
Di kantor Cleon Company.
Hari ini adalah hari dimana Bara akan melaunchingkan 99 design perhiasan terbaru dari perusahaannya.
Bara terlihat tampil dengan balutan kemeja silver dan jas berwarna navy, yang terpasang begitu rapi di badannya yang kekar dan perfect.
Begitu pun dengan Dion, hari ini ia terlihat beda sekali dari biasanya. Pakaiannya begitu rapi, dengan balutan jas berwarna maron dan gaya rambut yang sedikit berbeda, membuat lelaki ini tampak begitu maskulin.
"Bagaimana penampilanku?" tanya Bara kepada Dion, sambil merapikan jasnya.
"Bagus, sangat sempurna." Dion mengacungkan kedua jempolnya, kepada Bara.
"Baiklah, ayo kita berangkat sekarang." Bara segera berlalu keluar dari kantornya, di ikuti oleh Dion, yang membuntutinya dari belakang.
Mereka berdua, segera masuk ke dalam mobil milik Bara, dengan Dion yang mengemudikan mobil.
Ah... entah lah, Bara semakin tak karuan, dengan acara yang akan dijalankannya hari ini. Acara seperti ini bukanlah acara pertama kalinya. Bahkan ia sudah sering melakukannya.
Namun entah kenapa, hari ini ia begitu tak karuan, apalagi hari ini akan ada sesi tanya jawab di salah satu acara, di stasiun TV.
"Kau kenapa terlihat cemas seperti itu? Apa yang sedang kau pikirkan?" tanya Dion, sedikit melirik ke arah Bara.
"Entah lah, aku merasa sedikit gugup saja," jawab Bara, tanpa mengalihkan pandangannya, yang terus menyoroti jalanan di depan.
"Apa Fira tahu, kalau kau hari ini ada wawancara di TV?" tanya Dion.
Bara menggelengkan kepalanya. "Aku belum memberitahunya."
"Kenapa?"
"Em... Aku tidak ingin mengganggu fokusnya, karena hari ini dia akan melaksanakan sidang skripsinya. Jadi, biar nanti aku menghubunginya."
***
Di Kampus XXX, Fira tengah bersiap untuk sidang skripsinya. Ia duduk di luar ruangan, di temani dengan Farhan, Merry dan beberapa temannya yang akan melaksanakan sidang skripsi hari ini.
Tangannya terlihat berkeringat, belum lagi sedari pagi ia merasa bahwa dirinya tidak enak badan. Namun di saat seperti ini, Fira tetap memaksakan dirinya untuk melaksanakan sidang skripsinya.
"Fira, kau tenanglah, jangan terlalu tegang," ucap Merry, memegang sebelah lengan sahabatnya.
Fira menoleh, dan tersenyum ke arah Merry yang duduk di sampingnya. "Iya, Mer."
Tak lama kemudian Selly keluar dari ruang sidang, dengan senyuman merekah di wajahnya. Ia segera menghampiri Merry dan Fira yang duduk di kursi tunggu.
__ADS_1
"Farhan, kau masuklah, sekarang giliranmu," ucap Selly, saat melewati tempat duduk Farhan. Farhan pun segera berlalu menuju ruang sidang.
"Bagaimana?" tanya Fira dan Merry, berbarengan.
Selly tersenyum merekah. "Beres...." Ia mengacungkan kedua jempolnya, sambil mengedipkan sebelah matanya.
Fira dan Merry, dengan antusias menanyakan beberapa pertanyaan mengenai sidang Selly tadi. Dan dengan senang hati, Selly menceritakan semuanya.
Drttt..., drttt..., dering ponsel Fira yang ada di saku roknya, terasa bergetar di pahanya. Ia segera meraih ponselnya, dan dilihatnya dua pesan masuk di ponselnya.
"Mas Bara," gumamnya pelan. Fira segera membuka pesan singkat yang di kirimkan oleh suaminya itu.
[ Semangat sayangku, semoga sidangnya lancar — Bara ]
[ Jangan tegang, jangan gugup, aku di sini mendoakanmu. I love you, istri manjaku — Bara]
Fira tersenyum, saat membaca dua pesan singkat dari suaminya itu.
[ Terima kasih, suamiku. Love you too – Fira]
[ Kabari aku kalau sidangnya sudah selesai – Bara]
[ Iya Mas – Fira]
Fira tersipu malu. "Haha, kalian ini, kepo sekali," ucap Fira, sambil meledek menjulurkan lidahnya.
^^^
1jam 30menit, Mereka menunggu Farhan keluar, dan tak lama, Farhan terlihat dari balik pintu ruang sidang.
