Pernikahan Di Atas Kertas

Pernikahan Di Atas Kertas
Kecil


__ADS_3

Hans mencium bibir Tiara dengan ganasnya, tangan nya juga mulai bergerak kimono yang Tiara kenakan, hal itu membuat mereka Tiara semakin yakin malam pertama nya akan segera datang, mau bagaimana lagi walaupun ia belum siap kalau suaminya sudah memintanya ia harus melakukan nya. Walaupun sekarang umur nya masih 17 tahun.


Saat sedang bersemangat semangat nya, handphone Hans berbunyi dengan cukup keras, hal itu membuat konsentrasi Hans terganggu, saat melihat siapa yang menghubungi nya Hans tidak jadi marah, ternyata klien penting nya yang tidak mungkin ia marah.


"Satu jam ke depan? Bukan nya setelah jam 1," tanya Hans.


"Oke kalau di percepat, aku akan segera menuju tempat itu," ucap Hans sambil memutuskan sambungan telepon itu.


Tiara kembali merapikan kimono nya yang sudah berantakan, walaupun Hans sudah melihat sebagian tubuh nya rasa nya masih tidak nyaman untuk membiarkan Hans melihat semuanya.


"Sekarang mandi kita harus berangkat cepat, jangan lama-lama aku memberikan waktu 15 menit. Kalau kamu sampai terlambat aku akan memilih aku memberikan hukuman berat yang belum pernah kamu rasakan."

__ADS_1


Segera Tiara bangkit dari atas tempat tidur, dirinya sudah biasa menggunakan waktu dengan seefisien mungkin. Karena tadi malam dirinya sudah mandi Tiara tidak mandi lagi, ya menggunakan waktu 15 menit itu untuk mencuci muka dan bersihkan gigi, setelah itu ia memakai pakaian yang Siska berikan tadi kepadanya.


Untuk hiasan wajah beruntungnya Tiara membawanya di dalam tas, jadi dia masih bisa merias wajahnya akan terlihat semakin cantik.


"Cepat Tiara waktumu hanya 5 menit lagi," ucap Hans yang sudah rapi dengan pakaian kerjanya.


Cara keluar dari ruang ganti dengan pakaian yang sangat rapi, wajahnya juga sudah cantik dengan hiasan tipis sesuai dengan usianya. Hans merasa beruntung membawa Tiara katuk pertemuannya kali ini, kalau dirinya membawa salah satu dari dua istri sebelumnya sudah pasti waktu yang diperlukan akan banyak, dan akan membuat nya malu dengan gaya alay mereka.


Sesampainya di tempat pertemuan mereka berdua langsung berjalan masuk ke dalam, beruntung keduanya datang lebih dulu dari klien Hans. Hal itu membuat Hans begitu lega, ia jadi tidak takut kehilangan investor ini.


"Punya mu kecil sekali," ucap Hans

__ADS_1


Tiara mengerutkan dahinya, ia tidak tahu apa yang Hans maksud. Tidak mungkin saat seperti ini Hans mengatakan hal yang tidak tidak, tetap kenapa arah pembicaraan Hans ke arah sana.


"Maksudnya bagaimana mas," tanya Tiara.


"Punya kamu kecil sekali, dada kamu tidak membuat aku selera," jawab Hans.


Apa yang Hans katakan membuat Tiara sangat malu, bagaimana mungkin sebelum pertemuan yang cukup penting Hans malah mengatakan hal seperti itu. Tidak seharusnya juga harus mengatakan hal itu, masih banyak hal yang bisa mereka bahas sebelum pertemuan penting ini.


"Kenapa kamu malu, makannya di perbesar," kata Hans.


"Aku masih proses pertumbuhan mas, jadi maaf kalau tidak sesuai dengan harapan kamu," ucap Tiara.

__ADS_1


"Hahaha iya aku paham, nanti aku bantu untuk memperbesar nya. Kamu akan suka dengan ukuran yang aku buat," kata Hans dengan wajah tanpa bersalah.


__ADS_2