahil untuk mereka berdua saling mencintai... meski pernikahan mereka karena unsur terpaksa, tidak ada bedanya dengan pernikahannya dengan Keynes Reinaldi yang di dasari atas perjodohan... toh sekarang aku dan papanya Kenzo hidup bahagia saling mencintai, sampai memiliki anak sebesar dan setampan Kenzo Reinaldi? pikir mama Alena mengulas senyum manis di bibirnya.


.


"Nasyila... apa kamu ada di dalam?" ucap mama Alena sambil mengetuk pintu kamar utama.


"Ah iya sebentar" jawab Nasyila, membuka pintu kamar.


"Sayang, mama datang untuk kalian" ucap mama Alena dengan senyum sumringah.


"Nasyila senang mama kemari" Nasyila menyalimi mama Alena lalu memeluknya erat.

__ADS_1


"Ah terimakasih jika kalian senang atas kehadiran mama di tengah-tengah kalian" ucap mama Alena.


"Kami yang seharusnya berterimakasih terhadap mama" sahut Nasyila, dan di angguki oleh suaminya.


"Iya ma, Ken senang mama kemari" ucap mama Alena.


.


Nasyila kembali dengan kebiasaan rutinnya, memasak di sore hari untuk makan malam. Tentunya Nasyila di temani oleh mertuanya, mama Alena.


Sedangkan suami Nasyila masih berada di kamar kebesarannya, memikirkan apa mama Alena akan menginap karena bertamu sudah


sangat sore seperti ini? pikir Kenzo Reinaldi.


Beruntung barang-barang Nasyila sudah di pindahkan ke kamar utama, jadi mama Alena tidak akan curiga kalau selama ini mereka pisah ranjang. Karena memang mama Alena tidak mengetahui perjanjian di kertas putih itu, mama Alena berfikir jika Nasyila hanyalah wanita yang di tukar untuk menebus hutang Aditya Syahab. Dan mama Alena merasa senang atas kehadiran Nasyila sebagai menantunya, sedikitpun mama Alena tidak mengetahui atas pernikahan anaknya yang di atas kertas. Mama Alena sangat menyayangi Nasyila seperti halnya ia menyayangi anak kandungnya sendiri, Kenzo Reinaldi.


.


Selesai masak Nasyila membersihkan diri, kali ini semua kegiatannya dilakukan oleh Nasyila di kamar utama. Karena mama Alena akan beristirahat di kamar tamu yang di tempati Nasyila sebelumnya.


"Apa mama akan menginap?" tanya Kenzo saat istrinya beru saja kembali ke kamar.


"Tidak tahu tuan muda" jawab Nasyila.


Kenzo tak menjawab pernyataan dari Nasyila, ia lebih asyik dengan ponselnya. Nasyila berlalu pergi ke kamar mandi segera membersihkan tubuhnya.


*


Kehadiran mama Alena di antara mereka akan membawa pengaruh positif, jika biasanya mereka pisah ranjang...mungkin saja malam ini kesempatan untuk Kenzo dan Nasyila untuk tidur bersama di atas kasur empuk, dan di bawah selimut tebal yang sama.

__ADS_1


__ADS_2