Farhan segera menghampiri Fira dan yang lainnya.
"Fira, sekarang giliranmu," ucap Farhan kepada Fira.
Fira menganggukkan kepalanya. "Bismillah, semoga lancar ya Allah," gumamnya.
Farhan, Selly dan Merry, memberikan semangat kepada Fira, dengan mengepalkan sebelah tangan mereka, dan mengangkatnya, menandakan simbol semangat.
"Fighting Fira," ucap mereka, dengan ekspresi ketulusannya. Fira tersenyum, lalu segera melangkah masuk ke dalam ruang sidang.
Di dalam ruang sidang, sudah ada tiga juri killer, dan tentunya dosen pembimbing Fira yaitu Pak Reza. Dengan senyuman menghias di wajahnya, dari tempat duduknya, Reza memberikan isyarat tanda semangat kepada Fira.
Fira pun segera melakukan presentasinya. Dan tentunya, setelah selesai dengan presentasinya, ia di beri begitu banyak pertanyaan dari para juri. Sebisa mungkin Fira menjawabnya dengan tenang dan benar.
__ADS_1
***
Di gedung aula Royal Hotel.
Bara turun dari podium, setelah selesai membuka acara pelaunchingan produk terbarunya, secara resmi.
Semua orang duduk berjajar dengan begitu rapih di atas kursi, yang di sediakan. Tentu saja yang menghadiri acara ini, adalah orang-orang kalangan atas. Para miliarder, sultan dan orang-orang yang tentunya pencinta berlian, dan pengoleksi perhiasan.
Setelah acara resmi di buka, gerai utama di gedung sebelah langsung di buka. Disana lah perhiasan dengan design terbaru dan limitied edition terpajang dengan begitu rapi, ketat, dan tentunya dalam pengawasan. 1 set perhiasan yang di pajang, 1 penjaga pula yang menjaganya. Para tamu undangan, dan tentunya orang-orang yang akan membeli perhiasan itu, segera berpindah tempat ke gedung sebelah.
Sungguh ini bukanlah sekedar bisnis biasa, ini adalah bisnisnya para miliarder. Dengan keuntungan bukan berjumlah miliaran lagi tapi sudah triliunan.
Bara turun dari podium, di sambut hangat oleh beberapa wartawan. Namun Dion dan beberapa bodyguard yang berjaga di sana, dengan sigap menghalangi para wartawan itu. Dion mengarahkan Bara, menuju mobilnya. Membawanya ke tempat dimana dia akan melaksanakan wawancara di salah satu stasiun TV.
^^^
Ruang tunggu VVIP stasiun TV. Tempat Bara akan melakukan wawancara secara live. Ini adalah pertama kalinya, Presdir dari Cleon Company, mau di wawancara. Karena jika ada acara pelaunchingan seperti ini, yang biasa mewakili adalah general manajernya. Dan ini adalah sebuah keberuntungan bagi stasiun TV yang mengundangnya kali ini. Karena kini presdir dari Cleon Companylah, yang akan langsung mengisi acara di acara talk show kali ini.
Semua orang di stasiun TV begitu sibuk, mempersiapkan acara kali ini. Bahkan ruang tunggu VVIP ini di buat khusus untuk menyambut presdir Cleon Company.
Sembari menunggu dan menyiapkan diri, tiba-tiba getar ponsel di sakunya terasa. Bara segera meraih ponselnya, dilihatnya pesan masuk dari sang istri.
[Mas, sidangku sudah selesai. Dan aku sekarang sudah kembali ke toko bersama Merry dan Selly – Fira]
[Baiklah, nyalakan TV, lihat acara talk show di stasiun TV XXX. Aku akan memberikanmu 1 pertanyaan, dan kau harus bisa menjawabnya – Bara]
[Kau tak boleh protes – Bara]
Bara segera menutup ponselnya, dan mematikannya. Karena ia tak ingin ketika acara wawancara nanti ada yang mengganggunya.
.
.
.
Bersambung
Maaf ya, di gc Dela bilang kemarin mau upload, tapi nyatanya di dunyat Dela dapet acara dadakan. Alhasil baru bisa nyelesein tulisannya sekarang.
Nanti sore bakalan up lagi. Tapi pengen dong di like sama di vote dulu.
Dan buat temen-temen yang baca novelku. Jangan lupa komen ya. Komen apa aja deh terserah kalian, yang penting harus komen, soal nya ngaruh banget nih sama level novelku.
__ADS_1
Aku sayang kalian😘